Dijemur Tujuh Jam Selama Empat Hari, Wakili Malang Belajar Pramuka di Amerika

Tak banyak siswa SD bisa berangkat ke luar negeri, baik untuk belajar atau  sekadar rekreasi. Sepuluh siswa kelas 5 dan 6 Sekolah Dasar Unggulan (SDU) Al-Ya’lu Malang termasuk istimewa. Meski usianya baru belasan tahun, mereka dipastikan terbang ke Negeri Paman Sam, Amerika Serikat.
Ya, kesempatan para siswa berusia sekitar 10 sampai 12 tahun ini didapat berkat kerja keras mereka saat mengikuti East Java Scout Challenge (EJSC) 2K15 di Batalyon Kavaleri 8/Tank Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, 11-14 Agustus 2015 lalu. Kompetisi pramuka yang digelar Kwartir Daerah Jawa Timur bersama DBL Jawa Pos ini dijuarai oleh tim putra Pramuka SDU Al-Ya’lu. Mereka berhasil melewati berbagai rintangan dan tantangan dalam kompetisi tersebut.
Kesepuluh anak yang akan berangkat ke Amerika membawa nama baik Kota Malang itu adalah Dzulfiqar, Ahmad Maddatstsir, Dies Haditsa Putra Nursadih, M Faiq Ubaidillah,M Abdul Basith A., Hamas Baja Sahik Al-Jaman, Rayhan Andrasakti R., Rohul Abid Salam, Shoffwan Wiranaba dan Sultan Azis Misbahi. Mereka akan berangkat ke Amerika sekitar pertengahan Oktober 2015 mendatang.
Dalam EJSC 2K15 kemarin, kesepuluh tim ini bekerja sangat keras. Bersama dengan sekitar 2.000 peserta lainnya, mereka harus berjemur di bawah terik matahari kurang lebih tujuh jam selama empat hari, mulai pukul 08.00 WIB sampai 15.00 WIB. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan Indoor sampai pukul 21.00 WIB atau 21.30 WIB.
Selama itu juga, mereka harus mengerahkan tenaga dan pikiran untuk memenangi lomba-lomba yang harus diikuti. "Mulanya kami resah karena di hari-hari awal tidak dapat medali. Baru pada beberapa hari selanjutnya, saya cukup bangga karena anak-anak ternyata bisa membawa medali," ujar Khoirul Huda, pembina utama SDU Al-Ya’lu, kepada Malang Post, kemarin.
Ia melihat anak-anak binaannya sangat gigih dalam menjalankan setiap babak. Terlebih, saat kegiatan berlangsung mereka tidak didampingi pembina. Sedangkan jarak antara lapangan dengan tenda, sekitar 500 meter.  "Ya begitu, jadi anak-anak dilepas saja. Mereka melakukannya sendiri. Mereka kembali kalau makan siang dan malam saja," tambah Huda.
Pimpinan Kontingen Cabang Pramuka Kota Malang, Ari Sugiharto yang juga mendampingi para siswa mengikuti EJSC menyebut, selama EJSC tim putra SDU Al-Ya’lu memang sudah tampak sebagai berita yang kuat dan diunggulkan. Ari mengatakan, padahal ia melihat banyak para peserta yang pingsan. Tapi, selama pelaksanaan EJSC kemarin ia mengklaim bahwa tidak satu pun anggota tim putra SDU Al-Ya’lu yang tumbang.
"Ini jelas menambah keyakinan saya saat itu, bahwa Al-Ya’lu yang menang. Karena sejak awal, mereka tampak sangat kompak, dalam mendirikan tenda, dan menjalankan games-games yang diselenggarakan panitia. Tak ada yang mengeluh, tenaga mereka kuat-kuat, saat cerdas cermat mereka juga pintar-pintar menjawab pertanyaan. Memang luar biasa," kata Ari.
Menurutnya, prestasi pramuka yang ditoreh SDU Al-Ya’lu merupakan prestasi yang sangat membanggakan. Ini dianggap sebagai awal mula kebangkitan pramuka di Kota Malang. Karena menurutnya, 10 tahun lalu pramuka di Kota Malang menjadi barometer pramuka se-Jawa Timur. "Kini, kami mulai bangkit lagi untuk menjadi pramuka yang berprestasi," jelasnya.
Kesepuluh siswa ini akan berangkat selama sepuluh hari ke Amerika. Di sana mereka akan mengunjungi Boyscout of Amerika, semacam gerakan pramuka di Amerika. Dari sana akan ada banyak pelajaran yang bisa diambil oleh para pelajar. Selain belajar, tentunya para peserta juga akan mendapat kesempatan untuk jalan-jalan. "Mereka berangkat bersama pembina.Tapi saat ini memang belum dipastikan kemana-mana saja, rencana sudah hampir selesai," kata Ari.
Ari juga menceritakan, bagaiamana perjuangan SDU Al-Ya’lu sampai bisa menang di EJSC 2K15. EJSC merupakan kegiatan pertama yang diinisiasi Wakil Gubernur Jatim Gus Ipul. Kota Malang merupakan peserta paling banyak dengan 5.000 peserta yang daftar. Dari jumlah tersebut diambil tiga tim putri dan tiga tim putra untuk melakukan pendataan.
Ditemukanlah tiga tim pemenang, yakni tim putra dari SDN Sukun 3, SD Bareng 1 dan SDU AL-Ya’lu. Sedangkan tim putri berasal dari SD Sukun 3, SD Laboratorium dan SDU Al-Ya’lu juga. "Kami datang tidak membawa nama pribadi, melainkan Kota Malang. Karena itu, kami semua bersyukur masih bisa menang disini," jelasnya.
Ketiga tim putra-putri ini berangkat bertepatan pada HUT Arema. Mereka mendapat akomodasi dan sponsor. Di sana, penampilannya sangat membanggakan. Puncaknya, pada 14 Agustus 2015 tim putra Al-Ya’lu diumumkan menjadi juara dan saat itulah, bagi Ari, masa kebangkitan Pramuka Kota Malang dimulai.
Sekretaris Kwarcab Pramuka Kota Malang Agus Sulistina menyebut, bahwa kemenangan Kwarcab Kota Malang yang dimenangi SDU Al-Ya’lu tidak terlepas dari ketua Kwarcab Malang Hj Dewi Farida Suryani dan Wali Kota Malang HM Anton. "Kami disupport penuh, baik materi maupun non materi. Inilah yang membuat Kwarcab Pamuka di Kota Malang berhasil tahun ini," tegasnya. (muhamad erza wansyah/ary)