Satu-satunya Karateka Malang yang Lolos PON 2016

Yuswinda Eka Puspitasari, saat meraih juara 2 di Finnish Open Finlandia tahun 2013 lalu

Yuswinda Eka Puspitasari, menjadi satu-satunya karateka asal Malang yang akan bertanding di PON XIX tahun 2016 mendatang. Ajang PON XIX akan digelar pada September 2016 di Jawa Barat. Pra-PON karate telah digelar pada 25 Oktober 2015 lalu di Medan. Hasilnya, Jawa Timur akan mengirimkan 15 atlet karatenya di PON XIX mendatang.

Gadis ini telah bergelut di dunia karate sejak ia duduk di bangku SD. Dia dididik oleh FORKI Kota Malang sejak ia menggeluti cabang olahraga keras ini. Awalnya, putri sulung Yusup Hidayat ini tidak mengira akan menjadi atlet nasional. Sejak kecil, ia memang dikenal sangat tomboy dan sering bertengkar dengan teman lelakinya.
“Memang suka berantem dari dulu, biar nggak dikira wanita itu lemah,” ujar gadis cantik dengan perawakan yang tinggi.
Menurutnya, tak selamanya wanita itu lemah. Buktinya saat ini ia bergelut di bidang karate di mana ia harus mempertaruhkan jiwa raganya untuk mengharumkan nama bangsa. Semenjak sekolah sampai saat ini dia disibukkan dengan jadwal latihan. Ketika ia duduk di bangku SMA, ia mengaku sering tidak masuk sekolah karena harus berlatih di Surabaya.
“Sekolah tetap menjadi yang utama, tapi kalau ada latihan harus izin meskipun hanya satu hari,” ungkap alumnus SMAN 2 Malang ini kepada Malang Post.
Dulu ketika masih SMA ia mengaku sering bolak-balik Malang-Surabaya demi prestasinya, baik secara akademik maupun non akademiknya di bidang karate. Dia mengaku sering menyusul ulangan ketika masih SMA. Menurutnya, memang capek harus berjuang pada dua hal yang baginya sama-sama penting.
Gadis manis dengan lesung pipi ini mengaku sering merindukan Malang, karena ia harus menetap di Surabaya untuk melakukan latihan. Bahkan saat ini ia sedang berada di Jakarta mengikuti pelatihan nasional.
“Pelatnas untuk persiapan pertandingan di Turki dan sekaligus training camp di Paris,” papar Yuswinda.
Rencananya, ia akan mengikuti pertandingan di Turki pada tanggal 22 November 2015 mendatang. Selanjutnya, ia akan mengikuti training camp di Paris pada tanggal 11 Desember 2015 mendatang. Ketika di Pelatnas, ia harus mengikuti serangkaian tes yang meliputi tes fisik, tes teknik, dan tes psikologi.
Serangkaian tes ini digunakan untuk mengetahui standar kemampuan atlet. Kegiatan ini cukup menguras tenaga menurutnya, karena ketiga tes dilakukan bersamaan pada Senin (16/11) kemarin.
Sebelum mengikuti pelatnas di Jakarta, ia sempat pulang ke kampung halamannya. Ia mengaku merindukan masakan sang Ibu, karena setiap harinya ia harus latihan di Surabaya. Selain itu, ia juga bekerja pada salah satu perusahaan di Surabaya. Namun, sementara ini ia harus cuti kerja karena harus ikut pelatnas.
Layaknya wanita pada umumnya, Yuswinda tergolong gadis cantik yang memiliki perawakan sangat menarik. Tak ayal jika banyak lelaki yang mendekatinya. Namun, gadis yang mengaku masih jomblo ini sekarang sedang berkonsentrasi pada dunianya sebagai karateka.
Sebagai atlet profesional, ia selalu mengikuti setiap latihan yang sudah terjadwal. Selama ini, ia bertempat tinggal di Surabaya untuk mengikuti Pelatda. Akan tetapi, sejak awal bulan November ini ia harus mengikuti Pelatnas di Jakarta. Selain persiapannya menghadapi PON, ia mengaku mempersiapkan beberapa jadwal kejuaraan nasional maupun internasional.
“Kalau anak muda lainnya mungkin sibuk main, kalau saya sibuk latihan tiap hari,” ungkap gadis asal Kendalpayak, Pakisaji ini.
Baginya, latihan merupakan kegiatan yang sudah dianggap seperti makanan sehari-hari. Sejauh ini, ia telah mendulang banyak prestasi di bidang karate. Prestasinya semakin melonjak sejak tahun 2012.
“Kalau disuruh menyebutkan semua saya tidak hapal, tapi yang paling berkesan saat di Korea Selatan walaupun yah begitulah hasilnya,” ungkap putri dari Wiwin Windarwati.
Pada tahun 2014 lalu, ia mengikuti  Asian Games Incheon Korea Selatan sebagai wakil dari Indonesia. Hanya saja, ia belum bisa menyumbangkan medali kepada Indonesia pada kejuaraan internasional yang berlangsung sejak18 September 2014 hingga 4 Oktober 2014 ini. Ia berada pada peringkat V. Tapi, sejauh ini belum ada atlet yang bisa melaju sejauh itu.
Sebelumnya, ia juga telah berprestasi di PON 2012 dengan menyumbangkan medali perunggu untuk Jawa Timur, khususnya Kota Malang. Tak berhenti dari situ, ia melanjutkan usahanya untuk terus berprestasi.
Buktinya, ia telah mendapatkan medali perak pada Islamic Solidarity Games (ISG) III di Palembang, 22 September-1 Oktober 2013. Tak hanya itu, Yuswinda juga menyabet medali perak pada Finnish Open Finlandia 2013 lalu. Dengan serentetan prestasi yang diperoleh, gadis ini juga sempat dipercaya menjadi bagian tim Indonesia di ajang Kejuaraan Dunia Karate World Karate Federation (WKF) di Jakarta dan kejuaraan dunia WKF di Okinawa Jepang.
Serentetan prestasi yang diraihnya kemudian ia gunakan sebagai pemacu semangat sekaligus evaluasi untuk dirinya ke depan. Setiap pertandingan selalu ada menang kalah. Baginya, hal tersebut sebagai perbaikan dirinya untuk menjadi lebih baik lagi. Karena prestasi yang berasal dari hobinya inilah yang membawanya terjun lebih dalam ke dunia karate.
Ia mengaku tidak ingin mengecewakan kedua orang tuanya yang telah mendukungnya sejak kecil. Sebagai putri sulung ia mengaku memiliki tanggung jawab lebih besar untuk menjadi yang terbaik sekaligus membantu adiknya untuk melanjutkan sekolah. Adiknya saat ini juga bergelut di dunia karate mengikuti jejak sang kakak.(Lailil Hidayah/ary)