Siapkan Jurusan Aerospace Engineering, Gandeng Kampus Inggris

INSTITUT Teknologi Nasional (ITN) Malang baru-baru ini mendapatkan kunjungan tamu special dari University of Derby Inggris. Sederet peluang kerjasama pun lahir dari kunjungan tersebut, seperti rencana pembukaaan jurusan baru dan peningkatan kompetensi dosen. Jalinan kerjasama ini adalah salah satu rangkaian dari gerakan rebranding ITN Malang, selain juga sejumlah program yang sudah dimatangkan.

Slogan Ayo Kerja yang menjadi semangat peringatan proklamasi kemerdekaan tahun ini, rupanya langsung dilaksanakan ITN Malang. Gerakan rebranding dengan menjalin kerjasama lintas negara, bagian dari slogan nasional tersebut. Hal itu diungkapkan Rektor ITN Malang Dr. Ir Lalu Mulyadi MT ketika ditemui Malang Post di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu.
“Inilah implementasi Ayo Kerja dari ITN Malang sebagai tanggung jawabnya mendidik anak bangsa demi kemajuan negeri ini,” ungkap Lalu Mulyadi kepada Malang Post.
Rektor yang lahir di Pulau Lombok ini begitu antusias menceritakan kunjungan tersebut. Betapa tidak, hanya ada tiga kampus saja di Indonesia yang akan digandeng oleh University of Derby, Inggris. Yakni Universitas Narotama, Universitas Pasundan dan ITN Malang.
Rencananya, pada Mei 2016 mendatang, tiga rektor tersebut akan diundang ke Inggris dalam rangka realisasi kerjasama antar perguruan tinggi. Menurut Lalu, ada banyak peluang kerjasama yang bisa diwujudkan, misalnya joint research, publikasi jurnal internasional, sertifikasi tenaga ahli dari ITN hingga pembukaan jurusan baru.
Rencananya, jurusan aerospace engineering akan disiapkan dalam kerjasama ini. Para dosen ahli dari ITN akan disertifikasi oleh Inggris. Jurusan teknik mesin perkapalan ini menurutnya tengah nge-tren dengan makin meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap dunia penerbangan. Sementara pendidikan tinggi masih jarang yang membuka jurusan tersebut.
ITN Malang, lanjutnya, memiliki potensi yang besar, sehingga menjadi daya tarik bagi perguruan tinggi luar negeri. Misalnya, potensi SDM dosen ITN yang mampu membuat berbagai macam teknologi terbaru dan lainnya. Nama besar ITN Malang yang sudah dikenal inilah yang membuat jalinan kerja samapun bisa dilaksanakan.
Menurut Lalu, jalinan kerja sama ITN Malang dengan perguruan tinggi luar negeri bukan kali pertama dilakukan. Strategi ini terus digenjot dengan alasan merupakan salah satu program rebranding dalam rangka membangun image baru. Program lainnya adalah meningkatkan kontribusi kampus terhadap pemerintah daerah untuk atasi persoalan di daerah. Dengan berbekal potensi dan karya nyata untuk mengatasi persoalan Pemerinta Daerah. Saat ini, pihaknya juga tengah melakukan riset mengatasi kemacetan di titik rawan macet Kota Malang. Rektor bahkan sudah membentuk tim khusus selain tim pakar Tata Ruang dan Wilayah, juga tim pakar masalah macet.
Rebranding juga dilakukan untuk sistem pengajaran dengan konsep Pembelajaran Tuntas. Kelulusan mahasiswa ditargetkan bisa mencapai 90 persen, dengan waktu belajar maksimal 5 tahun.
“Mahasiswa yang masuk ITN harus bisa lulus tepat waktu, karena itu sistem pembelajaran saat ini sudah kami ubah demi mencapai tujuan tersebut. Inilah janji ITN Malang kepada masyarakat,” ungkap Wakil Rektor 2 Dr. Julianus Hutabarat yang ikut mendampingi rektor saat wawancara beberapa waktu lalu.
Semangat ITN Malang terus berkobar untuk terus menjadi perguruan tinggi yang unggul. Seperti halnya semangat para pejuang kemerdekaan yang terus tumbuh di hati generasi masa kini, dan terus dibakar agar tetap membara.(lailatul rosida/red)