Inovator Pakan Lele dan Bebek, Wakili Jatim ke Tingkat Nasional

Areal kolam Lele milik Daru di kawasan Nganjuk, dia kini mengembangkan usaha ternak bebek.

Priyandaru Agung ET, Pengusaha Muda Sukses
Titik balik kehidupan Priyandaru Agung ET, dimulai pada tahun 2013. Saat itu, ia lolos seleksi tahap awal Diplomat Success Challenge 2013. Saingannya tak sedikit, 4.000 anak muda se Indonesia dan Singapura! Bahkan tembus sebagai runner up ajang itu, kini Daru sapaan akrabnya adalah pengusaha muda yang sukses.

Saat lolos seleksi Diplomat Success Challenge 2013, tak ada satu pun rekan Daru yang tahu. Ia sengaja menyimpan kebanggaan itu dalam hati. Sedangkan teman-teman sepermainannya dilanda kegalauan menunggu pengumuman. Mereka mendaftarkan diri sendiri tanpa memberitahu Daru, bermain rahasia.
Beberapa minggu sebelumnya, teman-teman Daru memang seolah menyembunyikan apa yang mereka lakukan dari Daru. Kala itu, pria kelahiran Jember itu mendatangi temannya yang sedang berkumpul di suatu siang. Bertanyalah Daru kepada teman-temannya yang sedang sibuk mengotak-atik laptop. "Sedang apa sih?" kata Daru kepada teman-temannya.
Bukannya menjawab, sambil tertawa-tawa kecil, teman-temannya itu bertingkah aneh. Mereka berbalik badan dan enggan memberi tahu apa yang sedang dilakukannya. Padahal, sejak awal Daru sendiri tahu kalau teman-temannya itu sedang mengirim proposal sebagai syarat mendaftar Diplomat Success Challenge 2013 yang merupakan ajang kompetisi wirausahawan muda kreatif se-Indonesia.
Agak sedikit kesal, Daru diam-diam juga membuat proposal untuk mendaftar pada event bergengsi itu. Ajaib! dalam 25 menit proposal wirausaha jadi dan ikut dikirim ke panitia acara melalui email sebagai pelengkap pendaftaran. "Huft," seru Daru yang pada 2013 lalu masih menjadi salah satu mahasiswa Fakultas Perikanan. Ia lega, karena pada akhirnya Daru bisa ikut serta dalam kompetisi yang sudah lama ia idamkan.
Tidak lama setelah proposal terkirim, teman-temannya yang tadi bersembunyi kembali menemui Daru dan memamerkan diri kalau mereka sudah mendaftar Diplomat Success Challenge. Dalam hati, Daru diam saja dan tak berkomentar banyak dan enggan menceritakan bahwa ia juga mendaftar.
Sampai pada waktu pengumuman tiba, teman-teman Daru kebingungan karena tak kunjung mendapat balasan dari pihak penyelenggara. Mereka mengeluh di depan Daru. Lalu Daru? Hanya tertawa dalam hati karena ia enggan memamerkan keberhasilannya di depan para temannya. Hingga seminggu berlalu, teman Daru kaget melihat nama Daru terpilih menjadi salah satu peserta yang masuk menjadi peserta Diplomat Challenge 2013.
Di sinilah cerita tentang titik balik Daru dimulai. Mendadak usaha pakan ternak yang mulai ia rintis sejak 2012 berkembang pesat. Karena setelah melalui berbagai proses dalam Diplomat Challenge 2013, ia berhasil melaju hingga menjadi runner up dan mendapat hadiah lebih dari Rp 200 juta. Dana segar itu, langsung ia gunakan sebagai tambahan modal usaha pakan lele itu.
Keberhasilan Daru melalui rintangan dalam Diplomat Success Challenge 2013 itu tidak lain karena tekat dan kreatifitas Daru dalam mengelola usahanya. Ya, dimulai sejak tahun 2012 saat ia sedang mencoba ikut dalam ajang Technopreneurship Pemuda yang diselenggarakan Dikti, ia berhasil menaklukkan sekitar 4.000 peserta terjaring dan menjadi juara dalam ajang tersebut.
Kemenangan itu ia raih berkat inovasi pakan lele yang ia dapati setelah melakukan riset. Pakan lele milik Daru, berbeda dengan pakan lele lain. Ia menggunakan bahan mix sayur-sayuran sebagai tepung ikan yang menjadi bahan utama dari pakan lele. Inovasi ini bisa menekan penggunaan tepung ikan, namun tetap membuat pakan lele memiliki protein yang setara dengan pakan lele merk lainnya.
Di sisi lain, inovasi ini juga menghasilkan pakan lele yang lebih murah daripada pakan lele yang beredar di pasaran yang kebanyakan berasal dari negara lain. Pakan lele produksi Daru, bisa menghemat penggunaan Rp 50 ribu per 30 kilogram pakan lele. Kebutuhan pembudidaya lele, biasanya sekitar 75 sampai 85 kilogram per 1.000 bibit sekali panen.
