Matali, Sukses Kembangkan Aquascape Hingga 500 Jenis

TAK banyak masyarakat dan petani yang mengembangkan tanaman Aquascape. Salah satunya adalah Matali, Warga Dusun Babaan, Desa Ngenep, Kecamatan Karangploso.Pria berusia 73 tahun ini sukses mengembangkan 500 jenis tanaman aquascape yang dikembangkan sejak tahun 1980. Kini telah diekspor ke berbagai negara di Benua Eropa.

Hamparan tanaman hijau tampak terlihat luas di lahan Dusun Babaan, Desa Ngenep, Kecamatan Karangploso. Membuat suasana di tempat tersebut tampak sejuk. Hamparan tanaman hijau itu, berbeda dari tanaman biasanya. Lantaran media pot yang digunakan sebagai tempat tanaman itu memakai ember plastik.
Di ember tersebut, terdapat air yang masih menggenang. Sedangkan isi dari ember plastik itu adalah tanah basah dan terdapat tanaman hijau berbagai ukuran. Ya itulah tanaman jenis aquascape atau biasa disebut tanaman air. Hamparan tanaman aquacape itu, adalah milik Matali. Tanaman itu dibudidayakan di tempat terbuka dan tertutup.
Untuk di tempat tertutup, menggunakan media jaring. Tujuannya, untuk mengurangi sinar matahari yang mengenai tanaman tersebut. Dari tampak kejauhan, di lahan tersebut terdapat seorang memakai kemeja putih yang sedang mengecek tanaman. Ya, dia adalah Matali, pemilik tanaman aquascape yang di atas lahan lebih dari enam hektare.
“Untuk tanaman aquascape yang ditanam di tempat terbuka, adalah teratai. Sedangkan Melati Air, adalah salah satu tanaman aquascape yang membutuhkan sedikit cahaya,” ujar Matali mengawali pembicaraan.
Sembari asyik mencabuti tanaman aquascape yang siap panen itu, dia terus melanjutkan pembicaraannya dengan wartawan Malang Post. Kali pertama mengembangkan tanaman jenis tersebut pada tahun 1980.
“Saat itu, saya diberi teman sebanyak tiga tangkai tanaman melati air dari Jepang. Kemudian, saya tanam di lahan dekat rumah,” ujarnya.
Melati air yang ia tanam tersebut, mempunyai bunga yang sangat cantik dan berwarna putih bersih.
Karena kecantikan bunga dari tanaman itu, ia mempunyai inisiatif untuk mengembangkannya. Apalagi tanaman itu juga bisa tumbuh di dalam air tawar. Lantaran sebagai hiasan akuarium maupun kolam ikan. Selain itu, tanaman aquascape tersebut dapat membunuh bakteri dan kuman yang mengganggu kesehatan ikan.
“Karena banyak manfaatnya, saya berupaya untuk mengembangkannya. Saya mencoba meyilangkan tanaman aquscape dengan tanaman lokal,” tuturnya.
Hasil penyilangan itu, ternyata sangat memuaskan. Seiring berjalannya waktu, jenis tanaman tersebut berkembang sangat banyak. Total saat ini terdapat 500 tanaman aquascape
Diantaranya Cryptocorine, Bucephalandra, cryptocoryne ideii, dan cryptocoryne pontederiifolia. Tanaman itu dikembangkan melalui penyilangan yang disengaja dan tidak disengaja. Penyilangan yang disengaja, yakni dengan bantuan manusia. Sedangkan penyilangan yang tidak disengaja, lantaran faktor alam.
“Contohnya kupu-kupu yang bermigrasi dari daerah lain menuju tempat ini, juga membawa serbuk bunga. Sehingga, bisa menimbulkan jenis tanaman aquascape yang baru,” kata pria asli Lumajang tersebut.
500 jenis tanaman aquascape itu, selanjutnya dipasarkan ke tingkat basional bahkan benua Eropa. Antara lain seperti Belanda, Jerman, Prancis, Inggris dan Italia. Sedangkan yang paling rutin memesan adalah dari Belanda dan Jerman.
“Sebelum dijual dan dikirim, tanaman ini harus dibersihkan terlebih dahulu. Tanaman jenis Aquascape ini bertahan hingga satu minggu. Sedangkan perjalanannya menggunakan pesawat, maksimal satu hari,” tuturnya.
Berkat keseriusannya menekuni budadaya tanaman Aquascape itu, saat ini memperoleh omset rata-rata Rp 60 juta per bulan. Dia juga dibantu oleh 20 orang karyawannya untuk mengembangkan usahanya tersebut. Selain itu, usahanya tersebut terus berkembang.
“Tentunya saya bersyukur atas kesuksesan usaha ini. Dari awalnya hanya dikasih bibit dari teman saya, sekarang ini malah bisa mengembangkan 500 jenis tanaman aquascape. Saya tidak melupakan jasa teman yang telah memberikan tanaman ini,” tuturnya.
Selain itu, tanaman aquascape yang dikembangkannya itu, ditunjuk satu-satunya oleh Pemkab Malang melalui Dinas Kelautan (DKP) sebagai percontohan pengembangan tanaman aquascape di Kabupaten Malang. (binar gumilang/ary)