Letda Cba (K) Sri Mulyati, Kowad Jago Menembak Asal Malang

BERPRESTASI: Danton 2 Kijar A Dodik Belanegara Rindam V/Brawijaya, Letda Cba (K) Sri Mulyati segera  mewakili Kodam V/Brawijaya dalam kejuaraan antar Kowad se-Indonesia.
LETDA  Cba (K) Sri Mulyati, mungkin tak berbeda dengan para ibu lain, bila ia sedang menggunakan pakaian non-formal. Sebab, wanita berusia 38 tahun ini merupakan  ibu dari kedua anaknya. Namun, jangan salah sangka. Meski terlihat seperti ibu-ibu biasa, bila Sri sudah berseragam lengkap dengan senjata pistolnya, kepala anda bisa berlubang terkena peluru dari pistol Sri yang melesat dengan akurat.
Ya, itu bisa saja dilakukan Sri bila memang perlu dilakukan. Sebab, istri dari Lettu Cba Agus Budi Sutanto ini bisa dibilang merupakan anggota Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) TNI terbaik se-Indonesia dalam urusan tembak-menembak menggunakan pistol. Ya, karena sudah berulang kali, wanita yang saat ini menjabat sebagai Danton 2 Kijar A Dodik Belanegara, Rindam V/Brawijaya itu menjadi juara pistol dalam kejuaraan pistol yang melibatkan seluruh Kowad di Indonesia.
Sri tergolong lihai menggunakan pistolnya, Ia bisa menembakan peluru secara akurat ke sasaran yang diam dalam jarak 20 meter baik menggunakan tangan kanan, tangan kiri, maupun dua tangan sekaligus. Untuk target bergerak pun, ia bisa menembakan secara akurat dalam jarak 15 meter,
Ibu dari Yuni Kartika Sutanto dan Dian Putri Sutanto ini juga bisa menembak sambil bergerak. Ini teruji ketika ia bisa melalui lomba bersama anggota timnya pada sejumlah kejuaraan yang menuntut Sri menembak sambil tiarap, duduk, berlutut, sampai beridiri sambil berlari. Begitu juga dengan pertandingan tim yang harus menjatuhkan plate besi lawan lebih dulu,
Kemampuan-kemampuan ini bisa dibuktikan saat Sri berpartisipasi dalam berbagai kejuaraan antara Kowad se-Indonesia. Keseriusan Sri dalam mendalami dunia tembak menembak itu, membuahkan hasil. Baru tahun kedua Sri memegang pistol ia langsung menjadi juara. Pada tahun 2006, Sri menjadi juara satu perorangan Pistol Putri dalam Pekan Olahraga Angkatan Darat (Porad) IV di Jakarta.
Tahun berikutnya, ia kembali menjadi juara satu tim match dan juara dua match dua tim pistol putri pada piala KASAD  tahun 2007. Di tahun yang sama, pada kejuaraan Porda di Sulsel Sri juga menjadi juara satu perorangan fire center ladies. Sedangkan untuk tahun 2008, ia juga menjadi juara satu tim match satu dan juara satu tim match empat di Piala KASAD  2008.
"Tahun-tahun berikutnya saya vakum karena cuti hamil. Tahun ini, saya kembali ikut dan sudah menjalani latihan. Saya ikut mewakili Kodam V/Brawijaya dan akan bergabung  dengan delegasi Kodam V/Brawijaya," kata Sri kepada Malang Post.Dipaparkan bahwa  selama vakum ia merindukan menggunankan pistol. Karena itu, meski sudah lama tidak kembali memegang pistol, Sri mengaku terus melakukan latihan fisik agar kemampuannya tidak menghilang begitu saja.
Sebenarnya, sejak menjadi langganan juara pada tahun 2006 silam, Sri baru satu tahun memegang pistol. Tahun pertama ia menggunakan pistol, ia memang sudah mengikuti kejuaraan. Namun, di kejuaraan pertamanya ia belum bisa menoreh prestasi, "Saya sangat bersyukur, ternyata di tahun kedua bisa menjadi  juara. Ini bagi saya merupakan kebanggaan tersendiri," tegas Sri.
Nah, saat ini ia juga didelegasikan Kodam V/Brawijaya untuk mengikuti kejuaraan selanjutnya. Kejuaraan yang akan diselenggarakan  bulan November 2015 mendatang, akan dihelat di Markas Divisi 1 Kostrad. Pada kejuaraan tersebut, ia akan bersaing dengan Kowad dari Kodam lain se-Indonesia di Jakarta. Setelah sekian lama tidak lagi memegang pistol, Sri akan kembali membuktikan kepada warga Malang Raya, bahwa mereka memiliki TNI wanita yang patut untuk dibanggakan.
"Latihan sudah saya mulai. Saya berarap, pada kompetisi kali ini saya bisa kembali membawa nama harum Kodam V/Brawijaya. Sebab, bagi saya menjadi TNI sudah merupkan kebanggaan. Sudah sejak kecil, saya ingin menjadi tentara wanita dan akhirnya saat ni saya bisa berprestasi seperti ini," katanya.
Nah, meskipun apa yang dilakukan Sri bila sudah memegang pistol ini terkesan "garang’’ , Sri tetaaplah seorang ibu. Bila sudah bersama keluarganya, Sri akan berusaha semaksimal mungkin untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. Tapi, ya bagaimana lagi, namanya anggota TNI kalau ada tugas wajib dilaksanakan. “Untuk anak-anak mengerti, mereka sudah terbiasa dengan aktivitas kami. Karena itu, saya akan semaksimal mungkin meluangkan waktu bersama mereka bila ada kesempatan," pungkasnya. (erzawansyah/nug)