Kiprah Serma H Nursal Hasbi Anggota Senkom Lanud Abd Saleh

KELUARGA BESAR Lanud Abd Saleh Malang merasa berbangga. Pasalnya, Serma H Nursal Hasbi, anggota Senkom, Lanud Abd Saleh   keluar sebagai juara pertama lomba MHQ (Musabaqoh Hafdil Qur’an) yang diselenggarakan oleh Mabes TNI memperebutkan Piala Panglima TNI bersamaan lomba MTQ  di Jakarta, 15-16 Juni 2015 baru lalu.


Ketika ditemui Malang Post di rumahnya, Hasbi mengungkapkan kiprahnya dalam even bergengsi baru lalu mewakili Mabes  TNI AU bersama enam anggota TNI AU se-Indonesia lainnya.
Saat mengikuti lomba, suami dari Sri Nuraini ini sama sekali tidak canggung.  Ia  memilih kategori hafal Al Quran 5 Juz. Di hadapan dewan penguji, pria kelahiran Riau, 5 Oktober 1976 ini  tetap sangat percaya diri. “Saat lomba, pembacaan ayatnya ditentukan oleh dewan penguji,  kami tidak bisa memilih sendiri,’’ katanya. Dia pun bersyukur, karena mampu menyelesaikan seluruh ayat dengan baik dan benar. Hasilnya, Habi mendapatkan nilai 96 atau tertinggi. “Keseluruhan ada 48 peserta yang ikut dalam lomba ini. Nilai saya 96 paling tinggi,’’ katanya sembari tersenyum.

Hasbi kemudian memaparkan bahwa bukan kali pertama ini dirinya ikut lomba MHQ.  Karena itu,  di salah satu ruangan rumahnya, berjajar piala dan piagam lomba MHQ yang pernah diikuinya. Tapi begitu, yang paling berkesan adalah saat pada tahun 2009 dan 2014 lalu. Di tahun tersebut Hasbi mewakili Indonesia dalam ajang Prince Sultan Military International Prize For The Holy Quran. Meskipun tidak juara, tapi nilai Hasbi dalam menghafal Al Quran dinilai dewan penilai sangat bagus.
“Prince Sultan Military International Prize For The Holy Quran merupakan ajang lomba menghafal Al Quran yang diadakan oleh Pemerintah Arab Saudi untuk anggota militer. Ada 20 negara yang ikut saat tahun 2009 dan 22 negara tahun 2014 lalu,’’ katanya  sembari mengatakan tahun 2009 lomba diadakan di Mekah, sedangkan tahun 2014 digelar di Riyadh.
Selain dua lomba ini, Hasbi juga pernah ikut Lomba MTQ tingkat Mabes TNI tahun 1998 lalu. Dia pun bahagia, karena mampu meraih juara satu untuk kategori MHQ.
“Menghafal Al Quran banyak membawa berkah. Karena selain bisa datang langsung ke tanah suci untuk berlomba, saya juga bisa melaksanakan ibadah haji di tanah suci,’’ paparnya.
Pengalaman tersebut dipaparkan  ayah dari Faza Febrianisa, 14 tahun ini, merupakan hadiah dari Mabes TNI  karena dirinya berhasil menjadi juara satu saat lomba  MTQ tingkat Mabes TNI tahun 1998 lalu.
Sejak kapan  menekuni menghafal Al Quran?  Hasbi memaparkan  dirinya memang lahir dan besar  dari keluarga yang taat beragama. Bahkan saat SD, selain sekolah SD, dia juga sekolah Madrasah. Itu berlanjut saat dia SMP dan SMA, dia memilih untuk mondok sambil sekolah. “Tapi dulu hanya mondok biasa, belajar kitab kuning, dan memperdalam agama saja,’’ tambahnya.
Dia mulai serius menghafal Al Quran sejak tahun 2007 lalu. Alasannya pertama adalah karena dia ingin ikut lomba Prince Sultan Military International Prize For The Holy Quran. Dengan sangat gigih dia menghafal satu persatu ayat Al Quran. Menurutnya, saat membaca dan menghafal bukanlah hal yang sulit. Kesulitan itu justru menjaga hafalan tersebut. Lantaran itulah, agar tidak lupa ayah  empat anak inipun selalu menyisikan waktu untuk menggaji. Biasanya dia mengisi waktu istirahatnya dengan mengaji. “Saat bertugas, prioritasnya ya mengerjakan tugas sebagai TNI AU. Itu wajib. Mengaji bisa dilakukan disela-selanya. Alhamdulillah, sampai saat ini masih tetap hafal, dan meningkatkan dari 5 juz ke 10 juz,’’ tambahnya.
Kelebihan Hasbi dibidang menghafal Al Quran tidak hanya harum  di lingkungan Lanud Abd Saleh saja. Kelebihan itu juga terdengar oleh Bupati Malang H Rendra Kresna. Alhasil, tahun 2014 lalu, Sehingga dirinya  juga  pernah mendapat piagam penghargaan dari Bupati Malang.
Bukan itu saja, setiap ada acara di Lanud Abd Saleh, Hasbi yang ditunjuk Danlanud untuk membuka acara dengan melantunkan ayat-ayat suci Al Quran. Selain itu dia juga diminta atasannya untuk mengajari anggota TNI AU lainnya mengaji. Semua itu dilakukan Hasbi dengan iklas.
Dan saat puasa ini, Hasbi pun memiliki pekerjaan lebih disamping dirinya menjadi anggota TNI AU. Ya itu karena dia diminta menjadi imam salat tarawih. “Ini barokah bagi saya, karena selain bisa menjalankan puasa juga menjadi imam salat tarawih,’’ tandasnya. (ira ravika)