Kecanduan Sumbang Darah, Pernah Diberi Penghargaan Presiden

KIPRAH Subagyo dalam bidang kemanusiaan dan sosial, patut diacungi jempol. Warga Desa/Kecamatan Bantur ini, tercatat sebagai pendonor termuda terbanyak di Kabupaten Malang. Pria berusia 47 tahun itu, telah mendonorkan darahnya 112 kali dan mendapat penghargaan Presiden RI ke enam, Susilo Bambang Yudhoyono, 2013 lalu.

Bagi pendonor darah, usai 47 tahun termasuk termuda. Termuda dalam meraih angka donor darah mencapai 112 kali. Karena alasan itu, Subagyo mendapat penghargaan, pada saat acara pelantikan Pengurus Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PDDI) Kabupaten Malang. Anugerah diberikan Bupati Malang, H Rendra Kresna kepada Subagyo sebagai pendonor termuda terbanyak di Kabupaten Malang, untuk tahun 2015 ini.
Kegembiraan semakin dirasakan bapak dua anak ini, ketika namanya dipanggil oleh pembawa acara untuk maju ke depan dan menerima penghargaan itu. Senyum lepas terpancar dari wajahnya, ketika Bupati Malang, H Rendra Kresna menyematkan jam emas ke tangan kirinya  Momen yang tak pernah dilupakan Subagyo.
Kepada Malang Post, dia bercerita, telah  mendonorkan darah itu, sejak usia 17 tahun. Pada tahun 1985, dia masih duduk di kelas XI SMAN Bantur. “Saat itu, saya diajak teman-teman untuk ikut donor darah,” ujar Subagyo.
Mulanya, dia ragu melakukan donor darah pertama kali tersebut. Namun, berkat dorongan teman-teman dan keluarganya, dia akhirnya memberanikan diri menyumbangkan darahnya.
“Justru tubuh sata menjadi bugar dan sehat,” imbuhnya. Semenjak itu, dia ketagihan mendonorkan darahnya. Hingga dia memutuskan untuk menempuh studi keperawatan  di Poltekes Kota Malang. Semenjak menempuh studi di Poltekes tersebut, dia semakin aktif mendonorkan darahnya. Karena tidak hanya manfaat bagi tubuh yang dia rasakan.
Melainkan, juga sekaligus bentuk kepedulian sosial terhadap sesasama. Apalagi, masyarakat Indonesia, banyak membutuhkan pasokan darah. Tingkat kecelakaan yang masih tinggi, kata dia, menjadi penyebab utama permintaan pasokan darah banyak. Permintaan darah yang paling banyak itu, berasal dari rumah sakit (RS).
Selain itu, menjelang bulan puasa seperti sekarang, kebutuhan ampul darah semakin banyak. Sedangkan, cadangannya semakin menipis. “Untuk itulah, saya tergugah melakukan donor darah secara rutin,” imbuhnya.
Dia mengatakan, setiap dua setengah bulan, selalu donor darah di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kabupaten Malang. Hingga memasuki usia 47 tahun sekarang, dia telah melakukan donor darah sebanyak 112 kali. Sedangkan untuk pola makan sehat, rutin dilakukan. Yakni makan sayur-sayuran yang mempunyai kadar zat besi tinggi. Selain itu, dia juga rutin makan buah-buahan, vitamin dan juga minum susu murni.
Melalui pola makan makanan yang bergizi itu, menjaga kapasitas darah yang berada di tubuhnya. “Pernah suatu ketika saya tidak donor darah, malah bikin pusing. Donor darah itu, seperti ketagihan,” aku pria ramah ini.
Yang paling penting kata dia, pasokan darah supaya tetap terjaga. Karena banyak masyarakat dan pasien membutuhkan darah,
Golongan darahnya O, dapat diterima oleh semua golongan transfusi darah. Sehingga, dia mengaku bangga, darahnya itu dapat dimanfaatkan oleh orang yang membutuhkan. Kebanggaannya menjadi berlipat, ketika pada tahun 2013 yang lalu, mendapatkan penghargaan dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.
Karena dia termasuk menjadi salah satu prang dari 51 warga di Indonesia, yang berhasil melakukan donor darah sebanyak 100 kali. “Kalau pendonor darah sebanyak 50 kali itu, mendapatkan penghargaan dari pemerintah daerah, seperti bupati dan walikota,” terangnya. Kecintaannya terhadap dunia kesehatan dan donor darah terus berlanjut.
Hingga dia memutuskan untuk bekerja sebagai perawat di Puskesmas Bantur. Dia berharap, kiprahnya tersebut dapat ditiru oleh yang masyarakat Kabupaten Malang. Karena melalui bentuk kepedulian donor darah itu, dapat menyelamatkan nyawa manusia lainnya. (Binar Gumilang)