Kasinem, 45 Tahun Melayani Tahanan

NAMA Kasinem, memang tidak popular di luar. Namun di lingkup kepolisian terutama yang pernah berdinas di Polres Malang, pasti mengenalnya. Selama 45 tahun ini, Mak Nem begitu sapaan akrabnya telah berjasa besar melayani urusan perut para tahanan.

Usia Mak Nem, tidak mudah lagi. Saat ini usianya menginjak 65 tahun. Ia dilahirkan 22 Desember 1950 lalu. Namun semangatnya untuk terus berjasa melayani makan tahanan, sampai sekarang tidak pernah luntur. Menyediakan makanan tahanan, seakan sudah menjadi tanggungjawabnya.
"Sudah puluhan tahun saya melayani makanan tahanan. Bahkan mulai Polres Malang ini berdiri sampai sekarang," ujar Kasinem.
Sambil menerawang jauh untuk mengingat-ingat, Mak Nem menceritakan sebelum membuka kantin di Polres Malang, pada 1970 lalu ia membuka warung makan di Markas Polisi yang dulu berada di Jalan Pahlawan Trip Malang. Pada saat itu, masih dipimpin oleh Letkol Suprapto SH. Warung makan Mak Nem ini dibuka di samping mako.
Setahun kemudian, pada 1971 Maknem mulai dipercaya oleh Kasat Reserse Kapten Sarkawi, untuk melayani makanan tahanan. Selama 15 tahun Mak Nem melayani tahanan saat Mako masih di Jalan Pahlawan Trip Malang. Kemudian pada 1986, saat Polres Malang di Jalan Ahmad Yani 1 Kepanjen berdiri, Mak Nem diboyong ke Kepanjen.
"Waktu itu yang mengajak saya boyongan ke Polres Malang ini, Kasat Reserse Kapten (AKP) Zakaria Suhul," katanya.
Saat kali pertama boyongan ke Polres Malang, awalnya kantin Mak Nem berada di ujung selatan di bawah barongan yang kini dijadikan lapangan tenis. Tempatnya sangat kecil, tidak seluas sekarang. Namun karena jasa Mak Nem yang melayani makan tahanan, akhirnya diberikan tempat yang sampai sekarang dijadikan kantin.
"Warung ini dulu yang membangun (alm) Pak Tajab (suaminya, red) dengan dibantu tiga tahanan kasus pembunuhan. Meskipun diperbantukan membangun, namun tahanan itu tidak kabur padahal juga tidur di sini," terangnya sembari mengenang masa lalu.
Jatah makanan tahanan, setiap harinya dua kali, pagi dan sore. Setiap hari dan setiap kali makan, menu yang diberikan kepada tahanan selalu berbeda. Misalnya, jika menu makan pagi dengan nasi pecel, maka sorenya menggunakan sayur lodeh.
"Makanan untuk tahanan ini, mulai awal sampai sekarang, saya yang melayaninya. Kalau dulu makan tahanan tidak ditenderkan, namun sekarang ditenderkan. Meskipun ditender, saya yang selalu mendapatkannya karena memang orang lama," tuturnya.
Selama mulai membuka kantin sampai sekarang ini, sudah berganti 27 Kapolres. Mulai dari Kapolres dijabat Letkol Suprapto SH, sampai Kapolres Malang saat ini AKBP Yudo Nugroho Sugianto. Termasuk mantan Kapolda Jatim, Unggung Cahyono.  Hebatnya, meski berganti pimpinan namun Mak Nem hafal nama satu persatu Kapolres, termasuk dengan karakternya.
Bahkan Mak Nem yang juga sering kali melayani makanan pimpinan ini, sampai hafal menu makanan kesukaan setiap Kapolres. "Kalau Pak Adi Deriyan, sukanya sayur asam. Kalau Pak Aris Haryanto sukanya dengan ikan lele. Bahkan dulu ada Kapolres bernama Letkol Jaya Atmaja, setiap mau makan menggoreng ikan asin sendiri," papar ibu empat anak ini.
Yang lebih berkesan lagi, Mak Nem ini juga hafal dengan Sapta Marga. Setiap kali disuruh membaca Sapta Marga, ia langsung membacakan dengan jelas dan urut tanpa ada kesalahan. Padahal anggota polisi, saat ditanya mungkin ada yang tidak hafal.
"Saya juga hafal Rekonfu, yang berisi enam program kepolisian. Dulu Rekonfu selalu dibacakan saat apel pagi, namun sekarang tidak ada. Saya hafal Rekonfu dan Sapta Marga karena seringnya mendengarkan saat apel pagi," jelasnya.
Selama 45 tahun melayani makanan tahanan, ada suka dan duka yang dirasakannya. Sukanya karena semuanya sudah dianggap sebagai saudara. Sedangkan dukanya, ketika lebaran atau hari besar lainnya tidak pernah bisa libur, karena memiliki tanggungjawab melayani makanan tahanan.(agung priyo/ary)