Mengabdi di SMK NU Sunan Ampel, Angkat Daya Saing Siswa

TAK banyak duta wisata yang bekerja sebagai tenaga pendidik atau guru. Apalagi duta wisata itu, diperoleh melalui ajang pemilihan yang bergengsi. Ervin Wahyu Trinugroho, jebolan Finalis Joko-Roro Kabupaten Malang, memilih mengabdi sebagai guru di SMK NU Sunan Ampel, Poncokusumo.

Cuaca dingin serta langit yang cerah, menyelimuti SMK NU Sunan Ampel yang terletak di Desa Wonomulyo, Kecamatan Poncokusumo, pagi itu. Suasana seperti itu, hampir terjadi setiap hari di wilayah Poncokusumo. Namun, kondisi dingin menusuk tulang itu, tidak menghentikan aktivitas belajar mengajar SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo.
Apalagi pagi itu, sekolahan tersebut memang tengah disibukkan dengan pembagian rapor anak didik mereka. Banyak orang tua serta wali murid, yang berbondong-bondong datang ke sekolah. Apalagi saat itu, juga kedatangan Bupati Malang H Rendra Kresna yang memberikan motivasi kepada seluruh siswa.
Para guru pun, tengah sibuk mempersiapkan pembagian rapor kepada wali murid. Diantara guru-guru itu, terdapat satu guru yang tampak berpakaian rapi dan berbadan tinggi serta tegap. Dia adalah Ervin Wahyu Trinugroho yang menjabat sebagai Wakil Kepala (Waka) Humas SMK NU Sunan Ampel, Poncokusumo.
Pemuda berusia 29 tahun ini, sedang disibukkan melayani pertanyaan dari para orang tua dan wali murid. Dengan ramah dan sabar, dia menjawab satu per satu pertanyaan tersebut. Ervin tercatat, mengikuti pemilihan Joko-Roro Kabupaten Malang, pada tahun 2005 silam.
“Saat itu, saya hanya menjadi finalis. Tapi, sebelumnya pada tahun 2004, saya memperoleh penghargaan Kangmas Kota Batu, kategori penampilan terbaik,” ujar Ervin, kepada Malang Post.
Kesuksesan dalam ajang pemilihan bergengsi itu, membuatnya menjadi wakil Kabupaten Malang, untuk mempromosikan wisata.
Kesempatan yang terbuka lebar itu, tentunya dimanfaatkannya. Namun, seiring bertambahnya waktu, dia ingin menjadi guru. Pada tahun 2008 silam, dia melamar sebagai guru seni dan kebudayaan di SMK NU Sunan Ampel, Poncokusumo. Keinginannya itu, ternyata terkabul dan diterima bekerja di sekolahan tersebut.
“Saya prihatin dengan kondisi pendidikan dan anak-anak yang ada di Kabupaten Malang. Karena tidak semua anak, beruntung dapat mengenyam pendidikan dengan baik,” tuturnya.
Berawal dari niat mulia itulah, dia mulai menekuni pekerjaannya menjadi guru. Karena kinerjanya positif, dia diangkat menjadi Waka Humas, pada tahun 2013.
Selama menjadi guru, dia mengantarkan anak didiknya meraih banyak prestasi. Diantaranya menjuarai Pembina Pramuka Andalan Terbaik Jawa Timur pada tahun 2011 mengantarkan drumband menjuarai kejuaraan festival drumband Malang Raya 2013.
Sedangkan terbaru, dia megantarkan SMK NU Sunan Ampel, meraih predikat SMK Mini dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Selain itu, dia baru saja juga mengantarkan sekolahan itu, meraih predikat SMK Potensial dan Terpencil.
SMK NU Sunan Ampel, Poncokusumo, sukses mengembangkan lembaga pendidikan tersebut. Selain itu, juga memberdayakan masyarakat sekitar sekolahan, supaya semakin produktif dan berdaya saing. Sehingga, dapat mendongkrak perekonomian masyarakat Desa Wonomulyo Kecamatan Poncokusumo.
“Saya bersama seluruh guru yang ada di sekolahan ini, tidak hanya memberdayakan siswa-siswi maupun peserta didik. Melainkan, juga memberdayakan masyarakat sekitar, yang termasuk tujuan dari pengembangan SMK Mini ini,” paparnya.
Untuk se Malang Raya, penunjukan predikiat SMK Mini ada dua sekolahan. Selain SMK NU Sunan Ampel, juga terdapat SMK Babussalam, Pagelaran. Sedangkan pemberdayaan yang dilakukan, dengan menciptakan aneka produk unggulan. Diantaranya, aneka makanan minuma olahan, pupuk organik untuk pertanian, obat-obatan organik untuk pertanian dan juga perakitan komputer.
Semua pemberdayaan siswa dan masyarakat itu, dilakukannya secara serius dan maksimal. “Sedangkan untuk predikat SMK Potensial dan Terpencil, se Malang Raya hanya SMK NU Sunan Ampel, Poncokusumo ini. Kami ditugaskan kembali oleh Pemprov Jawa Timur, untuk memberdayakan masyarakat sekitar,” jelasnya.
Hal itu, tentunya sesuai dengan tujuan mulianya sebelumnya. Tidak hanya mempromosikan wisata di Kabupaten Malang, melainkan berkontribusi terhadap pembangunan dalam bidang pendidikan. Apalagi, dia berkomitmen terus berupaya memajukan dunia pendidikan yang ada di Kabupaten Malang.
Meski bertugas di tempat jauh dari perkotaan, dia juga tak menemui hambatan. “Tugas saya sebagai duta wisata dan tenaga pendidik, harus berjalan bersamaan. Saya yakin, kedua hal tersebut nantinya dapat maju bersama,” terangnya. Dengan begitu, dia optimis, wisata dan pendidikan di Kabupaten Malang, dapat terus maju dan berkembang.(binar gumilang/ary)