Rela Rogoh Koceh Puluhan Juta Demi Prestasi Nasional

Totalitas menekuni hobi bisa berubah jadi prestasi. Safrizal Yafie, telah meraih banyak penghargaan kontes modifikasi level nasional. Lewat modifikasinya, penggila modif mobil asal Malang itu menuai gelar juara di berbagai event lomba modif prestisius. Seperti apa kegilaan Rizal dalam menyulap mobilnya jadi langganan juara?

Suasana sore di Simpang Balapan terasa sejuk. Kemarin sore, beberapa mobil dengan style yang tidak biasa, mengitari bundaran Simpang Balapan Jalan Ijen. Rupanya, komunitas mobil Autonomic, sedang berkumpul. Mobil yang parkir pun variatif.
Mulai dari Yaris, BMW hingga Sirion. Namun, ada satu lagi mobil Jazz RS putih yang sama mencoloknya dengan mobil-mobil Autonomic lainnya. Jika mobil-mobil terlihat sporty, maka mobil yang dimiliki oleh Safrizal Yafie ini lebih terkesan elegan dan stylish.
Tak mengherankan. Honda Jazz RS milik Rizal, sapaan akrabnya, adalah mobil langganan juara di kontes modifikasi level nasional. Rizal menyebut, konsep mobilnya adalah elegan. “Kalau aku memang pakai konsep elegan. Ada banyak temen yang pakai style lain. Tapi, sudah lama aku konsisten pakai elegan. Konsep ini juga sudah memenangkan beberapa juara lomba modif,” kata Rizal kepada Malang Post.
Sembari memperlihatkan sebagian besar hasil modifikasi terhadap mobilnya, Rizal pun merinci beberapa gelar juara yang sudah didapat di kontes-kontes modif. Mobil Jazz RS warna putihnya, pernah menyabet gelar best VIP car HIN 2014 Surabaya, sekaligus best interior elegant di ajang yang sama.
Saat tampil di HIN 2014 Malang, Rizal kembali memenangkan best interior elegant. Tahun 2015, mahasiswa FIA UB tersebut merajai Malang Auto Contest 2015 dengan merebut best elegant car, best interior elegant, the acrylic actor car, the coolest Asian modified hingga best VIP car.
“Pas Malang Auto Rave Party 2015, dapet  best elegant look, best interior elegant, pandazoku award white car. Indonesia Urban Modification 2015, dapet juga best interior elegant, ambassador runner up sampai light up champion,” sambung Rizal.
Ia memenangkan banyak lomba tersebut dengan merogoh kocek dalam-dalam untuk memakai aksesoris interior, mesin dan audio yang cukup mewah. Rizal merinci, eksteriornya memakai body kit custom, side kirt custom, fender custom, headlamp eagle eyes, stoplamp eagle eyes, foglamp autovision, knalpot DAD dan pilar pintu beklet custom.
“Interiornya saya pakai custom wood panpel, custom bulu dasboard, plafon custom, minibar depan dan tengah custom, jok model garson beklet full mb tack, aksesoris seperti slambu, tempat tisu, sniftknob, kaca spion hingga karpet DAD,” sambungnya.
Untuk audio, Rizal  menggelontor headunit Sony XAV-63, 3way, subwofer 10” MIG, coaxial Venom VT vertigo 4 buah, 4 chanel Venom Silver V800, 4SSI, monoblock Venom purple storm, serta memasang PS3 dan televisi. Demi melengkapi mobil modifikasinya, Rizal mengeluarkan uang tak kurang dari Rp 80 juta.
Rizal menggemari modif mobil sejak 2008 ini. Meski demikian, ia tidak pernah menyangka bakal terjun di dunia modif seperti sekarang. Pasalnya, Rizal mengawali modif mobil dari rasa penasaran.
Setelah browsing dan hunting info di internet, Rizal ingin mengubah mobilnya agar keluar dari standar yang ada. Ia menyebut, inspirasinya berasal dari majalah-majalah otomotif luar negeri yang banyak memamerkan modif-modif kelas dunia.
“Kebetulan, aku pakai style elegant untuk kontes pertamaku. Mobil dibikin semewah mungkin kayak bos di luar negeri. Jok mobil dibikin seperti sofa, ada mini bar dan minumannya. Ada in car entertainment. Mobil jadi rumah kedua,” paparnya.
Saat kali pertama turun di kontes mobil, Rizal mengaku minder. Sebab, sebagian besar peserta tampil dengan modifikasi yang total dan gila-gilaan. Namun, walaupun ikut kontes untuk kali pertama, mahasiswa jurusan Administrasi Bisnis angkatan 2009 ini sudah merebut gelar juara.
“Sempat ngeri saat pertama ikut kontes, karena lawannya ngeri-ngeri. Karena, saya minder dengan modifan ala kadarnya. Tapi, langsung dapat dua kategori best VIP car sama best interior elegant car. Jerih payah berbuah prestasi,” sambung Rizal.
Pria ramah dan kalem ini mengaku dapat kepuasan setelah menang untuk kali pertama di kontes nasional di Surabaya 2014. Menurutnya, keseriusan dalam membikin konsep, dan tentunya merogoh kocek dalam-dalam akhirnya mendapat pengakuan.
“Saya kaget bercampur senang. Karena, kerja keras untuk modifikasi membuahkan hasil. Dari situ saya makin semangat untuk mendalami sektor mana yang perlu ditambahi, biar saat ada kontes lagi, bisa tampil beda,” tutupnya.(fino yudistira/ary)