Pertaruhkan Nyawa, Ikhlas Tanpa Bayaran

RELAWAN TERGIAT :  Bupati Malang sekaligus Ketua PMI Kabupaten Malang. Dr H Rendra Kresna  menyerahkan penghargaan kepada H Suhardoyo

PENGABDIAN H Suhardoyo ( 68 tahun)  dalam bidang kemanusiaan dan sosial patut diacungi jempol. Sejak berusia 20 tahun, warga Desa/Kecamatan Gedangan ini nyemplung menjadi relawan PMI. Dia mengorbankan seluruh hidupnya, untuk menolong sesama. Atas pengabidannya itu, dia mendapat penghargan sebagai Relawan Tergiat dari Bupati Malang, Dr H Rendra Kresna.

Tidak banyak  warga menjadi relawan PMI. Apalagi menjadi relawan yang menolong korban tenggelam maupun mencari orang hilang di tengah laut. Kadang, selama satu minggu lebih, harus berada di tengah lautan untuk menjalankan misi sosial dan kemanusiaan tersebut. Itulah, yang dilakukan Suhardoyo selama 48 tahun ini. Namun, itu dilakukannya secara ikhlas dan tanpa menerima bayaran sepeser pun.
Namun, pengabdiannya itu tidak sia-sia. Kakek delapan cucu ini, baru saja menerima penghargaan sebagai Relawan Tergiat dari Bupati Malang, Dr H Rendra Kresna. Penghargaan itu diterimanya, saat Jumbara dan Temu Karya PMI, di Bumi Perkemahaan Waduk Selorejo, Kecamatan Ngantang, hari Jumat (23/10/15 lalu). Raut wajahnya tampak sumringah ketika mendapatkan penghargaan dari bupati tersebut.
Apalagi sebelumnya dia tidak mengharapkan penghargaan tersebut selama ini. Lantaran dia menjalani dengan rela dan ikhlas. “Namanya juga relawan, harus rela berkorban apapun dan ikhlas. Karena tugas yang diemban ini merupakan tugas kemanusiaan dan bersifat sosial. Jadi, saya menjalaninya seperti air mengalir,” ujar H Suhardoyo kepada Malang Post.  
Diapun mulai bercerita awal mula menjadi relawan tersebut. Sebelum bergabung dalam PMI, dia turut aktif bergabung dalam organisasi PMR di sekolahannya. Setelah itu, Suhrdoyo juga tergabung dalam beberpa Tim SAR yang d di Malang Raya. Sedangkan usianya menginjak 20 tahun, tepatnya tahun 1967 dia memutuskan bergabung menjadi relawan PMI Kabupaten Malang.
Sering terjadinya kecelakaan laut di Pantai Selatan Kabupaten Malang, memutuskan gabung dengan Tim Siaga Berbasis Masyarakat (Sibat) PMI Kabupaten Malang. Lantaran tempat dia domisili, memang dekat dengan perairan selatan. Selain itu, terdapat beberapa pantai yang harus dijaga. “Jadi saya sudah tidak terhitung terlibat dengan pencarian korban hilang di lautan,” imbuhnya.
Sesuai dengan standart operasional, pencarian korban hilang akibat kecelakaan di laut, membutuhkan waktu satu minggu untuk pencarian. Selama itu pula, bapak tiga anak ini berada di tengah laut mengemban misi kemanusiaan tersebut. Mengenakan perahu, dia melakukan pencarian. Sembari juga berkoordinasi dengan anggota Sibat PMI Kabupaten Malang dari desa lain.
Biasanya, dia mencari hingga radius 10 kilometer dari lokasi kejadian. Selain itu, dia juga melakukan penyisiran. “Saya melakukan pertolongan kepada empat pemancing yang terhempas ombak di Pantai Bengkung, Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan. Dua orang sudah ditemukan, salah satunya meninggal. Tinggal dua korban yang masih hilang dan terus dicari,” urainya.
Selain misi kemanusiaan itu, dia sudah tidak terhitung terlibat langsung dengan pencarian korban hilang di laut selatan Kabupaten Malang. Yang ada di benaknya saat itu, harus mendapatkan korban tersebut apapun kondisinya. Diapun trenyuh, ketika ada korban laka laut yang hingga saat ini tidka ditemukan. Lantaran luasnya area laut selatan Kabupaten Malang yang harus dilakukan pencarian.
Memberikan pertolongan kepada sesama itu, bukan saja sebuah tugas. Dia memandangnya itu sebagai panggilan jiwa, sebagai seorang relawan. Ketentreaman seorang relawan adalah saat bisa memberikan bantuan kepada orang lain yang membutuhkan.  
“Kalau bukan relawan, siapa lagi yang harus menjalankan misi kemanusiaan ini,” imbuhnya. Pengabdiannya selama menjadi relawan PMI Kabupaten Malang ini, sangat allout. Rumah tinggalnya, dibuat menjadi posko PMI Kecamatan Gedangan. Sedangkan mobil Suzuki Carry buntut miliknya dibranding PMI dan dibuat untuk tugas kemanusiaan.
Yang ada dibenaknya saat ini adalah bagaiamana pemuda sebagai generasi penerus juga mau didorong menjadi Relawan PMI. “Untuk perkembangan relawan muda, sudah sangat bagus. Apalagi pengurus PMI juga memebrikan binaan, melalui KSR, Sibat, PMR dan sebaianya,” tuturnya. Dengan begitu, dia optimis dapat tumbuh relawan-relawan muda yang mempunya rasa kemanusiaan dan sosial yang tinggi. (binar gumilang/nug).