Warga KWB Raih Penghargaan Yayasan Seni Rupa Indonesia

SEDERET penghargaan  bergengsi  berhasil direbut warga Kota Wisata Batu yakni Lintang Pandu Pratiwi dalam bidang menulis,menggambar hingga membaca. Menariknya, alumni Universitas Negeri Malang ini telah berkiprah sejak masih duduk di bangku TK.

Peraih penghargaan dari Yayasan Seni Rupa Indonesia ini sengaja  mengaplikasikan hobinya ke dalam buku cerita dongeng anak klasik Indonesia. Awalnya saya menulis cerita dongeng anak yang di Nusantara, karena terinspirasi dari ibundanya, Widayati Wulandari dan ayahnya Mudjab Wijaya yang sering membelikan majalah Bobo semasa masih Lintang masih TK hingga SD.
“Karena setiap hari ibu menceritakan dogeng sebelum tidur dan sudah menjadi kebiasaan, ketika saya masih berusia 5 tahun menginjak sekolah (TK),” ungkap perempuan asal Wonosobo, Jawa Tengah ini kepada Malang Post.
Dipaparkan bahwa  ia  juga menggemari seni melukis mulai Sekolah Menengah Pertama (SMP), akhirnya dia sering mengikuti lomba melukis tingkat pelajar SMP se Jawa Tengah. “Alhasil saya mendapat juara 2 lomba tingkat propinsi, dengan bangga dia terus semangat bergelut di bidang seni,” terangnya.
Warga  di Jalan Gading Mas Regency, Kavling 20, RT 24 RW 4, Desa Mojorejo, Junrejo, Kota Batu   ini mengaku selalu merasa sangat  nyaman berkarya  dan terus menuangkan inspirasinya dalam hal menulis maupun menggambar.
Selain itu, perempuan yang  mengambil Program Studi Desain Komunikasi Visual ini, menciptakan sebuah karya berbentuk buku dongeng anak klasik Indonesia, yang dilengkapi ilustrasi berdasar alur cerita dongeng anak Indonesia. Dia sendiri yang mengerjakan ilustrasi gambar dongeng tersebut. Tak hanya itu, ia juga menerbitkan 6 buku dongeng cerita anak yang sudah tersebar di toko buku seluruh Indonesia yang sudah berlabel Elex Media Indonesia.
“Saya menulis buku cerita dongeng anak Tahun 2015 ini, supaya cerita dongeng tersebut tidak akan hilang pada anak-anak Indonesia, sehingga bisa diceritakan secara ulang. Apalagi saat ini kemajuan teknologi yang semakin pesat bisa menjadikan anak Indonesia lupa dengan cerita dongeng di nusantara in,” tegasnya.
Buku  bersampul Werkudara dan timun mas ini, didalam isi buku tersebut terdapat 12 cerita legenda-legenda yang terdiri dari berbagai di Indonesia, seperti Malin Kundang, Putri Kandita, Bawang Merah dan Bawang Putih, Ande-Ande Lumut, Legenda Pesut Mahakam, Semangka Emas, Putri Sedoro Putih, Cindelaras, Joko Tarub dan Tujuh Bidadari, Pan Kasim dan Ular, Timun Mas, dan Si Leungli.
Proses pengerjaan buku ini, kurang lebih tiga bulan dengan 147 halaman. Paling membanggakan di buku ini, yakni mendapat respon dan diapresiasi khusus oleh Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa, dan Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait dan pemerhati anak Seto Mulyadi alias Kak Seto.“Saat beliau hadir dalam kegiatan Konggres Anak Indonesia (KAI) di Kota Batu, beberapa minggu yang lalu,” katanya.
Para tokoh nasional tersebut, langsung memberi respek yang baik dengan membubuhkan tanda tangan dan testimoni di buku tersebut.  Kak Seto menuliskan’Patut dibaca oleh para pendidik untuk didongengkan kembali kepada anak-anak sebagai pembentukan karakter anak di Indonesia’.Kemudian, Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait, juga memberi tanda tangan dan menulis pesan dibukunya. ‘Baik dibaca untuk membangun karakter anak’.Selanjutnya, Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawangsa juga melakukan hal yang sama, dengan menuliskan, ‘Referensi substantif bagi pengayaan anak di Indonesia’
”Buku ini yang menurut saya punya sejarah dan kebanggaan tersendiri, karena mendapatkan tanda tangan serta testimoni langsung dari ketiga tokoh yang peduli terhadap anak Indonesia,” ujar perempuan hobi membaca majalah fashion ini.
Lebih lanjut dengan ramah dia menuturkan bahwa terkait buku cerita dongeng klasik anak Indonesia ini, pada tahun 2014 lalu dirinya   mengirim ke salah satu penerbit nasional yang sudah ternama. Setelah dikirim bukunya, dalam jangka satu minggu, pihak penerbit sudah mengasih respon yang positif.“Akhirnya buku saya sudah terbit dan sudah bisa untuk dibeli di toko buku yang tersebar di Indonesia,” tambah dia.
Disamping itu, Lintang sekarang ini, sudah mulai menggeluti dunia trend fashion blogger, dengan memperlihatkan hasil baju yang dipakai mix n match sendiri menggunakan gaya vintage yang elegan.“Alhamdulilah, sekarang ini blog saya sudah dibaca oleh para fashion blogger Internasional dari Indonesia sendiri dan Amerika Serikat, seperti Lucie Srbova dan Nancy Zhang. Berharap selain menggeluti dunia ilustrator menulis buku dongeng, bakat baru fashion blogger ini juga memberikan hal yang bermanfaat dan dapat diterapkan di Indonesia,” pungkas Lintang. (imam syafei/nug)