Ramadan Kewalahan Layani Pesanan Hingga Luar Pulau

Ramadan menjadi berkah tersendiri bagi, Sulikah Handayani. Warga Jalan Lesanpuro Gg VI ini kebanjiran pesanan sajadah tiga dimensi. Usahanya laris manis, bahkan, pembelinya tak hanya dari Malang tapi juga luar pulau.

Sajadah tiga dimensi ini dia ciptakan sejak empat tahun lalu. Awalnya, Sulikah yang memiliki basic usaha membuat boneka membuatkan sajadah tiga dimensi untuk anaknya yang kala itu duduk di bangku TK. Dia tidak menyangka, jika sajadah tiga dimensi itu kemudian banyak diminati. Banyak orang tua siswa, kemudian memesan sajadah yang dibuat dari bahan Velboa, Yelvo dan Milex untuk alasnya ini.
Dia mengambil ikon utama masjid. Dibandingkan empat tahun lalu, penampakan sajadah tiga dimensi ciptaannya, lini lebih menarik saat ini. Dia berusaha mendesain sajadah tersebut agar lebih sempurna dan hidup.
“Ikon utamanya adalah masjid. Hanya saja, karena ini untuk anak-anak, masjidnya dikreasikan, seperti di dua sisinya ada tangan, dan di bawahnya juga ada ikon kaki,’’ katanya.
Tangan dan kaki adalah tempelan, seperti boneka, empuk karena berisi dakron. Sementara di bagian kubahnya selain ada rambut yang terurai juga terpasang dua mata mainan, dan gambar bibir yang tersenyum. Sekilas ikon masjid memang tidak terlihat, sebaliknya ikon yang tampak kental adalah seorang anak berdiri dengan tersenyum.
Sementara di bagian atasnya terlihat awan. Ada dua awan yang tampak berjajar. Seperti tangan dan kaki, awan yang terpasang didalamnya ada dakronnya, jadi bentuknya pun timbul.
“Sajadah tidak dimensi ini kami menggunakan teknik printing dan bordir. Agar desain 3D-nya terlihat ada tambahan dakron,’’ katanya.
Dia mengatakan sajadah ini dibanderol dengan harga Rp 120 ribu per pcs nya. Ikon masjid bukanlah ikon satu-satunya yang terdapat pada desain sajadah. Karena di bagian bawahnya, sajadah berukuran 1 meter x 50 centimer ini ditambah dengan gambar atau tokoh kartun sesuai pemesanan.
Tokoh kartun diantaranya Spiderman, Batman, Angry Bird, Hello Kity dan masih banyak lagi. “Tokoh kartun dipasang terakhir, Tokoh kartunnya dibuat dengan bahan bordir. Nanti di dalamnya juga ada dakron, agar desain tiga dimensinya betul-betul terlihat,’’ tambahnya.
Ya benar, dengan banyaknya dakron, sajadah buatan Lika, sapaan akrabnya ini terasa empuk. Bahkan, jika orang tua yang menggunakan tidak akan merasakan sakit di lutut saat menggunakannya bersujud. Sajadah 3D ini hadir dengan banyak pilihan warna, yakni pink, merah, biru, ungu dan lainnya.  
Bentuk sajadah yang menarik itulah, membuat lulusan SMK Kepanjen ini kewalahan melayani order. Bahkan, selama puasa ini, dia harus melayani hingga luar pulau. “Sebetulnya sangat banyak yang ingin order, tapi kemudian cancel, karena kami tidak ready stok,’’ katanya.
Ya, sekalipun telah bergelut cukup lama membuat sajadah 3D, tapi Lika mengaku tidak ready stok. Dia hanya menyediakan beberapa saja untuk sample. Jika ada warga yang berminat, maka langsung dibuatkan.
Alasannya adalah, sajadah merupakan usaha sampingan yang ditekuni saat puasa saja. Sedangkan usaha utama dan digeluti setiap harinya adalah boneka. Untuk usahanya itu, pemilik Klinik Boneka (Kibo) ini dibantu oleh empat karyawan. Dari empat karyawan itu hanya dua yang bekerja full time, sedangkan dua sisanya bekerja paruh waktu.
“Dua karyawan yang bekerja di tempat saya adalah orang tidak mampu, dan dua lainnya pelajar. Saya sengaja memilih pelajar, agar mereka setelah lulus nanti tidak kagok untuk membuka usaha,’’ terangnya.
Lika juga mengaku tidak takut, jika pekerjanya nanti membuka usaha sendiri dan jenis usahanya sama dengan dirinya. Menurutnya, rejeki telah diatur oleh Tuhan SWT. Sehingga semuanya pun akan diberikan sesuai porsinya.
 “Saya asli Kepanjen, selama ini jarang ikut pameran-pameran. Tapi ke depannya, saya berusaha untuk ikut. Setidaknya untuk mengenalkan berbagai produk-produk asli karya arek Malang,’’ tandasnya.(ira ravika)