Artinya, bila digunakan untuk satu kolam yang berisi 5.000 bibit lele, penghematan bisa mencapai Rp 500 ribu sampai Rp 650 ribu. Inovasi ini, akhirnya membuat Daru mendapat hadiah dari kompetisi itu senilai Rp 50 juta. Ide pakan lele dari sayuran mix mulai terealisasi berkat hadiah dari lomba tersebut.
Rintangan dalam upaya Daru merintis usaha muncul, saat dirinya merugi lantaran ditipu oleh kenalannya sendiri. Saat mulai usaha, uang hasil hadiah sudah menipis karena dibelanjakan keperluan lain. Nah, pada saat membeli mesin untuk produksi pakan, Daru malah kena tipu. Mesin yang harga sebenarnya Rp 8 juta, ia beli dengan harga Rp 20 juta. Kala itu, ia hampir terjatuh, namun Daru terus memotivasi diri sendiri agar rintangan itu tak membuat usahanya terhambat.
Benar saja, karena kegigihan itu, Dikti mulai melirik Daru lagi. Ia diberi modal tambahan sebesar Rp 50 juta. Tambahan modal itu, membuat usahanya mulai bangkit perlahan. Hingga, pada tahun berikutnya ia menjadi runner up Diplomat Success Challenge dan mendapat hadiah Rp 200 juta. Hadiah sebesar ini, membuat usaha pria kelahiran 23 Februari 1990 itu berkembang dengan sangat pesat.
Pesatnya perkembangan usaha pakan lele milik Daru ini terlihat dari pakan lele yang ia hasilkan dalam satu bulan. Usaha yang dinamai Sentra Pakan Berkah itu, bisa menghasilkan tiga sampai lima ton pakan lele per bulan. Di luar itu, kolam lele yang ia miliki juga bisa menghasilkan setengah sampai satu ton per 15 hari.
Bisa dibayangkan, berapa keuntungan yang ia bisa dapat di usianya yang baru 25 tahun itu? Sayangnya, Daru enggan membuka omzet dan keuntungan per bulan dari usahanya. Menurutnya, lebih baik nominalnya tak perlu disebutkan. Yang jelas, Daru memiliki 27 kolam ikan dalam kurun tiga tahun ini.
"Apalagi, baru empat bulan lalu saya kena musibah karena ditipu karyawan sendiri dan kerugian mencapai Rp 80 juta. Itu menyebabkan produksi menurun, meskipun sekarang sudah mulai meningkat lagi," jelas Daru.
Apa yang telah dilakukan Daru hingga menjadi sukses, tidak terlepas dari cara hidupnya yang sudah dituntut mandiri sejak kecil. Ya, sejak kecil Daru tidak pernah melihat ibu dan ayahnya. Kedua orang tua Daru, merupakan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang tak pernah diketahui kabarnya. Sejak kecil, ia tinggal bersama kakek dan neneknya yang saat ini keduanya juga sudah meninggal.
Sempat ia bertemu ibunya saat duduk di kelas 2 SD, namun itu hanya berlangsung selama lima bulan. Setelah itu, ibunya kembali pergi ke TKI sebagai Malaysia.
"Selama 18 tahun ibu saya menghilang tanpa kabar. Baru ketemu lagi, awal tahun ini dan ia sudah menjadi warga negara Malaysia," kata Daru sampai tertawa kecil.
Pernah kehilangan orang tua selama 18 tahun ini, juga menjadi salah satu alasan Daru kenapa mengikuti Diplomat Success Challenge pada 2013 lalu. "Karena mau masuk televisi, biar ketemu sama ibu," imbuhnya diselingi tawaan ringan. "Tapi itu cuma salah satu alasan loh, yang utama bukan itu," lanjutnya.
Daru kini akan terus mengembangkan usahanya. Baru-baru ini ia juga mulai merambah sektor lainnya, yakni ternak bebek pedaging, termasuk pakannya. Ternak bebek milik Daru, bisa menghasilkan 100 sampai 150 kilogram daging per 15 hari. Selain itu, ia juga aktif diundang ke seminar-seminar bisnis dan entrepeneur sebagai pembicara.
Hampir tiga minggu lalu, ia juga ditetapkan sebagai juara satu bidang pertanian, perkebunan dan peternakan dalam pemilihan wirausaha muda pemula berprestasi tingkat Jatim dan berhak mendapat Rp 10 juta. Pria yang besok (11/10/15) akan melaksanakan wisuda ini, akan dikirim ke tingkat nasional mewakili Jatim. "Pakan lele memang bawa berkah bagi saya. Makanya saya namai Sentra Pakan Berkah," pungkasnya gembira. (muhamad erza wansyah/ary)