Al Nurma RVZ, Eksis Menulis Meski Derita Kanker Tulang

MENDERITA penyakit kanker tulang kaki, bukan menjadi hambatan untuk terus berkarya. Al Nurmawati RVZ, meski telah delapan tahun menderita penyakit mematikan itu, dia tetap eksis menulis. 10 judul buku berhasil dia buat. Bahkan salah satu bukunya, menjadi pedoman guru di sekolahan

Wanita berumur 47 tahun ini tinggal di rumah sederhana Jalan Sembilang, Kelurahan Polowijen, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Saat Malang Post datang, Nurma sapaan akrabnya, sedang asyik menulis di laptopnya.
Menurutnya, merupakan hobinya sejak kecil. Dia semakin intens menulis, sejak duduk di bangku SMA Grafika Malang. Saat itu, ibu dua anak ini lebih suka mengarang, menulis cerpen dan membuat puisi.
Hobinya itu tetap berlanjut hingga dia bekerja. Namun, nasib malang dia terima pada tahun 2007. Wanita yang saat ini berusia 47 tahun tersebut, menderita kanker tulang kaki kanan.
“Mulanya dulu saya terjatuh di rumah, lantaran terasa sakit di kaki saya. Saat diperiksakan, dokter menyatakan saya menderita kanker tulang,” ujarnya lirih.
Saat itu, aktivitasnya menjadi terganggu. Dia kesulitan berjalan. Untuk berjalan, dia harus menggunakan tongkat ketiak dan kursi roda. Meski demikian, hal itu tidak membuatnya down dan berhenti menulis. Dia tetap berupaya untuk menekuni hobinya tersebut. Malahan karirnya menulis semakin moncer, ketika menderita penyakit tersebut.
Mulanya, dia menulis cerpen dan dikirimkan di beberapa media. Hasilnya, tulisan cerpennya itu mendapatkan minat baca yang cukup tinggi oleh masyarakat. Hingga akhirnya dia membuat sebuah buku. Sedangkan buku pertama kali yang dia tulis dan sekaligus terbitkan adalah Menggapai Kunci Rezeki dari Allah SWT.
Sedangkan beberapa buku lain karyanya yakni Page Maker 6.0, Alquran Pusat Kajian Universal, Menebar Kebaikan Sepanjang Masa dan Kebahagiaan Ala Nabi. “Sedangkan karya terbaik saya adalah Page Maker 6.0. Buku saya itu, diterbitkan oleh Elex Media Komputindo dan dijual di toko-toko buku terkemuka, salah satunya Gramedia,” urainya.
Selain itu, dia juga pernah membuat buku panduan mengajar untuk guru SD. Buku tersebut, sempat menjadi rujukan dan acuan dari sekolah-sekolah. Menurutnya, menulis itu harus menggunakan hati. Karena jiwa menulis itu, merupakan panggilan hati. Meskipun dia saat ini masih menderita penyakit itu, menulis tidak dia tinggalkan.
Karena melalui menulis, merupakan penyambung hidupnya sekaligus menambah pendapatan bersama keluarganya. Melalui beberapa buku yang diterbitkan itu, dia mendapatkan royalty dari penerbit tersebut. Royalti itu, sebagai penyambung kebutuhan hidupnya.
“Saat ini, saya telah membuat lebih dari 10 judul buku,” imbuhnya.
Sedangkan mayoritas yang dia tulis, merupakan sebagai pelajaran hidup dan hal-hal yang ringan.  Salah satunya seperti buku berjudul Menebar Kebaikan Sepanjang Masa. Melalui menulis itu, dia tidak ingin berpangku tangan dan pasrah terhadap nasib.
Terutama dia paling enggan pasrah dengan penyakit yang dideritanya. Meskipun penyakit itu parah sekalipun, dia tetap beriktiar untuk sembuh. Selain itu, juga tidak lupa untuk tetap berkarya.(binar gumilang/ary)