Anak Tukang Cukur Boyong Tiga Emas, Satu Perak untuk Kabupaten Malang

Hidup di keluarga sederhana, bukan menjadi halangan bagi Camelia Widya Putri, untuk menorehkan sebuah prestasi. Kendati tidak mampu mengangkat peringkat teratas, namun pencapaian yang diperolehnya cukup mengharumkan KONI Kabupaten Malang. Khususnya di cabang olahraga selam di ajang Porprov V Jatim di Banyuwangi, beberapa waktu lalu.
Tiga medali emas dan satu medali perak, berhasil diboyong gadis kelahiran Malang 14 Maret 1998 ini. Perolehan medali tersebut, menambah koleksi medali yang didapatkan KONI Kabupaten Malang. Yaitu 27 medali emas, 31 medali perak dan 38 medali perunggu.
Dengan torehan medali tersebut, Kabupaten Malang berada di peringkat lima Porprov V Jatim di Banyuwangi. Amel, sapaan akrabnya adalah salah satu atlet yang sukses memboyong banyak medali di Cabor selam. Tentu itu adalah hasil yang luar biasa, bagi anak seorang tukang cukur dan penjual kue ini.
“Semua medali yang saya dapatkan itu, karena kerja keras dan semangat yang tinggi. Medali emas dan perak tersebut, saya persembahkan untuk orangtua yang selama ini terus memberikan dukungan,” terang siswi kelas XII SMA Negeri Lawang (Smanela) ini.
Amel memang menjadi atlet andalan di Cabor selam. Sebelumnya saat Porprov IV Jatim di Madiun 2013 lalu, anak sulung dari tiga bersaudara pasangan Imam Muhammad dan Nur Farida Ariyani ini, juga sukses memboyong tiga medali emas. Yaitu kelas 50 bifin, 100 bifin serta estafet bifit.
“Porprov IV di Madiun itu, adalah pengalaman pertama saya. Sebelumnya saya sama sekali tidak pernah ikut Porprov. Sempat deg-degan saat itu. Namun setelah percaya diri dan semangat, hasilnya bisa mendapat tiga medali emas,” jelasnya dengan bangga.
Hasil yang ia dapatkan di Proprov IV Madiun, membuatnya yakin bisa kembali mendapatkan medali yang sama di Porprov V Banyuwangi. Dengan modal semangat dan percaya diri, Amel berjuang untuk nama Cabor selam Kabupaten Malang.
Amel turun di empat kelas. Yaitu kelas 100 bifin, 200 bifin, estafet bifin serta estafet monofin. Dari empat kelas tersebut, semuanya mendapatkan medali.  Kelas kelas 100 bifin, 200 bifin serta estafet bifin, masing-masing mendapat medali emas. Sedangkan kelas estafet monofin mendapatkan medali perak.
Untuk mendapatkan medali emas dan perak tersebut, bukan hal yang mudah. Amel harus bekerja kerjas. “Kelas 100 bifin dan 200 bifin, harus ikut dua kali penyisihan baru bisa masuk ke babak selanjutnya, dengan mengalahkan atlet selam dari beberapa daerah. Sedangkan kelas estafet bifin dan monofin, hanya sekali penyisihan lalu final,” beber Amel.
Gadis berambut panjang dan berparas manis ini mengatakan, untuk mendapatkan hasil yang memuaskan itu, karena tak lepas dari dirinya yang rutin mengikuti latihan. Dalam seminggu, ia enam kali latihan di Club Fit Body Aquagym. Termasuk sebelum mengikuti Porprov, dia telah mempersiapkan latihan selama setahun.
“Saya bergabung dengan club olahraga selam ini, sejak kelas 2 SMP. Sebelumnya saya ikut club renang. Tetapi karena saingannya di renang berat, akhirnya pindah ke olahraga selam. Alhamdulillah, dengan latihan rutin bisa menjadi atlet. Impian saya, adalah bisa menjadi atlet sampai international,” paparnya.
Dengan perolehan tiga medali emas serta satu medali perak tersebut, setidaknya Amel akan mendapatkan hadiah uang sekitar Rp 70 juta dari Pemerintah Kabupaten Malang. “Uang hadiah itu, nantinya akan saya tabung untuk biaya kuliah nanti,” katanya.(agung priyo/ary/bersambung)