Attila Syah, DJ Ngalam Dikontrak Label Belanda

Attila Syah Putra, DJ muda asal Araya yang meraih kontrak label musik internasional dari Amsterdam Belanda, Armada Music

TIDAK banyak disc jockey asli Ngalam,  mampu meroket di kancah musik club nasional, apalagi internasional. Namun, pemuda asal Malang yang satu ini, Attila Syah Putra mendobrak batasan negara setelah resmi dikontrak oleh label Armada Music. Label ini adalah label resmi DJ internasional asal Amsterdam Belanda, Armin van Buuren. Bagaimana kisah anak muda berdomisili di perumahan  Araya  ini  sukses meraih prestasi di usia  belia?

Suasana jalanan Sukarno Hatta malam hari tak pernah sepi. Lampu-lampu temaram bergerak cepat melintas di salah satu cafe sekaligus tempat cuci mobil di daerah Suhat. Saat Malang Post menaiki lantai 2 cafe, Attila Syah Putra menyambut dengan ramah. Pemuda yang tampak masih seusia mahasiswa tersebut diwawancarai Malang Post dengan tampilan yang sederhana dan simpel.
Sesekali, Attila membenarkan kacamata frame hitam sembari menunjukkan kontrak label internasional yang baru saja ditandatanganinya. “Ini kontrak label Armada Music yang saya terima dan saya tanda tangani. Saya baru terima kontrak ini bulan November 2015. Jadi masih segar banget,” kata Attila kepada Malang Post.
Sebagai Disc Jockey muda, Attila sejatinya menorehkan sesuatu yang luar biasa. Dalam usia belianya, Attila meraih kontrak dari label milik DJ internasional asal Belanda, Armin van Buuren. Sepanjang sejarah dunia DJ di Malang, belum pernah ada DJ lokal yang bisa mendapatkan kontrak label Armada Music yang bermarkas di Amsterdam.
Armin adalah DJ yang disebut-sebut sebagai produser musik, sekaligus DJ nomor satu di dunia oleh para penggemarnya, khususnya fans aliran trance. Attila, sukses meraih kontrak bersama label Armada Music dan dua lagunya bakal dipromosikan serta dimainkan oleh para DJ lain yang ada di bawah label Armada.
“Kontrak saya ini memberi hak buat Armada untuk pakai dua lagu saya. Jadi, lagu-lagu saya akan dimainkan juga oleh para DJ di bawah label Armada. Lagu saya juga sudah pernah masuk mix live dari DJ Eropa seperti Paul Van Dijk, Alex M.O.R.P.H hingga Armin sendiri,” kata pemuda yang juga putra tunggal dari pasangan DJ tersebut.
Attila menyebut, dua lagu yang masuk dalam label Armada Music adalah Cerberus dan Icarus. Ia menyebut bahwa tak pernah berkhayal bisa membuat lagu yang dimainkan oleh oleh para DJ Eropa. Pasalnya, saat lagu-lagunya dimainkan, Armada Music langsung mention akun Twitter pribadinya.
“Saya benar-benar excited sekaligus setengah gak percaya, lagu yang saya produksi sendiri, dimainkan oleh DJ seperti Paul Van Dijk hingga Alex M.O.R.P.H secara live dalam konser,” sambungnya. Musik Attila sudah diakui oleh DJ internasional asal Eropa. Namun, Attila mengaku tidak akan berhenti dan berpuas diri.
Malahan, lewat kontrak label ini, Attila bisa terus memproduksi lagu yang dikirim langsung ke Armada Music. Dia menyebut, semangatnya untuk berkarya dan memproduksi lagu sendiri bakal terus dijaga. Namun demikian, Attila menyebut bahwa kontrak label Armada Music ini tidak didapat dengan santai-santai apalagi bermalas-malasan.
Attila mengaku bahwa selama dua tahun terakhir, dia bekerja keras memproduksi musik yang sesuai dengan aliran favoritnya, yakni trance. “Saya gak tenang-tenang atau santai selama proses. Sejak tahun 2013, saya belajar produksi lagu di studio. Tapi, baru tahun 2015 awal saya mulai kirim-kirim lagu. Itu dibantu LTN (LouisTan) DJ Jakarta yang sudah duluan kontrak label dengan Armada Music,” kata pemuda yang belajar DJ sejak masih duduk di bangku SMP itu.
Tak mudah bagi Attila untuk diakui dan diterima oleh Armada Music. Dia mendapat penolakan puluhan kali dari Armada Music saat awal-awal mengirim sampel lagu produksinya. Bahkan, dia seperti sudah terbiasa melihat email berisi sampel lagu yang dijawab dengan penolakan dari Armada Music.
Beruntung, dia memiliki orang tua yang support dengan hobi sekaligus profesinya sebagai produser musik aliran trance. “Saya merasa beruntung karena punya orangtua yang support penuh karir serta hobi saya ini. Jadi, walaupun ditolak Armada Music berkali-kali, saya tidak menyerah. Bulan November, kerja keras dan jerih payah saya terbayar,” cerita Attila.
Attila menyebut, bahwa sebelum diterima di Armada Music, dia sudah memproduksi sekitar 22 lagu yang sudah diterima label-label internasional kelas menengah. Namun, baru sekarang ini dia bisa mendapat kontrak major label musik klub seperti Armada Music. Sebelum mendapat kontrak Armada Music, Attila juga sudah mengasah kemampuan DJ secara live-nya di klub-klub Surabaya dan Jakarta.
Fans dari Armin Van Buuren dan Above and Beyond itu mengatakan, inspirasinya dalam membuat lagu selalu muncul di saat-saat yang mengejutkan. Saat bangun tidur atau saat mendengarkan musik di klub seperti My Place, Attila mengaku mendapat inspirasi untuk memproduksi musik.
Begitu mendapat inspirasi, Attila biasanya selalu mengurung diri dan menghabiskan banyak waktu di studio yang dibangun di rumahnya di kawasan Araya. “Biasanya kalau bangun pagi dapat inspirasi, pasti saya langsung masuk studio. Terus, kalau lagi hangout di My Place atau tempat dugem lain, saya juga dapat inspirasi dari musik yang dimainkan,” kata Attila.
Sekarang, setelah dia mendapatkan kontrak ini, Attila mengaku bakal berjuang lebih keras agar bisa memproduksi album sendiri yang dilabeli oleh Armada Music. Sembari menjaga produktivitasnya dalam menciptakan musik, Attila kini sedang bersiap untuk manggung di event internasional DWP (Djakarta Warehouse Project).
Event yang diprakarsai oleh David Guetta, produser sekaligus pria yang disebut sebagai dewa DJ ini, bakal jadi panggung yang makin melambungkan nama Attila. Dia bakal satu panggung dengan DJ top internasional. Selain dengan Armin van Buuren, dia juga akan satu panggung dengan DJ Tiesto, Major Lazer, Axwell Ingrosso, DJ Snake, Dillon Francis, DVBBS hingga DJ Belanda keturunan Gresik Jawa Timur, R3HAB.
“Desember nanti saya manggung di DWP. Saya akan satu panggung sama Armin van Buuren juga. Anak Malang pertama yang manggung di DWP? Ya mungkin saja. Saya bangga juga. Tapi, sekarang yang penting saya fokus dulu di DWP. Baru nanti rilis dua lagu tahun 2016,” tutup Attila.(fino yudistira/nug)