ITN Malang Terima Penghargaan Anugerah Kampus Unggulan

PREDIKAT sebagai Pendidikan Tinggi Bermutu diberikan oleh Koordinator Kopertis Wilayah VII Jawa Timur (Jatim) setiap tahun. Tahun ini, ITN Malang meraih penghargaan berupa Anugerah Kampus Unggulan (‎​ǺĶǛ) ini. Piala ini memang bukan kali pertama diterima ITN, tapi merupakan yang pertama setelah vakum pada 2014 lalu.
Piala bertuliskan AKU bertengger manis di ruang rektor ITN Malang. Ada tiga piala yang berjejer di atas almari kecil di pojok ruangan. Rektor ITN Dr. Ir. Lalu Mulyadi MT begitu bahagia mengangkat piala tersebut dan menunjukkannya pada para wartawan. Maklum saja, di awal masa jabatannya, ada banyak hal manis yang diterima. Mulai dari prestasi mahasiswa di ajang Kontes Robot Seni Indonesia (KRSI), lomba Kapal Cepat Tak Berawak, hingga perolehan akreditasi program studi (Prodi).
“Semua yang hadir di JW Marriott Surabaya berteriak ketika nama ITN dipanggil menerima penghargaan ini,” kata dia.
Sejak awal menerima undangan acara dengan agenda utama koordinasi dan pembinaan perguruan tinggi swasta di Jatim itu, Rektor sudah sangat yakin bahwa tahun ini ITN kembali bisa meraih piala tersebut. Dan ternyata perasaan tersebut menjadi kenyataan ketika nama ITN disebut sebagai perguruan tinggi penerima penghargaan. Tepuk tangan para pimpinan perguruan tinggi lain pun seakan menguatkan bahwa ITN Malang memang layak mendapatkan penghargaan yang sudah didapatkan sejak tahun 2008 itu.
“Seharusnya kami memang dapat penghargaan ini setiap tahun, tapi karena sempat ada kasus pada 2014 lalu sehingga sempat bolong,” kata dia.
Rektor asal Lombok ini menuturkan, kasus yang sempat membawa sejumlah dosen dan mahasiswa ke ranah hukum itu kini telah berakhir. Masa-masa sulit dalam menjalani proses hukum sudah menemukan titik terang. Aparat Kepolisian pun sudah memutus bebas ITN karena tidak ada bukti. Nama kampus kini sudah kembali bersih, karena itulah Kopertis kembali memberikan piala AKU untuk ITN Malang. Penghargaan diberikan (20-21/5) lalu dihadiri Kementerian Ristek dan Pendidikan Tinggi, Ketua BAN PT, Direktur Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Ditjen DIkti dan Koordinator Kopertis Wilayah VII Jatim.
“Saya sangat bersyukur dengan kembalinya penghargaan AKU ini,” kata dia sembari tersenyum bahagia.
Selain menerima kembali piala AKU, ITN Malang juga mendapat penghargaan sebagai perguruan tinggi berprestasi pada bidang Tata Kelola Kelembagaan dan Kerjasama, Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, serta Pembelajaran dan Kemahasiswaan.
Penghargaan ini, lanjutnya, memacu ITN untuk terus menguatkan kelembagaan dan meraih predikat kampus bermutu. Penilaian dan evaluasi internal dan juga eksternal BAN PTN harus dipersiapkan dengan baik. Lalu berharap, ITN menjadi kampus yang sehat dan menjadi pilihan masyarakat. Sehingga tak salah, masyarakat dari berbagai daerah memilih ITN Malang untuk studi lanjut putra-putrinya.
Eksistensi ITN Malang sejak berdiri pada tahun 1969 hingga sekarang menunjukkan kampus ini memang dicintai masyarakat. Selain itu, mahasiswa ITN juga telah membuktikan kualitasnya dengan mengukir berbagai prestasi akademik dan non akademik, baik di tingkat nasional maupun internasional yang tentunya ini sangat membanggakan.(lailatul rosida/red/ary)