Berbekal Ide Pengembangan Pariwisata Batu, Singkirkan Ratusan Ribu Pendaftar

Awaluddin Firmansyah berfoto di depan Stasiun Shinagawa yang merupakan tertua di Jepang.

Mahasiswa ITN Malang Ikuti Perjalanan Inspirasi ke Jepang
MAHASISWA Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang berkesempatan ke Jepang selama 6 hari dalam program Perjalanan Inspirasi Art Challenge. Acara ini digelar oleh salah satu perusahaan rokok dan diikuti sekitar 100 ribu pendaftar. Awaluddin Firmansyah, Mahasiswa Angkatan 2010 Jurusan Teknik Elektro ITN Malang beruntung karena bisa lolos sebagai salah satu dari 4 finalis yang dibawa jalan-jalan ke Negeri Sakura itu.
Wajah lelah masih terlihat dari mahasiswa asal Sidoarjo ini ketika bertemu wartawan Malang Post di kantor Humas ITN Malang, beberapa waktu lalu. Enam hari di Jepang dan disambung acara grand final, (10-17/6/15) cukup menguras tenaganya. Apalagi, selama di sana ia harus memotar otak untuk menghasilkan ide-ide baru dari berbagai tempat yang dikunjungi.
“Waktu itu semuanya asyik naik wahana di Disney Sea Tokyo Jepang, sementara saya sibuk berfikir ide apa yang bisa saya tulis,” ujarnya sambil tersenyum.
Aktivis Himpunan Mahasiswa Aktivis Pecinta Alam (HIMAKPA) ITN Malang ini sukses menjejakkan kaki di Jepang berkat kejeliannya. Kala itu, ada gathering di Kota Malang untuk menyosialisasikan program Perjalanan Inspirasi Art Challenge. Acara ini diikuti semua komunitas dan kalangan, mulai dari masyarakat umum, pelajar, mahasiswa dan lainnya. Dalam pertemuan tersebut juga dihadirkan sejumlah pembicara. Peserta di Malang langsung ditantang untuk menuliskan ide mereka, dan Awal pun memilih tentang program lingkungan yang sudah digarapnya. Ia dan teman-temannya di HIMAKPA punya program penanaman jambu biji di daerah lereng yang ada di Batu.
“Saya melihat tulisan peserta yang lain terlalu abstrak, seperti ingin membahagiakan orangtua. Waktu itu saya cukup percaya diri dengan mendaftarkan ide program lingkungan untuk pariwisata ini,” bebernya.
Program pengembangan pariwisata tersebut sebenarnya adalah program Hibah Bina Desa yang dimenangkan oleh mahasiswa HIMAKPA ITN Malang. Mereka melakukan penanaman 1300 bibit pohon jambu merah di lahan petani Dusun Lemah Putih Desa Sumber Brantas Kecamatan Bumiaji Kota Batu.
Ide itulah yang dituliskan oleh Awaluddin dan membuatnya memenangi kesempatan jalan-jalan ke Jepang.
Perjalanan inspirasi yang harus ditempuh Awal dan finalis lainnya memang bukan wisata biasa. Karena, di setiap tempat yang dikunjungi, mereka harus membuat tulisan yang inspiratif. Apa yang dirasakan, dialami dan ditemui di tempat-tempat yang dikunjungi, harus bisa dituliskan dengan baik. Sehingga kunjungan itu juga bisa dirasakan manfaatnya oleh orang lain.
 “Cukup menegangkan juga karena saya harus menyambungkan ide tulisan awal saya dengan berbagai tempat wisata dan bersejarah yang dikunjungi selama di Jepang,” ujarnya.
Ada empat kali tantangan yang harus dilalui peserta, yang di tiap tantangan itu disiapkan hadiah istimewa bagi yang menuliskan ide terbaik. Ada kacamata Oakley, jam tangan G-Shock, kamera pocket dan tas Oakley.
Tantangan hari pertama adalah seni. Rombongan berkunjung ke Kuil Kiyomizu yang terkenal dengan bangunan tanpa paku. Awal menemukan sesuatu yang unik di salah satu warisan budaya di Jepang ini. Ia melihat sebidang tanah miring di dekat kuil yang diberi sekat di sekitarnya.
“Tanah yang berbentuk lereng itu diberi sekat dari kayu untuk menjaga agar tanamannya tidak tergerus saat hujan,” ujarnya.
Ide itu menurutnya cocok diterapkan khususnya dalam penanaman pohon jambu yang lokasinya berada di lereng.
Tantangan hari ke 2 adalah determination yang berarti kegigihan. Mereka diajak untuk melihat museum Yamaha di Shizouka. Kemudian mengunjungi danau Kawaguchi. Salah satu danau tercantik di dunia ini begitu memesona, kawasannya bersih, rapi dan pemanfaatan lahannya tepat guna.
“Tak ada penebangan pohon yang percuma, kalau memang sudah cukup untuk bangunan maka pohon yang ada di sekitarnya dibiarkan tetap tumbuh,” ujar Awal.
Pada tantangan ke tiga inilah, Awaluddin sukses merebut hadiah tas merk Oakley. Kegigihannya dalam menggali sesuatu yang unik dan inovatif dianggap sebagai ide yang terbaik. Karena itu, ia layak mendapat hadiah yang telah disiapkan.
Mahasiswa asal Sidoarjo ini menuturkan, tantangan hari ke tiga laksana mimpi yang jadi kenyataan baginya. Ia bisa melihat langsung robot masa depan Asimo di Museum Miraikan. Dari Miraikan, mereka dibawa ke Toyota untuk menghadapi tantangan hari ke tiga yakni Believe yang berarti keyakinan.
“Di Toyota inilah saya melihat ada taman yang di tanahnya bukan tumbuh rumput, tapi karpet berwana hijau seperti rumput,” ujarnya.
Teknik ini dipakai untuk menjaga kelembaban tanaman yang di taman tersebut. Baginya, hal itulah yang bisa menginspirasi untuk pengembangan idenya terkait kawasan wisata jambu biji di Batu.
Pada hari ke empat, empat orang pemenang perjalanan inspirasi ini ditantang dengan tema Creativity yang menggali kreativitas mereka. Wisata yang dituju adalah Disney Sea Tokyo. Di kota super canggih ini, bukan aneka wahana yang menarik hati Awal. Melainkan pepohonan di sekitar tempat wisata yang cukup unik. Pohon-pohon tersebut diberi tiang pancang di sisinya.
“Saya bertanya kepada salah satu guide, katanya itu untuk menahan agar pohon tidak tumbuh terlalu tinggi dan tahan goncangan angin,” kata dia.
Pohon dan tiang pancang inilah yang menjadi inspirasinya di hari ke empat wisata tersebut. Bahkan, saking seriusnya, ia sampai lupa menikmati beragam atraksi menarik di tempat tersebut.
Awal mengakui, ia banyak terbantu dengan kehadiran seorang seniornya di HIMAKPA yang berkesempatan menemaninya selama di Jepang. Saking semangatnya, bahkan mereka tak berhenti berdiskusi sepanjang perjalanan.
“Kalau di bus biasanya yang lain tidur dan istirahat di kursi masing-masing, kalau saya saling adu argument dengan senior saya itu,” tuturnya.
Meski tak memenangi hadiah utama Rp 100 juta, Awal merasa sangat beruntung bisa mengikuti program tersebut apalagi bisa melihat negara maju itu. Apalagi, usai perlombaan ini masih ada banyak aktivitas yang akan dilakukannya bersama penyelenggara. Misalnya diajak menjadi pembicara dan menginspirasi pemuda lainnya di Indonesia. (lailatul rosida/red)