Modal Rp 500 Ribu, Bulan Ramadan Raup Rp 80 Juta

Aal Awiyono menunjukkan hasil pohon hias ruangannya yang beromzet puluhan juta.

Kakak Beradik Pengusaha Pohon Hias dari Pakisaji
Sekecil apapun usahanya, kalau digeluti dengan serius pasti akan membuahkan hasil yang cukup memuaskan. Begitu pula dengan usaha pembuatan pohon hias ruangan yang dirintis kakak-beradik, yakni Aal Awiyono dan Nahrowi ini. Dengan modal awal Rp 500 ribu, kini omzet setiap bulannya bisa mencapai Rp 40 juta.

Assyah Florist & Vas Production, adalah nama usaha dari kakak-beradik tersebut. Lokasinya tidak jauh dari Kota Malang. Hanya berjarak sekitar 200 meter dari perbatasan Kota dan Kabupaten Malang. Tepatnya di Jalan Raya Segaran, Kecamatan Pakisaji.
Sekilas home industri pembuatan pohon hias ini memang usaha kecil, dan mungkin dianggap sebelah mata oleh kebanyakan orang. Namun ternyata usaha pembuatan pohon hias ruangan ini, sangat menguntungkan.
Jika diukur dengan usia, memang masih seumur jagung. Usaha ini dirintis sejak tiga tahun lalu. "Awalnya kami hanya membuka usaha pembuatan pot (vas) bunga dan pohon saja. Modalnya saat itu hanya Rp 500 ribu saja," ujar Aal Awiyono.
Bahan untuk pembuatan pot ini, dari limbah kayu triplek yang tidak terpakai. Mereke mengumpulkan limbah triplek dari para pengepul di Malang Raya. Limbah tersebut kemudian diolah dan dijadikan pot, yang selanjutnya dijual ke beberapa toko dan Mall di Malang.
Pembuatan pot atau vas ini, berjalan selama dua tahun. Namun karena ingin mengembangkan usahanya, Aal dan adiknya lalu mencoba membuah pohon hias ruangan sekitar setahun lalu. Bahannya dari ranting pohon yang tidak terpakai. Sedangkan bahan bunga dan daunnya, dibeli di pasaran.
"Kami membuatnya secara otodidak. Awalnya kami ragu, namun setelah mencoba dan membuatnya ternyata mudah dan cukup menghasilkan. Pembuatan pohon hias ini, terinspirasi dari pelanggan yang memiliki pohon hias," terang pria berusia 30 tahun ini.
Dari awalnya yang dikerjakan keduanya serta dibantu oleh keluarganya, kini Aal memiliki dua orang karyawan. Itu setelah meningkatnya permintaan pasaran serta banyaknya pesanan, yang membuat mereka kewalahan.
Dalam dua hari, mereka bisa menghasilkan 10 jenis pohon hias ruangan. Pengerjaannya mulai dari nol hingga sampai selesai. Harganya pun, relatif mulai dari Rp 50 ribu untuk pohon hias meja, hingga Rp 1,2 juta. "Untuk pohon hias yang harganya Rp 1,2 juta adalah yang tingginya sampai empat meter," jelasnya.
Selama ini, pohon hias ruangan yang sudah jadi, dipasarkan di beberapa toko dan Mall di Malang Raya serta Kota Surabaya. "Biasanya pelanggan yang datang dan mengambil sendiri ke sini (rumahnya, red). Kadang mereka juga memesan beberapa minggu sebelumnya," katanya.
Selain Malang dan Surabaya, pohon hias tersebut juga sudah dikirim sampai luar pulau. Pengiriman luar pulau berdasarkan pesanan melalui online. "Yang membuka usaha online penjualan adik ipar saya. Kadang seminggu sampai tiga kali pengiriman. Namun untuk luar pulau, harganya dua kali lipat karena dengan ongkos kirim," kata bapak satu anak ini.
Aal, mengatakan pada saat musim lebaran seperti saat ini, permintaan pohon hias ruangan meningkat hingga dua kali lipat. Selain pelanggan yang menambah pesanan, permintaan masyarakat juga sangat banyak. Wajar saja jika selama bulan Ramadan ini, omzetnya bisa mencapai hingga Rp 80 juta.
"Keinginan kami, juga ingin mengembangkan usaha dan membuka cabang dibeberapa tempat. Termasuk berkeinginan agar karya usaha kami bisa tembus sampai nasional dan international," paparnya.(agung priyo/ary)