Gundam Kertas Setinggi Dua Meter Karya Arek Malang

FIGUR film action Gundam Unicorn bewarna merah dan putih ini bukan mainan biasa. Tingginya seukuran manusia dewasa. Tangan, kaki dan persendian, bisa diputar semaunya. Jarinya, mampu dibentuk seperti apa kata pemiliknya. Tingginya mencapai dua meter, melebihi tinggi tubuh manusia di Indonesia pada umumnya.

Dilihat dari kejauhan, gundam ini berdiri kokoh, layaknya miniatur tokoh anime Jepang lain yang terbuat dari bahan plastik atau vynil. Dadanya membusung gagah dengan tangan terkepal. Kombinasi warna sederhana, namun memiliki motif yang spesifik. Dominasi warna putih, dengan merah di beberapa bagian kecil figur.
Seperti robot pada umumnya. Membuat bentuk casing robot terlihat bukan perkara mudah. Kotak-kotak kecil, menempel di setiap bagian tubuh, belum ditambah lekukan-lekukan tipis yang terkadang berada di posisi yang sangat sulit, membuat figure action gundam pada umumnya memiliki kerumitan "tingkat dewa".
Apalagi, kalau figure action tersebut terbuat dari kertas. Seperti tidak terbayang di benak masyarakat, menggunting potongan kertas kecil-kecil, sampai melipat-lipat bagian Gundam Unicorn sampai sangat mirip dengan tokoh di film atau komiknya.
Namun siapa sangka, rupanya komunitas Paper Replika Indonesia (Peri) Malang dalam waktu dua bulan. Ya, hanya bermodalkan 500 lembar kertas kertas manila atau Brief Car  (BC) 200 gram, lem, desain dan kemauan,10 Arek Malang yang tergabung dalam komunitas ini berhasil menciptakan replika Gundam Unicorn seukuran manusia dewasa.
Action figure pabrikan saja, belum tentu ada yang menjual replika Gundam Unicorn seukuran ini. Biasanya, perusahaan atau pabrik-pabrik action figure hanya membuat mainan yang mulai populer beberapa tahun ke belakang ini, hanya seukuran gelas air mineral. "Itu pun baru bisa didapat dengan harga yang cukup tinggi," ujar Ketua Peri Malang, Hadistya Bagus kepada Malang Post  kemarin.
Satu action figure kualitas bagus dengan tinggi sekitar 10 centimeter, baru bisa dibandrol dengan harga Rp 50 ribu sampai Rp 300 ribu. Bayangkan, kalau action figure seukuran manusia, harganya bisa jutaan atau puluhan juta rupiah. Akan tetapi, kata Hadis, action figure berbahan kertas yang mereka buat ini cuma butuh modal Rp 300 ribu.
Hadis mengatakan papercraft Gundam seukuran manusia masih sangat jarang di Indonesia. Yang dia ketahui saja, dari seluruh kota di Indonesia, papercraft gundam seukuran manusia hanya ada empat buah. Itu pun, adanya di Surabaya dan Jakarta.
"Memang dibutuhkan niat dan kemauan yang besar. Membuat action figure ini tidak mudah, karena kami harus mengerjakan, memotong dan menggunting kertas di tengah kesibukan kami," jelas mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) ini.
Ada yang bekerja sebagai penjaga warnet, bekerja di rumah makan, perusahaan game, serta mahasiswa, Silih berganti mereka datang ke basecamp Peri Malang  di kawasan Perumahan Layur Indah Kota Malang untuk menggunting dan melipat kertas satu per satu. Bahkan, dalam satu hari ada yang mengerjakan sampai 8 jam hanya untuk menyelesaikan kurang dari satu bagian.
"Dalam proses pengerjaan selama sekitar dua bulan ini, kami juga tidak luput dari kesalahan. Kadang ada salah lem, bagian tubuh terbalik, konsekuensinya kita harus buat bagian itu dari awal," katanya. Meski begitu, proses tersebut tetap mereka nikmati bersama-sama.
Pengorbanan untuk membuat maha karya ini, juga dialami Arya Mahesa Jenar, anggota Peri Malang lainnya. Pria yang baru lulus dari SMK Negeri 8 Malang tahun lalu ini, bahkan sampai jatuh sakit demi menyelesaikan project besar Peri Malang itu.
"Saya pernah, saat itu pulang dari rumah teman untuk belajar bersama, langsung datang ke Basecamp, kemudian disuruh bantu orang tua bangun rumah di Singosari, kemudian baru pulang ke daerah di kawasan Blimbing," jelas Jenar, panggilan akrabnya. Dan mobilitas padat itu, lanjut Jenar, dia jalani dengan sepeda pancal.
Akibatnya, keesokan harinya Jenar ambruk karena sakit kencing darah. Baru kemarin, kata dia, kondisi kesehatannya pulih. "Ya tapi bagaimana lagi, memang sudah hobi," pungkasnya.
Sampai saat ini, belum ada niatan dari Peri Malang untuk menjual project besar. Peri Malang, baru akan mengikutsertakan Gundam Unicorn seukuran manusia ini, untuk menjalani pameran-pameran di wilayah Jawa Timur. Kendati demikian, sekarang Peri Malang tengah merencanakan project besar barunya. (Muhamad Erza Wansyah)