Juara 1 Troi Seri 2 Nasional, Langsung Fokus Kejurnas Manado

Ike Ayu Wulandari, atlet paralayang kebanggaan asal Kota Batu, baru saja menorehkan prestasi. Pada pertengahan September lalu, ia meraih juara 1 Paradigling Trip of Indonesia (Troi) Seri 2 Nasional di Bukit Labaong, Sumbawa Nusa Tenggara Barat. Siapa sangka, kiprahnya di paralayang berawal dari kecelakaan.

Ditemui wartawan Malang Post di Pusat Latihan Daerah (Puslatda) di Gunung Banyak, Songgokerto, Kota Batu, Ike, sapaan akrabnya baru saja landing dari udara. Ia masih mengenakan baju perlengkapan olahraga paralayang. Melihat perawakannya, orang pasti tak menyangka bahwa gadis ini sudah menaklukkan udara. Terbang di ketinggian tertentu, yang bagi kebanyakan orang dianggap menakutkan.
 “Sebelum atlet paralayang, saya pernah menjadi atlet downhill selama setahun saja itu saat SMP, saya berhenti karena mengalami kecelakaan yang menyebabkan gigi depan hancur,” ungkap perempuan 20 tahun ini sembari tertawa.
Pasca-kecelakaan tersebut, perempuan kelahiran Malang, 15 Februari 1995 ini, berhenti dan tidak diperbolehkan oleh orang tuanya berolahraga ekstrem. Kemudian, ia mencoba latihan olahraga paralayang di Gunung Banyak, Kota Batu. Pada saat itu, ia masih belum punya peralatan paralayang, jadi masih pinjam ke Puslatda Jatim.
Awalnya Ike takut. Namun ia memberanikan diri untuk mencoba. Lama kelamaan akhirnya suka dan ketergantungan pada olahraga tersebut. Pada tahun 2011 ada Kejurnas di Festival Danau Toba, Ike mengikuti kejuaraan tersebut.
“Kali pertama saya mengikuti olahraga paralayang dan kali pertama saya mendapat juara 1 dalam kategori ketepatan mendarat putri, jumlah pesertanya 100 lebih,” ujarnya.
Berkat keberhasilan menjadi juara. Akhirnya ia makin serius di olahraga paralayang. Kemudian sering mengikuti latihan rutin usai pulang sekolah.
“Sebetulnya orang tua tidak mengetahui, kalau saya ikut perlombaan tersebut. Setelah orang tua tahu mendapat juara. Akhirnya saya didukung bahkan dibelikan parasut dengan harga sekitar 40 juta pada waktu itu,” urai putri dari pasangan dari Jumar Edi Susilo dan Endang Yuliati ini.
Perempuan yang tinggal di Jalan Semangka No 34, Songgoriti, Kota Batu ini, makin giat berkat dukungan orang tua. Apalagi setiap latihan orang tua selalu ikut dan memberi semangat.
“Saya latihannya ikut kelas senior putri Jatim seminggu tiga kali, yakni hari Selasa, Rabu, dan Kamis,” tegasnya.
Pada tahun 2014, ia membawa nama Kota Batu ke kancah internasional. Pada Kejuaraan Tingkat Internasional PGA WC di Bali. Ia mendapat juara 1 kelas perorangan putri.
“Kejuaraan yang di Bali itu yang membuat saya merasa bangga bisa mengharumkan nama Indonesia, melawan talenta atlet paralayangnya lainnya,” ucapnya.
Disamping itu, prestasi  yang baru-baru ini yakni, Kejuaraan Nasional Troi Seri 2 yang diadakan di Bukit Labaong, Sumbawa. Dilaksanakan pada tanggal 18 - 20 September 2015. Ia mendapat juara 1 dalam kategori ketepatan mendarat kelas perorangan putri.
“Langsung latihan rutin untuk Kejurnas berikutnya,” pungkasnya.
Disamping itu, latihan secara rutin dilakukan guna mempersiapkan diri mengikuti kejuaran-kejuaraan nasional yang akan dilaksanakan pada Bulan Oktober mendatang di Kota Batu sendiri. Setelah itu, Ike juga akan mengikuti Kejurnas Troi Seri 3 di Manado pada Bulan November mendatang.
Ike sendiri merupakan anak tunggal. sekarang tidak melanjutkan kuliah karena masih fokus dan menekuni olahraga paralayang ini. “Buat anak apa pun saya turuti, karena anak satu satunya, orangtua sangat mendukung, meskipun olahraga ini sangat berbahaya,” kata ibu Ike Endang Yuliati.
Endang ti mengatakan, saat mengetahui anaknya mengikuti olahraga paralayang sempat tidak setuju. Karena olahraga berbahaya. Namun karena keteguhan Ike berlatih, akhirnya orang tua luluh. Apalagi berkat bimbingan para pelatihnya Sugeng Santoso dan Yustira R, Ike bisa meraih prestasi.(mg12/ary)