Menghadiri Launching Produk dan Jaringan Smartfren 4G LTE di Bali (1)

SEMARAK.Begitulah suasana launching produk dan jaringan Smartfren 4G LTE yang digelar di Bali pada 18-20 Juni 2015 baru lalu. Kegiatan  ini  juga  mendapat perhatian besar awak media cetak dan elektronik dari berbagai daerah. Bagaimana suasananya? Berikut catatan wartawan Malang Post Dicky Bisinglasi.
Gembira. Hal itulah yang saya rasakan ketika  ditugasi  menghadiri undangan Smartfen di Pulau Dewata baru lalu. "Wah bakal asyik ini ‘kembali’ ke Bali,’’begitulah kata hati saya. Meskipun tidak murni liburan, tetapi dalam rangka liputan, setidaknya bisa mengobati kekangenan saya terhadap Pulau Dewata.
Kenapa saya memakai bahasa "kembali", karena sempat pada tahun 2010 hingga 2012 silam bekerja di Bali. Sehingga pulau ‘’Surga’’ ini memang mempunyai ikatan emosional tersendiri sekaligus saya ingin bernostalgia.
Sopir travel tujuan Juanda telah menanti di pick-up point tidak jauh dari rumah saya pukul jam 6 kurang 7 menit, lebih cepat 7 menit dari perjanjian malam sebelumnya.
Sebelumnya, jam 5 pagi sudah harus bersiap diri, meskipun telah bangun jam 3 untuk makan sahur karena itu hari pertama puasa ramadhan. Bahkan sehari sebelumnya liputan harian terasa begitu padat, melelahkan.  Namun kerinduan akan Bali seolah lebih penting dari situasi ini.
Setibanya di bandara Juanda, waktu masih menunjukkan pukul 8.30 padahal flight masih pukul 12.25 siang. Rupanya sopir travel menggabungkan saya dengan 2 penumpang lainnya yang terbang lebih dulu. Ini sangat terlalu pagi dan terlalu lama menunggu buat saya.
Tiba saatnya boarding setelah tiga jam lebih menunggu. Perjalanan terasa normal-normal saja hingga tiba di bandara Ngurah Rai, Bali.
Orang bilang "hawa (cuaca) puasa"  memang sangat khas terasa setiap kali bulan suci Ramadan. Itu juga  turut  saya rasakan ketika menginjak tanah Bali. Cuaca lebih panas dari Malang beberapa waktu terakhir yang sempat sangat dingin. Haus pun sangat terasa tapi  kewajiban melakukan puasa tetap harus  dilaksanakan.
Setelah  berada ujung pintu keluar bandara, banyak sopir taxi dan travel menawari transportasi dengan segala daya upaya mereka, dari awal mungkin sudah lebih dari 25 orang. Namun tak begitu saya indahkan, dengan memakai kacamata hitam yang juga untuk menutupi mata letih kurang tidur. Saya tetap  berjalan melewati sopir-sopir itu sambil mengangkat tangan tanda menolak dan sedikit tersenyum untuk menunjukkan rasa hormat.
Dibelakang saya  sudah ada beberapa orang memakai  seragam kaos wangky biru tua sedang berkumpul di sebuah outlet handphone. Setelah saya amati lebih lanjut, benar, tulisan Smartfren ada di dada kiri seragam mereka. Segera saya temui salah satu diantara dan menyampaikan perihal acara Smartfren tersebut. Diantarkanlah saya ke sebuah  tempat  berkumpul semua rombongan dari Jakarta, Surabaya, Malang juga Bali sendiri sedari tadi.
Setelah mendapat briefing singkat mengenai produk terbaru device didukung jaringan 4G LTE  yakni  Andromax R, Andromax Q, Smartfren Andromax Qi, Andromax Es dan Andromax Ec. Kemudian  juga dilakukan pembagian produk Smartfren Andromax Qi 4G LTE, kami semua berjalan menunggu transportasi yang telah disediakan.Yakni  2 bus pariwisata kecil bermuatan tidak lebih dari 30 orang per bus. Produk device yang kami dapatkan digunakan untuk proses drive test uji coba jaringan Smartfren 4G LTE selama perjalanan dari bandara Ngurah Rai menuju Canggu memakan kurang lebih 90 menit termasuk macetnya.
Awalnya cukup senang mendengar kata Pantai Berawa, Canggu, apalagi saya  dulu pernah bekerja di kawasan tersebut. Daerah pantai Berawa dan Canggu adalah kawasan di utara Seminyak yang merupakan wilayah pantai barat Bali. Sesampainya di lokasi tujuan kami resort Lv. 8 hanya berjarak tidak lebih dari 200 meter dari tempat saya bekerja dulu.  Karena  itu, senang rasanya bisa menghirup udara sore ditepi pantai menjelang sunset sambil terkenang memori beberapa tahun lalu.
Sore itu acara masih tergolong santai, puluhan awak media cetak maupun elektronika yang menghadiri undangan ini, terlihat menikmati saat saat sunset, termasuk saya mengabadikan beberapa momen di sore  yang  menyenangkan tersebut hingga tidak terasa saat buka puasa  ternyata telah tiba. (bersambung)