Mobil NUMO Hanya Ada Dua Unit di Indonesia

PENGAMATAN hilal untuk menentukan  Hari Raya Idul Fitri maupun peringatan hari besar lainnya dalam Islam,setelah ini kian  mudah.  Yakni, setelah Lajnah Falakiyah PWNU Jawa Timur memperoleh bantuan  mobil Nahdlatul Ulama Mobile Observatori (NUMO). Mobil  untuk mengamati antariksa ini,  hanya ada dua unit di Indonesia.

Pihak  Lajnah Falakiyah PWNU Jawa Timur  memang terus berupaya untuk menyerasikan perbedaan penetuan Hari Raya Idul Fitri yang terjadi tiap tahunnya. Untuk itu, salah satu Badan Otonom (Banom) NU ini mengadakan Seminar Internasional dan Diklat Penentuan Awal Bulan Hijriyah  di Hotel Solaris, Singosari,baru-baru ini.
Salah satu kegiatannya adalah pengenalan mobil NUMO yang merupakan bantuan dari PB NU. Mobil ini, bertugas untuk mengamati hilal sebagai penentuan Hari Raya Idul Fitri maupun peringatan hari besar lainnya.Seperti penetapan satu Muharram, satu Ramadhan dan penetapan satu Dzulhijjah.
Menariknya, mobil ini juga dapat digunakan untuk media pembelajaran dan mengamati antariksa. Di dalam mobil tersebut, berisi berbagai peralatan teknologi canggih. Diantaranya LCD, teropong, GPS, laptop, satelit, koneksi interner, digital maping dan genset. Juga didukung peralatan penunjang lainnya seperti AC, DVD, sound system, printer dan scanner.
Karena itu, keberadaan mobil langka ini juga  mendapat apresiasi oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Drs H Lukman Hakim Saifuddin. Bahkan Menteri Agama itu, membubuhkan tanda tangannya di bodi mobil tersebut.
Ketua Lajnah Falakiyah PWNU Jawa Timur,   H Shofiyullah, MSi kepada Malang Post menjelaskan  mobil semacam ini hanya terdapat dua unit di seluruh Indonesia.“Satu unit dikelola oleh PBNU langsung dan satu unitnya, dipercayakan kepada kami. Tentunya kami bangga dapat dipercaya untuk mengoperasikan mobil ini,” ujarnya.
Gus Sofi,sapaan akrabnya,  memaparkan keberadaan mobil NUMO ini, dia menilai sangat penting. Apalagi setiap penetuan Hari Raya Idul Fitri, acap kali terjadi perbedaan.
Baik itu perbedaan yang diamali oleh pemerintah, maupun perbedaan yang dialami sejumlah organisasi Islam lainnya. Sehingga, melalui mobil NUMO ini, diharapkan dapat menyelaraskan perbedaan tersebut. Sebagai unit observasi keliling, mobil NUMO dapat dioperasikan dimana saja dan kapan saja.
Diantaranya dapat digunakan untuk observasi bulan meliputi rukyatul hilal, perjalanan bulan dan rukyah bulan yang memasuki usia tua ataupun dapat terlihat jelas. Selain itu juga bisa dilakukan untuk observasi matahari, seperti terjadinya gerhana matahari. Selain itu, juga bisa dipergunakan untuk mengetahui waktu sala, obervasi bintang dan komet.
Mobil NUMO juga bisa dimanfaatkan untuk mengukur arah kiblat, menghitung waktu shalat, dan pelayanan konversi tanggal. Mobil observatorium ini dapat terhubung dengan data dari Institusi Astronomi International. Sedangkan potret observasinya dapat ditayangkan melalui LCD dan dihubungkan melalui jaringan internet.
“Jadi, fungsi mobil NUMO ini tidak hanya untuk menetukan Hari Raya Idul Fitri. Melainkan juga sebagai media pembelajaran,” terangnya.
Pria ramah ini mengungkapkan mobil ini memakai teknologi yang  dikembangkan langsung oleh PBNU. Sehingga, memberikan manfaat bagi umat Islam dalam bidang ibadah dang pengetahuan sains.“Melalui mobil NUMO ini merupakan lompatan bagi warga Nahdliyin dalam bidang sains. Terutama, tanpa mengesampingkan tujuan utamanya adalah peningkatan kualitas ibadah bagi umat Islam,” terang pria asal Kepanjen ini.
Setelah ini, mobil langka tersebut segera  dioperasikan di beberapa wilayah di Jawa Timur. Seperti di Tanjung Kodok, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Gresik dan Kabupaten Malang. Sedangkan untuk di Kabupaten Malang, kata Gus Sofi, akan dioperasikan di Pantai Ngliyep saat mengamati hilal untuk menentukan awal bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri. Selain itu, juga dapat dipinjam untuk tujuan pembelajaran.
“NU yang berada di kota maupun kabupaten, nantinya juga dapat bergantian memanfaatkan mobil ini. Sehingga nantinya mobil ini dapat memberikan manfaat untuk menambah ilmu pengetahuan dalam bidang keantariksaan,” pungkasnya. (Binar Gumilang)