Pelda Agus Purwanto Pernah Ajari Redfo Malang Post Trik

JATUHNYA Pesawat terbang Hercules C-130 No A-1310 di Medan, pada hari Selasa (30/6), meninggalkan duka mendalam. Apalagi seluruh awak pesawat naas tersebut, berasal dari Skadron Udara 32 Wing 2 Lanud Abdulrachman Saleh, Malang. Salah satu kru pesawat itu, Pelda Agus Purwanto, pernah mengajari trik ketinggian pada redaktur foto (redfo) Malang Post Guest Gesang.

Satu jam sebelum kejadian, Pelda Agus Purwanto sempat update status di facebook berada di bandara Polonia Medan. Berbanding terbalik dengan suasana rumah duka di perumahan TNI AU Komplek Kertanegara. Saudara, teman dan rekan kerja korban, tampak memadati rumah dinas yang sederhana tersebut. Mereka juga tengah menunggu kedatangan jenasah korban, yang diberangkatkan dari Kota Medan, Sumatera Utara.
Dari banyak orang di rumah tersebut, ada seorang pria yang tengah sibuk mengoperasikan ponselnya. Dia adalah adik kandung almarhum Pelda Agus Purwanto, bernama Serka Dwi Supriatno. Sejenak aktivitasnya terhenti, ketika mengetahui kedatangan wartawan Malang Post. Pria berusia 43 tahun mengaku bertemu terakhir dengan kakaknya itu pada hari Senin (29/6) satu hari sebelum jatuh di Medan. Saat itu, almarhum Pelda Agus Purwanto meminta diantarkan membeli batu akik Bulu Macan. “Kakak saya ini, memang pencinta akik,” ucapnya. Setelah itu, kakaknya tersebut kembali melanjutkan perjalanan menggunakan pesawat.
“Kami enam bersaudara. Sedangkan saya, anak nomor kedua. Kami berasal dari Desa/Kecamatan Karangnongko, Klaten,” imbuh Dwi Suprianto. Dari enam bersaudara itu, ketiganya memilih menjadi prajurit TNI AU dan tiga lainnya bekerja swasta.
Menjadi prajurit TNI AU, memang menjadi pilihan ketiganya. Karena bisa mengabdikan diri kepada bangsa dan negara. “Kami bertiga ini, mempunyai tujuan yang sama. Yakni bekerja sekaligus mengabdikan diri kepada NKRI,” imbuhnya.
Kakaknya itu mempunyai kepribadian baik. Selain itu, Almarhum Pelda Agus Purwanto dikenal supel dan mudah bergaul. Sehingga, alamarhum yang saat ini berusia 49 tahun tersebut, mempunyai banyak teman. Menurutnya, kakaknya itu juga tidak segan mengajari para juniornya yang ada di  Skadron Udara 32 Wing 2 Lanud Abdulrachman Saleh, Malang.
Termasuk almarhum Pelda Agus Purwanto juga kerap memfasilitasi para wartawan dan fotografer saat  joy flight rutin. Selama ini, berkat bantuannya, para wartawan tidak menemui kendala saat menikmati udara menaiki Hercules.
“Almarhum ini tidak sungkan membagikan ilmu yang dimiliki. Dia juga memberikan pengalaman baru, kepada masyarakat yang ingin mencoba pesawat Hercules ini,” terang sang adik.
Sementara itu, Redaktur Foto Malang Post Guest Gesang mengatakan almarhum memberikan pengalaman banyak kepada rekan-rekan media.
“Saya kenal almarhum sejak tahun 2013, ketika itu Lanud Abdulrachman Saleh mengajak rekan-rekan wartawan joy flight menggunakan pesawat Hercules. Saat itu, almarhum yang memberikan instruksi kepada kami, saat berada di dalam pesawat tersebut,” ucapnya.
Lanjut dia, almarhum sosok telaten. Dengan sabar ia memberikan instruksi kepada para wartawan selama di pesawat.
“Joy flight itu, sering diadakan. pernah juga dalam misi mengirim bantuan untuk imigran gelap,” imbuh Ges.
Saat mengirim bantuan itu, Pelda Agus Purwanto member pengalaman berharga. Dia memandu redaktur fotografer Malang Post, berjalan di atas Hercules dengan pintu belakang terbuka. Dari pintu belakang itu, Agus menyebarkan bantuan ke pinggir laut.
“Dari situ saya tahu, bahwa bantuan yang dijatuhkan dari udara, bobotnya tak boleh lebih dari 10 kilogram itu dengan perangkat sederhana,” akunya
Di bawah perlindungan Agus, Guest merasakan langsung berada di pantar Hercules. Awalnya dia mengaku ngeri, namun Agus meyakinkan bahwa pengamannya berlapis.
“Benar, di tubuh saya terpasang pengaman, yang dikaitkan ke karabiner-karabiner, aman pokoknya,” kenangnya.
Sedangkan hingga berita ini ditulis, keluarga korban tengah menunggu kedatangan jenazah Pelda Agus Purwanto. Setelah disemayamkan, jenazah tersebut rencananya akan dikebumikan di Makam Marga Baka komplek Lanud Abdulrachman Saleh.
Di tempat itu pula, nantinya akan dimakamkan empat korban tewas lainnya, akibat jatuhnya Pesawat Hercules. Mereka yakni Peltu Ibnu Kohar, Pelda Andik, Pelda Parijo dan Peltu Ngateman. Sedangkan satu jenazah lainnya yakni Peltu Yahya Komari, akan dimakamkan di TMP Untung Suropati, Kota Malang.(binar gumilang/ary)