Ngabuburit Sambil Membatik

Murid Andre Modeling School belajar membatik di rumah Batik Tulis Celaket sambil menunggu waktu buka puasa, kemarin.

MALANG–Rumah Batik Tulis Celaket kembali menjadi jujugan warga untuk belajar membatik. Kali ini adalah murid dari Andre Modeling School (AMS). Kemarin, para sambil ngabuburit, para model anak-anak dan remaja belajar membatik di rumah batik khas Malangan tersebut.
Sekalipun baru kali pertama, tapi tangan mereka tampak sangat terampil. Menuangkan malam (bahan membatik, Red) dari ujung centing,  dan menggoreskannya pada lembaran kain yang sudah tergambar motif. Cara meniup centing, awalnya agak kaku, beberapa tiupan sudah terlihat lancar. “Ini pertama kali saya membatik, seru, pengalaman yang menyenangkan,’’ kata Rysandra Ardin salah satu model dari AMS.
Ya, tangan Ardin begitu cekatan. Sekalipun bahan batik belum 100 persen sempurna menggores gambar, tapi sebagai pemula dia cukup bagus. “Ini sudah bagus hasilnya, ya kalau ada yang jembret wajar, kan masih belajar,’’ kata Owner Batik Tulis Celaket Ira Hertanti memuji batik milik Ardin.
Menggoreskan malam merupakan tahap bertama membatik. Setelah itu dilakukan pewarnaan. Kain berbentuk segiempat dengan ukuran 25 x 25 centi meter ini kemudian diwarna. Para pembantik dapat memilih sendiri warna yang diinginkan. Ada yang mewarna dengan warna-warna cerah, ada yang mewarna batiknya sesuai dengan corak, ada juga yang memblok kainnya dengan warna hitam. “Saya suka warna hitam, jadi menggunakan warna hitam,’’ kata salah satu peserta membatik.
Belajar batik ini tidak hanya diikuti para model remaja. Ada juga model anak-anak. Bahkan, diantarannya ada yang masih berusia 3.5 tahun. Yakni Joycellin. Anak pasangan Widya Indrawati dan Gatot Fatsih ini kemarin juga ikut membatik. Joycellyn harus banyak dibimbing oleh mamanya, yang kemarin ikut menemani.
Selain Joycellyn, Hugo juga demikian. Anak berusia 7 tahun, kemarin ditemani ibunya. Dia menggoreskan malam di kain miliknya. “Saya diajari sama mama,’’ kata Hugo malu-malu.
Sementara itu Manager AMS Gusgianto Aris Wijaya, belajar membatik ini merupakan rangkaian kegiatan menyambut HUT AMS. “Kami sengaja mengajak anak didik AMS belajar membantik untuk lebih mengenalkan  batik kepada mereka,’’ katanya.
Gustianto juga menjelaskan batik merupakan produk asli Indonesia. Sejauh ini, anak-anak kerap menggunakan batik untuk kebutuhan fashion, tapi tidak mengenal dekat. “Makanya hari ini mereka sengaja kita ajak untuk belajar membatik sekaligus lebih  mengenalkan batik,’’ katanya.
Pria yang kemarin datang mendampingi Ko Andre owner AMS ini mengatakan sengaja memilih Rumah Batik Tulis Celaket karena memiliki hubungan baik yang sangat lama.
“Kalau Batik Tulis Celaket ini manusia, maka hubungan kami seperti saudara, kami saling mendukung satu sama lainnya,’’ katanya.
Gustianto juga mengatakan, memilih waktu sore hari karena mengemas kegiatan ini menjadi kegiatan ngabuburit. “Sore hari kami pilih, karena banyak yang berpuasa. Sehingga sekaligus untuk ngabuburit,’’ katanya.
Benar, tidak lama setelah kegiatan membatik selesai, suara adzan pun berkumandang. Ira pemilik Batik Tulis Celaket pun menyediakan takjil berupa es kopyor untuk dinikmati bersama-sama. Selanjutnya, para model ini berbuka bersama dengan hidangan yang disediakan.
“Kalau dengan AMS memang sudah sering kali bekerja sama, tapi untuk belajar membatik baru kali ini dilakukan,’’ aku Ira.
Wanita berjilbab inipun mengaku sangat mengapresiasi kegiatan belajar membatik ini. Terlebih, para model sangat antusias. “Tidak mudah untuk membatik, tapi anak-anak ini sangat antusias, ini yang membuat saya bangga,’’ katanya, yang berharap seni batik ini terus berkembang sampai kapanpun.(ira/ary)