GHIPPA Mekar Sari Jaga Produktivitas Padi di Kemarau

KREATIVITAS para petani dari Gabungan Himpunan Petani Pemakai Air (GHIPPA) Mekar Sari, patut diapresiasi. Musim kemarau seperti saat ini, mereka tetap menjaga produktivitas padi dan terhindar dari ancaman gagal panen. Berkat kesuksesan tersebut, GHIPPA Mekar Sari melaju ke Provinsi Jawa Timur, dalam Lomba Pembinaan GHIPPA.

Ratusan petani yang ada di empat desa di Kecamatan Pagelaran, tidak khawatir ancaman gagal panen pada musim kemarau saat ini. Lantaran, pasokan air melalui saluran irigasi pertanian yang mengaliri sawah mereka masih terjaga. Empat desa itu yakni, Desa Kademangan, Desa Pagelaran, Desa Brongkal dan Desa Banjarejo.
Pada musim panen nanti, mereka bakal menghasilkan panen delapan ton gabah kering tiap satu hektare. Sedangkan total luas lahan sawah yang ada di empat desa itu, yakni 360 hektare. Bakal panen dengan hasil yang melimpah itu, berkat kreativitas GHIPPA Mekar Sari dalam menjaga debit air, supaya tidak berkurang saat musim kemarau.
Yakni dengan melakukan normalisasi saluran air dan membagi air secara merata untuk empat desa tersebut. “Fungsi dan tugas kami, menjaga supaya debit air terbagi secara merata untuk pesawahan yang ada di empat desa di Kecamatan Pagelaran tersebut,” ungkap Ketua GHIPPA Mekar Sari, M Rokhim, kepada Malang Post.
Debit air yang ada, dibagi secara merata dan bergantian. Meski debit air semakin menurun saat musim kemarau, tetap dibagi secara adil dan merata. Hal itu bertujuan agar seluruh sawah di empat desa tersebut, tetap teraliri air dengan baik. Lantaran area persawahan, sangat mutlak memerlukan air yang dipasok secara teratur.
“Biasanya di tempat lain ada ribut-ribut masalah pembagian air. Kalau di tempat kami, tidak begitu. Kami selalu berkoordinasi dengan juru pengairan,” tuturnya.
Setelah air terbagi merata seluruh persawahan, selanjutnya tugas para petani untuk mengolah sawah mereka supaya tetap subur dan produktif.
Pantas saja, area sawah yang ada di tempat tersebut, tetap subur. Selain itu, para petani saat panen nanti, akan menghasilkan produktivitas sebesar 2.880 ton. “Dibayangkan saja harga jual standar gabah kering kalau satu kilonya Rp 8 ribu, maka sekali panen kami mempunyai pendapatan lebih dari Rp 23 miliar,” tuturnya.
Sangat melimpahnya hasil panen di empat desa tersebut, membuat GHIPPA melakukan inovasi dan pengembangan. Tidak hanya bergerak di sekor pertanian saja, melainkan juga mengembangkan di sektor peternakan dan budidaya ikan. Hal itu, untuk mensejahterakan anggota GHIPA Mekar Sari, para petani dan masyarakat.
“Kami menerapkan sistem saham bagi anggota yang tergabung dalam GHIPPA,” imbuhnya.
Setiap satu anggota GHIPPA Mekar Sari, wajib iuran satu juta per bulan. Sedangkan 15 persen dari iuran keanggotaan itu, dialokasikan untuk mengembangkan sektor usaha lain dari GHIPPA Mekar Sari.
Kreativitas dari GHIPPA Mekar Sari tersebut, mengantarkan meraih prestasi. Pada bulan Juni tahun 2015 kemarin, GHIPPA Mekar Sari meraih juara satu lomba pembinaan GHIPPA  se Bakorwil Malang. Atas prestasinya itu, juga mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melalui Dinas Pengairan Kabupaten Malang.
Penghargaan itu diserahkan Sekda Kabupaten Malang Dr H Abdul Malik di Pendopo Kabupaten Malang di Kepanjen, beberapa waktu lalu Selain mendapatkan penghargaan dan uang pembinaan, GHIPPA Mekar Sari juga berhak mewakili Kabupaten Malang dalam lomba pembinaan GHIPPA tingkat Provinsi Jawa Timur.
“Saat ini, kami mempunyai 345 anggota maupun petani yang tergabung dalam GHIPPA Mekar Sari. Kami lebih berkonsentrasi untuk meningkatkan kesejahteraan para petani dan juga masyarakat,” terangnya. Sehingga dengan harapan melalui pertanian, tetap menghasilkan kemandirian dan mendongkrak kesejahteraan masyarakat.
Pengelolaan pertanian yang baik, membuat area pertanian yang ada di empat desa tersebut tampak subur. Meski saat ini musim kemarau, tidak ada lahan pertanian yang kekeringan. Pasokan air melalui irigasi pertanian juga terjaga dengan baik. “Kunci kesuburan dari pertanian, adalah irigasi pertanian yang baik,” terang Rokihm
Sedangkan Kepala Dinas Pengairan Kabupaten Malang, Ir Wahyu Hidayat MM mengapresiasi atas inovasi dan kreasi dari GHIPPA Mekar Sari. “Kreasi dan inovasi dari GHIPPA Mekar Sari ini wajib ditiru oleh petani lainnya,” terangnya.
Menurutnya, GHIPPA Mekar Sari menjunjung semangat maupun selogan dari Dinas Pengairna Kabupaten Malang, yakni Irigasi Teratur, Pertanian Subur, Rakyat Makmur. (Binar Gumilang/ary)