Produk Asli Malang, Tembus hingga 12 Negara

Banyak yang mengira produk kesehatan dan kecantikan Glutera yang berkembang pesat peredarannya dalam kurun waktu dua tahun terakhir berasal dari luar negeri. Padahal, Andri Ariestianto, sang founder Glutera telah menghabiskan separuh umurnya di Kota Malang. Bahkan racikan produk yang mengandung Glutathione tersebut ia temukan di kota ini.

Beberapa waktu lalu, sebelum perayaan HUT ke 3 Glutera, Malang Post mendapatkan kesempatan untuk berbincang dengan sang founder Glutera di Hotel Regent's Malang. Andri Ariestianto, sosok ramah yang tampil sederhana sekalipun sudah sukses menyebarkan Glutera hingga ke 12 negara di dunia ini.
Mengenakan kaos oblong berwarna biru, Andri menyampaikan awal mula ia menekuni Glutera. Dulu, sekitar tahun 2010, pria yang aktif sebagai motivator ini mencoba berburu Glutathione hingga keluar negeri. Terbesit di pikirannya, setelah mendapatkan pasokan barang tersebut, untuk ia produksi masal di Indonesia.
“Khasiatnya kan bagus. Saya sudah coba dulu pada diri saya dan Glutathione baik untuk kesehatan,” bebernya.
Hal itulah yang ternyata memunculkan nama Glutera pulq. Berasal dari singkatan Glutathione racikan Andri, ia pun memilih produk bernama Glutera ketika diproduksi dalam jumlah besar. Namun, ada waktu sekitar dua tahun ia meneliti hingga memastikan Glutera ini bisa dikonsumsi publik. Jurnal medis menjadi acuan ketika hendak menjual secara luas.
"Terutama umtuk memastikan khasiat dan membuat racikan yang cocok bagi target pasar. Misalkan minuman atau ramuan apa yang digemari, dari proses yang tidak sebentar. Termasuk mendapatkan ijin BPOM dan sertifikasi halal," papar Andri panjang lebar.
Barulah, di tahun 2012 Glutera mulai ia lepas untuk bisa dimiliki oleh orang lain pula. Tidak hanya menikmati khasiat Glutera, bisnis yang ia kembangkan pun membuka kesempatan bagi masyarakat luas untuk memperoleh keuntungan sebagai agen. Dengan pemasaran bermodel MLM, produk yang dominan dengan bungkus berwarna oranye ini akhirnya memikat banyak orang.
"Warna kemasan pun dari hasil survey, sebab banyak perempuan yang suka warna ini. Kami menyesuaikan pasar utama Glutera," urai bapak dua anak ini.
Alhasil, Glutera langsung mendapatkan tempat di hati masyarakat luas. Terbukti dengan jumlah agen yang terus melesat meskipun masih berusia muda. Hingga awal tahun ini, keagenan Glutera telah menembus angka satu juta agen. Tiga bulan kemudian atau di awal April ini, sudah bertambah 100 ribu agen lagi.
Wajar memang, meskipun berharga mahal di kisaran Rp 900 ribu ketika ingin membuka satu nomor keanggotaan, member Glutera terus melesat. Sebab, selain khasiat memperhalus kulit untuk salah satu produknya, produk yang kini memiliki pabrik di Sidoarjo tersebut juga mengandalkan brand ambassador tak kalah menjanjikan.
Mulai dari Terry Putri, Ratna Listy, Tommy Kurniawan, Dimas Seto, Febby Febiola, Yurike Prastika hingga Karina Suwandi sangat meyakinkan untuk menarik masyarakat mengkonsumsi Glutera serta menggunakan face wash, body wash dan body lotion-nya.
"Artis ini juga memakai Glutera. Mereka tampil bersih dan selalu fresh karena merasakan khasiat Glutathione," goda Andri kepada Malang Post.
Glutathione (GSH) merupakan suatu tripeptide protein yang terdiri dari tiga Asam Amino Utama (L-Glutamic Acid, L-Cysteine, L-Glycine). Glutathione (GSH) secara alami sudah terdapat di dalam tubuh sejak lahir, yaitu di dalam dan di luar sel tubuh dan di seluruh organ tubuh (70-100 triliun sel tubuh manusia).
"Namun, begitu usia 30 tahun ke atas, maka produksinya berkurang. Makanya, perlu mendapat asupan tambahan," terang alumnus STIE Malangkucecwara tersebut.
Andri mengakui, pasar utama dari Glutera merupakan masyarakat dengan usia 30-40 tahun. Hal ini pun terbukti dengan minat pasar, di rentang usia tersebut paling besar. Walaupun tidak menutup konsumen di rentang usia 20 tahun. Utamanya mereka yang ingin memiliki kulit bersih dan halus.
"Selama ini banyak yang memilih cream, tetapi dengan Glutera yang dikonsumsi, kulit sehat yang dihasilkan pun dari dalam. Kulit sehat, badan pun demikian," jelas pria yang berulang tahun setiap tanggal 3 April tersebut.
Kini, Glutera yang didirikannya telah menembus pasar internasional. Sebanyak 12 negara telah terjangkau produk yang tahun ini genap berusia tiga tahun tersebut. Mulai dari kawasan Asia hingga Amerika. Negara itu meliputi Singapura, Hongkong, Malaysia, Jepang, Kanada hingga Amerika Serikat.
"Informasi terbaru ada tiga negara terbaru yang kini sudah Glutera. Harus banggalah, produk dari Malang sudah mendunia," terang pria kelahiran 1974 tersebut.
Menurutnya, omset dari produk Glutera ini telah menembus dua digit dalam hitungan miliar. Produk andalannya ini juga mampu mengubah banyak anggotanya ketika mampu menjalankan bisnisnya.
Andri menargetkan, untuk tahun 2015 ini Glutera mampu menembus 2 juta agen. Ia yakin, target tersebut, bisa dicapai bila melihat antusias pasar dua tahun terakhir. (stenly rehardson/ary)