Ketika Korem 083/Baladhika Jaya Menggelar Salat Istisqa di Rampal

Kemarau panjang yang melanda Malang Raya ini mendapat perhatian serius Danrem 083/Bdj Kol Inf Fajar Setyawan. Kemarin, bersama anggota TNI, Polri, dan masyarakat Malang Raya, Danrem menggelar Salat Istisqa. Kegiatan yang digelar di Lapangan Rampal ini untuk mengharapkan turun hujan. Tak berapa lama kemudian, gerimis benar-benar turun di kawasan Sukun, meski hanya sebentar.
Ya sejak pertengahan Maret lalu, Malang Raya dilanda kemarau. Sehingga tetesan hujan pun sangat diharapkan oleh masyarakat. Beberapa sumber menyebutkan jika hujan mengguyur di wilayah Sukun, Kota Malang. Meskipun hujan yang turun tidak deras dan hanya sebentar, tapi membuat udara di wilayah tersebut menjadi sejuk.
“Sudah hujan, Alhamdulillah. ini jawaban Salat Istisqa tadi,’’ kata Dian salah satu warga. Dian menyebutkan hujan mengguyur pukul 13.50 WIB. Saat itu kondisi cuaca memang sedikit mendung. “Warga di sini kaget, karena tiba-tiba hujan turun. Tapi kami bersyukur, dengan turun hujan ini, cuaca lebih sejuk,’’ aku warga Jalan Sukun ini.
Danrem 083/Bdj Kol Inf Fajar Setyawan mengatakan, Salat Istisqa ini sengaja digelar untuk meminta turun hujan. “Kemarau panjang yang terjadi saat ini di luar normal. Kemarau ini mengakibatkan bencana mulai dari banyak kebakaran, suhu yang panas dan di atas rata-rata, juga Akibatnya banyak kejadian kebakaran, suhu udara juga sangat panas,’’ urai Fajar.
Ditemui usai pelaksanaan salat, Fajar mengatakan Salat Istisqa ini tidak hanya digelar  di Malang saja. Tapi serentak di wilayah oleh Kodam V/Brawijaya. “Kondisi cuaca yang panas ini, dengan banyaknya bencana kebakaran hutan yang terjadi kami sangat mengharapkan hujan,’’ urai Fajar.
Tentu saja, hujan yang diinginkan masyarakat bukanlah hujan badai yang membuat hancur, tapi hujan nikmat yang menyejukkkan.
Perwira dengan dua tiga melati di pundak ini  juga menambahkan hujan sangat dibutuhkan, untuk kesuksesan ketahanan pangan. Selama ini banyak sawah milik warga mengalami kekeringan. Tidak ada air yang mengalir. Padahal kesuburan padi itu sangat bergantung dengan air. “Oleh karenanya hujan ini sangat dibutuhkan, agar tidak ada lagi kekeringan. Tidak ada lagi kebakaran. Tidak hanya di Malang tapi di seluruh negeri ini,’’ bebernya.
Sementara itu Wakil Wali Kota Malang H Sutiaji yang kemarin ikut Salat Istisqa  bergabung dengan anggota TNI/Polri langsung mengapresiasi. Bahkan, orang nomor dua di Pemerintah Kota Malang ini juga berniat akan menggelar kegiatan yang sama di Lapangan Gajayana, Kota Malang dalam waktu dekat.
“Ini merupakan kegiatan positif, di mana kita bersama-sama memohon untuk diturunkan hujan. Kami juga berharap doa yang dipanjatkan semua disini dapat dikabulkan, sehingga hujan segera turun. Jika belum turun, kami akan akan bekerjasama dengan MUI Kota Malang untuk menggelar salat Istisqa di Lapangan Gajayana dalam waktu dekat,’’ jelas Sutiaji.
KH Baidowi Muslich yang kemarin ditunjuk sebagai imam salat ini juga mengatakan Salat Istisqa ini merupakan salat sunah, dimana salat ini dikerjakan untuk meminta hujan. Umumnya sebelum salat Istisqa ini digelar, seluruh peserta wajib berpuasa selama tiga hari. Alasannya adalah, karena doa saat berbuka puasa selalu mustadjab. “Contohnya saat puasa Ramadan. Doa yang diucapkan saat berbuka puasa banyak yang dikabulkan. Begitu juga Salat Istisqa  ini, disarankan seluruh pesertanya berpuasa selama tiga hari dulu,’’ terang Sang Kiai.
Sama seperti Danrem dan Wakil Wali Kota, Kiai Baidowi juga berharap dengan digelarnya salat ini hujan bisa segera turun.
Salat Istisqa tersebut digelar mulai pukul 08.00. Salat Istisqa ini dipimpin langsung oleh KH Baidowi Muslich. Sebelum Salat Istisqa digelar, Kiai Baidowi lebih dulu mengawali dengan Salat Dhuha berjamaah. Seperti Salat Istisqa pada umumnya, usai memimpin salat Kiai Baidowi juga memberikan kutbah. Kepada seluruh jamaah yang hadir, Baidowi pun menyerukan agar selalu berbuat kebaikan, dan meninggalkan kemaksiatan, dan kembali berada di jalan Allah SWT.(ira ravika/ary)