Santun, Diapresiasi TNI, Disambut Hangat Pasoepati

Arema memang telah kalah dalam laga leg kedua semifinal Piala Presiden 2015 yang mempertemukan Sriwijaya FC melawan Arema Cronus di Stadion Manahan Solo. Namun Aremania patut berbangga hati, karena dalam lawatan itu terasa spesial bagi tim dan suporternya. Berstatus sebagai tamu, Aremania dan Aremanita menguasai hampir seluruh tribun dan mengundang kekaguman aparat keamanan di Surakarta serta suporter tuan rumah, Pasoepati.

Aremania, yang telah datang sejak Jumat atau dua hari sebelum laga, membuat Danrem 074/WRT Kol Inf Bakti Agus Fadjari S.IP dan jajarannya penasaran. Perwakilan Aremania pun mendapatkan undangan menemui Danrem dan Dandim Surakarta, Letkol Inf Chrisbianto di sela kesibukan persiapan mengamankan laga. Ditemani Sekjen Pasoepati Anwar Sanoesi, berikut perjalanan perwakilan Aremania dan Malang Post yang turut mengawal pertemuan tersebut.

Perwakilan Aremania pertama kali datang Minggu subuh. Begitu memasuki Solo, rombongan yang berangkat dengan dikomandoi oleh Humas Tour Aremania Ahmad Ghozali dan Cakno menuju markas Anwar di kawasan Bandara Adi Soemarmo. Sejenak bergantian membersihkan badan bagi 18 Aremania dalam rombongan, perbincangan pun mulai terjadi.

"Kami sowan sekaligus meminta izin datang ke kota yang ramah ini, termasuk bagi Aremania, sekalipun secara lisan sudah begitu ada keputusan laga ini di Stadion Manahan," ujar Ahmad yang kerap dipanggil AK ini.

Menurutnya, Pasoepati luar biasa. Mereka menyambut kehadiran Aremania dengan spesial di laga tersebut. Sekalipun hal yang sama juga berlaku bagi suporter Sriwijaya FC. “Kali ini sepertinya berbeda. Spanduk selamat datang jauh lebih banyak dari lawatan kami sebelumnya. Kami mengucapkan terima kasih,” ujar AK.

Menurut dia, sowan ini untuk menjaga pula silaturahmi. Ada sejarah panjang antara Aremania dan Pasoepati, yang telah terjalin sejak lama. Aremania ingin terus menjaganya, dengan sopan santun ketika masuk ke wilayah tuan rumah.

Sementara, Anwar Sanusi yang ditemani oleh Candra Setiawan menuturkan, dengan terbuka menerima siapapun yang ingin sowan. Termasuk Aremania, yang dalam laga berstatus tim tamu. "Meski tamu, ternyata yang mendominasi Aremania ya," sebut dia, dengan tersenyum.

Anwar menyampaikan, laga Piala Presiden ini memang spesial. Suporter setia Persis Solo itu, memberikan ucapan selamat datang di berbagai sudut kota, yang merupakan pusat keramaian. Terutama, daerah perempatan dan lampu merah. Berbagai ucapan selamat datang dan ajakan untuk menjaga kekondusifan Solo, disampaikan dalam spanduk tersebut. "Kami harap, Aremania dan juga semua, bisa menjaga kondisi aman yang ada. Termasuk di dalam stadion, jangan ada permasalahan, baik dari suporter maupun pemain," urai pria yang sudah 15 tahun aktif sebagai Pasoepati itu.

Dia menyampaikan, terkait beberapa kata-kata dalam spanduk, termasuk keinginan Pasoepati mengajak suporter menghilangkan kata rasis ketika mendukung tim idolanya. "Sebagian besar merupakan ucapan selamat datang. Tetapi, kami juga menitip pesan mengenai pentingnya menjaga keamananan di Solo," tambah dia.

Wajar memang, ketika Solo dipilih menjadi kandang Sriwijaya FC menjamu Arema, suporter lokal itu turut diturunkan menjaga keamanan serta berkordinasi dengan Aremania, yang hadir dalam jumlah tidak sedikit. Termasuk menemani perwakilan Aremania, menemui Danrem, Dandim serta kepolisian.

Selanjutnya, dengan Anwar, perwakilan Aremania yakni AK, Cakno dan Indah, bertemu dengan Danrem 074/ WRT Kol. Inf Bakti Agus Fadjari S.IP dan Dandim Surakarta, Letkol Inf Chrisbianto Arimurti berlangsung di Hotel Aston Solo. Selama kurang lebih 30 menit, terjadi perbincangan antara pemangku keamananan wilayah Solo dan perwakilan Aremania serta Pasoepati itu.

"Luar biasa Aremania. Mereka datang dengan jumlah yang tidak sedikit," ujar Danrem 074/ WRT Kol. Inf Bakti Agus Fadjari S.IP, ketika mengetahui berapa jumlah Aremania yang datang.

Aremania, yang berangkat ke Stadion Manahan Solo, tidak hanya berasal dari Malang saja. Dari berbagai penjuru kota seperti Jakarta, Bali, Mojokerto dan banyak lagi. Setidaknya, 15 ribu penonton hadir. "Banyak yang hadir, kami harap semua bisa berjalan lancar. Semua elemen, harus bahu membahu menyukseskan laga ini termasuk dengan TNI," tambah dia.

Dia mengapresiasi kedatangan Aremania yang nyatanya memenuhi 90 persen stadion berkapasitas 25 ribu penonton itu. Totalitas itu, sudah diakui oleh banyak orang termasuk Danrem 074 dan jajarannya. "Infonya, ada yang naik kereta dari hari Jumat sore. Tinggal dimana mereka selama dua hari ini,” tanya dia.

Ketika mendapati jawaban jika mereka diterima di markas Pasoepati, Danrem berterima kasih. Hal ini membuktikan semua elemen di Solo sudah total menjadi tuan rumah laga usiran itu dan patut diapresiasi.

Dia melanjutkan dan menjadi sebuah harapan, apapun hasil pertandingan, semua bisa menerima. Termasuk menerima kekalahan atau tidak berlebihan ketika bereuforia kemenangan.

Ya, laga itu bagi Arema dan Aremania patut jadi suatu pelajaran, tak terkecuali terima hasil dengan lapang dada. Meski Solo memang tuan rumah yang baik, namun hingga kini masih kurang membawa keberuntungan bagi tim Arema Cronus. Terima kasih Solo. (stenly rehardson/ary)‎