entrepreneur asli Malang, tembus eksibisi level dunia

PRESTASI Arek Malang di tingkat internasional memang tak bisa dipandang sebelah mata. Cakrawala Creative, yang digawangi oleh Rerta Budi Prasetya dan Elang Baskoro Adi, sukses menembus eksibisi internasional di Singapura pada bulan Juni lalu. Mereka menjadi satu-satunya perwakilan Malang dengan teknologi drone multimedia untuk foto udara, di eksibisi CommunicAsia 2-5 Juni 2015.

Teknologi drone foto udara jarang dimiliki oleh perusahaan multimedia seperti production house. Malang, punya satu rumah produksi yang menjadi pelopor pemakaian drone rakitan sendiri untuk karya multimedianya. Namanya adalah Cakrawala Creative.
Perusahaan multimedia yang bermarkas di Jatim Information Technology Creative, Jalan Galunggung, tersebut dipelopori oleh duet CEO, yakni Rerta Budi Prasetya dan Elang Baskoro Adi. JITC yang dibawahi oleh Disperindag Jatim, mampu menelurkan wiraswasta sukses di bidang multimedia yang baru berusia tiga tahun.
Bahkan, karena percepatan perusahaan multimedia ini di bidang foto udara dan teknologi drone, mereka diundang secara khusus oleh Kementrian Perindustrian dan Perdagangan untuk berangkat ke CommunicAsia 2015 di Marina Bay Sands Singapura.
CommunicAsia 2015 adalah ajang bergengsi eksibisi inovasi teknologi multimedia yang diikuti oleh seluruh negara Asia, beberapa negara dari benua Eropa dan Amerika. Hanya perusahaan inovatif saja yang bisa tampil di CommunicAsia 2015.
Saat ditemui di kantor JITC, Rerta menyebut bahwa Cakrawala Creative bisa mewakili Malang di ajang internasional seperti CommunicAsia 2015 karena hasil karya mereka. “Kita bisa ke Singapura jadi satu-satunya wakil Indonesia di bidang drone multimedia ya karena hasil karya kita dilihat Kementrian. Kita dapat undangan dan berangkat ke Singapura 1 Juni 2015,” kata Rerta kepada Malang Post, Senin malam (20/7).
Cakrawala Creative mempelopori pemakaian drone rakitan sendiri dengan harga murah dan lebih berkualitas ketimbang pabrikan. Karena itu juga, selama tiga tahun berjalan, mereka telah menggarap berbagai proyek video dari perusahaan-perusahaan raksasa.
“Kita produksi dengan Kostrad, Kodam 5 Brawijaya, Pusdikav Bandung hingga AU. Pernah juga PJB, Semen Indonesia, Beiersdortf, Sun City sampai Batam Balindo Jaya. Kita juga garap video giant flag Incredible Blue Aremania,” sambung mahasiswa Komunikasi Unmer tersebut.
Karena hasil karya yang inovatif, mereka mendapat kesempatan eksibisi di Singapura. Rerta berujar, Cakrawala Creative sejajar dengan perusahaan-perusahaan teknologi besar di dunia. Memang, ada 10 wakil Indonesia yang dikirim ke Singapura di CommunicAsia 2015.
“Hanya kita yang eksibisi drone udara rakitan. Lainnya animasi dan software. Selain demo hasil video udara, Kita bikin kagum karena alat kita terpajang. Kita bahkan diundang B2B (jaring bisnis) dengan Kanada, termasuk BlackBerry,” papar Rerta.
Drone rakitan tersebut, bekerjasama dengan master aeromodeling di Malang, Wizga Aryo. Dengan drone rakitan tersebut, Cakrawala Creative yang mewakili Malang, mampu bersaing dengan negara-negara besar di Asia, Eropa dan Amerika. Menurutnya, para pengusaha-pengusaha yang datang ke eksibisi Cakrawala Creative, terkejut dan kagum melihat karya Malang, yang mewakili Indonesia di ajang internasional.
“Kita bisa menonjol meski entrepreneur lain ada yang dari Italia, Perancis, Kanada, Brasil. Negara-negara teknologi Asia seperti Jepang, Cina dan Korea pun ada. Tapi kita tidak minder karena inovasi yang kita kembangkan sendiri,” sambungnya.
Bahkan, sulung dari empat bersaudara tersebut didatangi oleh putra konglomerat Bakrie, yakni Ardi Bakrie. Eksibisi Cakrawala Creative dengan drone video udara rakitan sendiri juga mendapat pujian dari pewaris kerajaan Bakrie ini.
“Eksibisi kami bikin dia kagum dan excited. Soalnya, cuma eksibisi kita yang didatangi oleh Ardi Bakrie. Dia memuji bahwa inovasi Indonesia harusnya seperti karya kami. Harga murah, kualitas melebihi pabrikan besar,” sambung Rerta.
Pemuda asli Sawojajar itu merasa beruntung, bisa mewakili Indonesia di ajang bergengsi internasional seperti CommunicAsia 2015. Sebab, dia tidak pernah bermimpi bisa bersanding sejajar dengan raksasa-raksasa teknologi multimedia seperti BlackBerry di CommunicAsia 2015.
“Kita beruntung bersanding dengan CEO top dari perusahaan-perusahaan besar. Kita tukar kartu nama, dan sedang follow up untuk perjanjian kerjasama. Bahasa Inggris saya biasa, karena itu bawa translater di Singapura biar lancar transaksi,” sambungnya.
Menurut Rerta, Cakrawala Creative sejatinya tidak menyangka bisa tembus internasional. Sebab, visi mereka masih menjadi perusahaan yang bergelut di level nasional. Namun, karena keberuntungan dan buah dari kerja keras, Cakrawala Creative bisa mengharumkan Indonesia di level internasional.
“Karena sudah pernah bertemu dengan raksasa-raksasa teknologi, kita jadi terpacu untuk semakin meningkatkan kualitas buat para klien kita di dalam negeri,” katanya. Cakrawala Creative sendiri menjadi salah satu perusahaan entrepreneur multimedia yang cukup menjanjikan di Malang.
Dengan mengandalkan drone untuk mengambil gambar dari udara, Cakrawala Creative mampu membukukan pendapatan kotor tahun 2014 sebesar setengah miliar rupiah atau Rp 500 juta.(fin)