Catatan Perjalanan Umroh Bersama Abah Anton (1)

Labbaikallahumma laibbaik, labbaikala syarikala labbaik, innalhamda wannikmata laka wal mulk la Syarikalak. Lantunan bacaan Talbiyah mengiri keberangkatan jamaah umroh Wali Kota Malang Abah Anton dan Umi Dewi Farida Suryani bersama 38 Orang menuju Tanah Suci Madinatul Munawwaroh dan Makkatul Mukarromah beberapa waktu lalu. Berikut catatan Wartawan Malang Post, Mahmudi yang mengikuti rombongan tersebut.

Cuaca Kota Madinah ketika rombongan jamaah Umroh Bersama Abah Anton dan Ketua MUI Kota Malang, KH M. Baidowi Muslich, Ketua Umum Takmir Masjid Agung Jami Malang, KH. Drs. Zainuddin Abdul Muhith serta para Kiai dan Habaib, dan jamaah yang tergabung dalam Agung Wisata suhu mencapai 47 derajat celius. Jadi cukup panas, apalagi jika angin bertiup menambah sengatan hawa panas dikawasan halaman Masjid Nabawi, yang menjadi pusat berkumpulnya ratusan ribu jamaah untuk beribadah.
Jamaah Umroh bersama Abah Anton yang berangkat dari Jakarta pada 26 Juni 2015  langsung menuju Madinah bermalam di hotel Al Rawdah Royal Inn yang jaraknya sekitar 50 meter dari Masjid Nabawi di Madinatul Munnawaroh. Jamaah umroh berada di Madinah selama empat hari. Kemudian pada Sabtu, 30 mei 2015 pukul 14.00 waktu Arab Saudi atau pukul 18.00 wib menuju Makkah untuk menunaikan umroh.
‘’Alhamdulillah, saya bersama para Kiai dan Habib bisa menunaikan Ibadah umroh ke Tanah Suci. Ini merupakan Karunia Rahmat dan Hidayah Allah SWT. Sebenarnya sudah lama kami merencanakan, tapi baru kali ini terlaksana,’’ kata Abah Anton panggilan Akrab H Muhammad Anton seusai mengambil Miqot di Bir Ali, kala itu.
Menurutnya, niatan umroh bersama para Kiai dan habaib itu selain memenuhi panggilan Allah Swt juga ingin mendo’akan warga dan pemerintahan kota Malang agar menjadi kota yang baldatun toyyibatun warobbun ghofur, serta selalu dalam lindungan Allah SWT. ‘’Kami berharap Kota Malang tetap kondusif, dijauhkan dari malapetaka dan bencana, serta masyarakatnya Adem ayem dan damai,’’ ujar Abah Anton yang didampingi KH Baidowi Muslich, Ketua MUI Kota Malang dan Habib Abdullah Alhadad.
Sewaktu sampai di Makkah, sekitar 21.00 waktu Arab Saudi Abah Anton bersama rombongan jamaah umroh yang tergabung dalam biro perjalanan umroh dan Haji Agung Wisata melakukan umroh pertama dan berdoa bersama sama di Multazam dan di Maqom Ibrahim. ‘’Kami berdoa agar kota Malang menjadi ijo royo royo, tidak hanya fisiknya. Tapi hati masyarakat Malang juga ijo Royo royo, dalam artian hatinya damai tenang dan dijauhkan dari segala bencana,’’ kata KH Baidowi Muslich yang didamping KH Drs Chamzawi, Rois syuriyah PCNU Kota Malang dan KH Drs Zainuddin AM.
Menurut KH Baidowi, yang juga salah satu Pengasuh Pesantren Miftahul Huda Gading, jika umara’ dan ulama bersatu untuk membangun suatu negeri niscaya Allah akan menurunkan rahmatnya. Karenanya, warga Malang patut bersyukur mempunyai Wali Kota yang sangat peduli terhadap warganya utamanya wong cilik. ''Bukti kepedulian tersebut telah diwujudkan dengan program-program yang langsung bersentuhan dengan masyarakat bawah. Termasuk saat ini yang telah memberangktan 10 warga Malang untuk melakukan umroh bersama wali kota dan para kiai dan habaib,'' tutur Kiai kelahiran Banyuwangi ini.
Selama berada di Madinah rombongan umroh tampak ceria, dan mereka memanfaatkan ibadah di Masjid Nabawi serta berdoa di Raudhoh (tempat antara makam dan mimbar Nabi). Mereka khusuk berdoa, dan ada juga yang membaca Alquran, berzikir serta ada pula melaksanakan salat, meski mereka harus berjuang untuk memperoleh tempat, karena padatnya jamaah.
''Saya tidak menyangka bisa melaksanakan umroh bersama Pak Walikota Abah Anton. Kesempatan ini saya pergunakan dengan sebaik baiknya untuk beribadah mendekatkan diri kepada Allah,'' ujar Masdjadi Djaelani Rois, warga Jalan Irian Jaya 11-A/8 Kel Sukoharjo, Klojen Kota Malang, salah satu dari 10  warga yang diberangkatkan umroh.
Apalagi pada umroh kali ini rombongan dibimbing dan didampingi walikota dan ibu walikota serta para kiai, seperti KH Ubaidillah Fadhil, Gus H Malik Salam, salah satu Pengasuh Pesantren Nurul Ulum, KH Affandi, Rois Syuriyah MWC NU Blimbing, Ustadz Drs Abdullah Zainurrouf, Wakil Katib PCNU Kota Malang, Ustadz Dr A Muzakki, MA, Wakil Ketua NU, serta beberapa Kiai lainnya. Ikut pula dalam rombongan Eny Hary Sutiarny, staf Ahli Wali Kota, Eni Widarti, istri Sekda kota Malang serta Maya Binti Yusuf, pimpinan Agung Wisata. (besambung)