Terapkan Strategi Teamwork, Saat Bertanding di DNC 2015

Patut dibanggakan prestasi sepakbola anak-anak U 10 sampai 12 tahun untuk mewakili Indonesia di ajang Danone Nations Cup (DNC) tahun 2015, yang akan bertanding melawan 31 negara pada (21-25/10) di Marrakesh, Maroko.
Festival DNC merupakan festival ajang sepakbola bertaraf Internasional yang sudah diakui oleh FIFA sebagai kompetisi Piala Dunia sepakbola bagi anak-anak. Sudah terpilih satu nama tim Sekolah Sepak Bola (SSB) Banteng Muda Indonesia (BMI) asal Malang, Jawa Timur. Mereka telah menjadi juara nasional pada Final Dunia DNC 2015 di Jakarta, telah berhasil menyisihkan sekitar 9 ribu tim di seluruh Indonesia. 
Nama pemain yang akan bertanding di Danone Nations Cup (AquaDNC) 2015 di Maroko diantaranya Jabo Ferianto (Kiper), Marcel Andre Kusuma (kapten), M. Restu Agung P, Faizal Zidan Tiftazani, Ricky Pratama, Iqbal Khoirul Rafli, Pramuditiya Bintang Pamungkas, Anas Ridho Amansyah, Muhammad Alvin Putra, Onla Kahfi Pranata, Dendi Agung Wicaksono, dan Saifi Azka Hidayat.
Keduabelas pemain tersebut yang akan bertanding melawan tim-tim besar dari penjuru dunia. Ajang tahunan ini, sudah ke-13 kalinya digelar oleh Danone secara konsisten dengan tujuan untuk membantu anak Indonesia khususnya olahraga sepakbola dalam mewujudkan mimpinya, pada usia 10 sampai 12 tahun.
Tak hanya itu, festival ini juga didukung sepenuhnya oleh Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia) dan PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia) dalam meningkatkan potensi sepak bola di Indonesia. Dengan harapan bisa melahirkan talenta-talenta generasi muda yang memberikan kontribusi untuk sepak bola nasional.
Sebelum SSB Banteng Muda Indonesia (BMI) perjalanan mereka mulai dari seleksi dengan penjaringan pemain-pemain ke desa, dan kota. Kemudian diikutkan kompetisi Danone Regional khusus Propinsi Jawa Timur. SSB Banteng Muda menjadi Juara 1 untuk mewakili propinsi Jatim ke nasional.
SSB Banteng Muda Indonesia dalam turnamen DNC tingkat regional pada pertandingan final berhasil mengalahakan LSA Lamongan dengan skor 3-0 pada April lalu, di Stadion Brantas Kota Batu.
Berkat kemenangan tersebut, mereka berhak lolos untuk bertanding ke tingkat nasional. Pada pertandingan tingkat nasional SSB Banteng Muda Indonesia pada putaran final Juni lalu, berhasil membekuk lawannya SSB Batu Agung asal Kalimantan Selatan dengan skor 1-0 di Stadion gelora Sumantri Brojonegoro, Jakarta. Keberhasilan menjadi juara nasional, membuat SSB Banteng Muda Indonesia menjadi perwakilan Indonesia yang akan tampil bertanding di Maroko.
Dalam mempersiapkan tim perwakilan Indonnesia, para pemain sudah menjalani serangkaian training camp. Pada (7-16/10) tim SSB Banteng Muda Indonesua DNC mengikuti serangkaian pelatihan training camp di Kawasan Hotel Agrowisata, Kota Batu.
Training camp tersebut langsung dilatih oleh pelatih professional Indra Sjafri yang sebelumnya pelatih DNC yang menggantikan Jacksen F. Tiago. Coach Indra Sjafri sudah terkenal dengan gaya permainan tiki takanya yang sangat indah.
Pelatih DNC 2015, Indra Sjafri mengatakan latihan yang diberikan kepada pemain selalu pertama pada segi mental dan fisik. Ia juga tidak mematok target tinggi kepada pemain untuk optimis memenangkan pertandingan di ajang internasional.
“Kami hanya memberikan materi fisik, skill, teknik, teamwork untuk bermain yang nyaman. Kalau dipaksakan menang nanti permainan akan berantakan, masalahnya mereka masih anak-anak, mereka akan berfikir sepakbola itu soal menang-menang saja,” kata dia pada Malang Post.
Selama menjalani training camp di Lapangan Agrowisata Kota Batu, para pemain dilatih teknik kemampuan motorik yang akan membuat anak-anak mempunyai otomatisasi gerak sehingga gerakan-gerakan, dan eksekusi yang akan mereka lakukan bersifat otomatis.
“Teknik ini yang terpenting, dan harus dibiasakan agar para pemaian terbiasa dengan gaya permainannya sendiri. Selain itu, teknik drible, defending, shooting itu dilakukan selama 15 menit pada pagi hari dan sore hari,” terangnya.
Disingung tentang usia yang masih kanak-kanak yang bertanding jauh dari orangtua, ia mengatakan, sebisa mungkin pelatih dan asisten pelatih harus bisa bersikap seperti orangtua mereka.
“Contohnya sifat tingkah laku pelatih harus ada kedekatan seperti kawan, teman dan orangtua. Kalau mereka merasa nyaman dimana pun bertanding sudah tidak merasakan rasa kengen kepada orangtua. Sebelum berangkat ke Maroko mereka juga ada sesi untuk temu orangtua, agar ada dorongan dan dukungan yang kuat saat bertanding nantinya,” kata dia panjang lebar.
“Selama bermaian saya akan terus mendampingi SSB Banteng Muda Indonesia ke putaran final dunia Danone Nations Cup 2015 di Maroko, berusaha memberikan yang terbaik untuk Indonesia,” pugnkasnya. (mg12)