Yofin Yola Paramita, Atlet Karate dari SMA Negeri 1 Batu

Jangan main-main dengan dara belia kelahiran 1998 ini. Sekali bikin geram, pria dewasa pun mampu ia hajar sampai babak belur. Apalagi bila jurus andalannya sudah dikeluarkan, pria itu bisa pingsan dibuatnya. Namanya Yofin Yola Paramita, dua kali tampil di kejuaraan Karate Internasional.

Semua itu bisa saja ia lakukan, karena sejak kelas 4 SD, Yofin, sapaan akrabnya sudah mulai menjalani latihan beladiri. Kini, tak hanya orang Indonesia saja yang bisa ia banting, para jawara dari belasan negara lain juga mampu ia habisi.
Saat masih kecil dulu, Yofin tidak menyangka bisa melangkah sampai sejauh ini. Meski perempuan, gadis ini sangat 'hobi' berkelahi. Sedikit berselisih dengan teman sebayanya, Yofin langsung menghajar temannya itu tanpa ampun. Memang tak selalu menang, wanita asal Kota Batu itu juga tak jarang kalah, namun tetap saja ia tak mampu mengontrol emosinya untuk menghajar temannya yang telah membuat ia kesal.
Orang tuanya pun sering geram, melihat kelakuan Yofin. Maklum, Yofin adalah anak perempuan, namun tingkahnya yang suka berkelahi itu membuat siswi SMA Negeri 1 Batu ini tampak garang seperti laki-laki.
"Sering kali, banyak berkelahi.  Gara-gara rebutan barang saja, saya bisa berkelahi. Orang tua sering marah-marah, secara saya perempuan," jelas Yofin kepada Malang Post, kemarin.
Sampai pada suatu hari, saat sekolahnya membuka sejumlah ekstrakulikuler (Ekskul), Yofin memilih untuk ikut Ekskul Karate. Dari situ, mulailah ia belajar untuk menjadi 'pendekar' perempuan. Hingga saat ini, Yofin konsisten dalam menjalani dunia karate, hingga sekarang. Ia tergabung dalam perguruan Kushin ryu M Karatedo Indonesia (KKI).
Latihan demi latihan ia jalani, hingga saat ini ia menemukan jurus andalannya, yakni Harai, dimana jurus itu dilakukan untuk menjatuhkan lawan hingga terbanting menggunakan sapuan. Tidak disangka, anak bungsu dari dua bersaudara ini malah bisa meraih prestasi sampai ke tingkat internasional.
Ya, beberapa tahun belakangan, Yofin selalu menjadi juara di kompetisi karate nasional maupun internasional. Berbagai prestasi yang ia raih, diantaranya juara satu Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) 2014.
Setelah menjuarai O2SN, tahun lalu Yofin juga mendapat pengalaman paling berharga dalam hidupnya. Ia menjadi perwakilan Indonesia untuk mengikuti sebuah kompetisi di Jerman, yakni Lion Cup de International 2014 di Luxembourg.
"Pengalaman itu paling berkesan untuk saya, karena itu pertama kalinya saya ke luar negeri," jelas anak dari pasangan Eko Sugianto dan Sri Suyanti ini  Tak hanya mewakili Indonesia, ia berhasil menjadi juara tiga Cabor Karate pada kelas 48 kg dan menyumbang medali perunggu .
Terakhir, pada tahun 2015 ini, Yofin menjadi juara pertama dalam kompetisi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) 2015. Prestasinya di kompetisi Mendagri 2015, berhasil membawanya kembali ke kejuaraan internasional yang akan diselenggarakan pada 12-15 November 2015 mendatang.
Kejuaraan internasional yang diselenggarakan oleh World Karate Federation (WKF) 2015 ini akan diikuti oleh atlet karate dari 50 negara di dunia. Kompetisi untuk Junior, para atlet Junior, Cadet, U-21 Championship 2015 akan diselenggarakan di Jakarta. Saat ini, Yofin sedang menjalani training center di Jakarta yang berlangsung selama 40 hari.
Yofin merasa senang, bisa membawa nama baik Indonesia, khususnya Batu, ke kancah dunia. Menurutnya, prestasi yang selama ini ia raih tidak lain berkat dari latihan yang ia lakukan terus menerus. "Semoga dalam kejuaraan kali ini saya bisa memperoleh hasil terbaik yang bisa membawa nama baik Kota Batu," ungkapnya.(Muhamad Erza Wansyah/ary)