Adilla Reksy Tania, Juara 1 FLS2N 2015 di Palembang

Siswi SDN Ngaglik 01, Kota Batu, Adilla Reksy Tania berhasil merebut juara 1 Membuat Gambar Bercerita di Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) 2015. Dilla sapaan akrabnya, mengalahkan ratusan peserta se- Indonesia pada festival yang digelar pada 23 – 29 Agustus lalu, di Palembang Sumatera Selatan tersebut.

Gadis cilik ini memang memiliki bakat melukis dan menggambar sejak kecil. Dilla yang kini berusia 11 tahun ini, kerap mengikuti berbagai perlombaan melukis dan menggambar. Kali pertama mengikuti lomba melukis pada jenjang TK, langsung menyabet juara satu tingkat Kecamatan Batu.
“Saat kelas 3 SD saya sering sekali mewakili sekolah untuk mengikuti lomba melukis di tingkat Kecamatan dan Kota. Saat itu, sempat jadi juara 3 tingkat Kota Batu yang diadakan oleh Dinas Pendidikan,” terang dia.
Putri dari pasangan Saiful Mustakim dan Larasanti itu juga aktif mengikuti kegiatan seni di sanggar yang berada di Desa Ngaglik, Kota Batu.  Namun, kewajiban sebagai siswa, yakni belajar tak pernah dia lupakan.
“Saya harus bisa membagi waktu belajar, tidak melukis saja. Kalau saya lupa belajar orang tua akan marah,” tegas perempuan yang tinggal di Jalan Samadi Gang 3 No. 41 Pesanggrahan Kota Batu ini.
Jalan terjal ditempuh Dilla sebelum menjadi juara 1 membuat gambar bercerita FLS2N pada jenjang Sekolah Dasar. Mulai dari bertanding di tingkat Kecamatan Kota Batu. Dia mengambil tema “Legenda Asal Usul Kota Banyuwangi”.  Saat jadi juara di tingkat kota, tema yang diangkat “Legenda Timun Mas”.
Di tingkat provinsi, persaingan semakin ketat. Namun Dilla lagi-lagi berhasil mengalahkan semua peserta. Tema dalam lomba itu tentang kebudayaan nusantara untuk menyongsong generasi muda mencintai budaya nusantara.
Di FLS2N, perlombaan kian ketat. Peserta diminta menggambar sesuai dengan tema yang ditentukan. Dalam lomba tersebut peserta hanya diberi waktu pengerjaan selama delapan jam.
“Saya menggambar tema tentang generasi muda meraih cita dan mencintai budaya nusantara. Dalam tema itu, saya menggambar orang-orang yang berpakaian adat, menggambar seni tradisional di Indonesia, serta menambahkan anak yang sedang belajar,” urainya.
Tak hanya meraih piagam dan beasiswa. Juara 1 akan dikirim ke lomba internasioanl di Beijing Tiongkok.(mg12/ary)