Digandeng ISI, Diberi 125 Software Licence Gratis dari PT SSG

Rektor ITN Malang sepakat menjalin kerja sama dengan ISI dan SGS, MoU dilaksanakan kemarin di Kampus 1

INSTITUT Teknologi Nasional (ITN) Malang kini menyandang status sebagai Autodesk Authorized Academic Partner (AAP). Istimewanya, ITN adalah kampus pertama di Jawa Timur yang sudah berkolaborasi dengan Autodesk. Ada banyak keistimewaan yang dimiliki ITN sebagai AAP, yang merupakan salah satu program Autodesk Internasional itu.

Aula Pascasarjana Kampus 1 siang kemarin menjadi saksi langkah ITN Malang sebagai salah satu kampus yang layak diperhitungkan. Betapa tidak, ITN kemarin melakukan penandatanganan MoU dengan dua lembaga sekaligus. Yakni Ikatan Surveyor Indonesia (ISI) dan PT Sistem Solusi Geospasial (SSG) Autodesk Authorized Academic Partner (AAP). Dari ISI hadir Ketua Umum Ikatan Surveyor Indonesia Ir Virgo Eresta Jaya ISI (Cert), M.Eng, Sc yang didampingi jajaran pengurus lainnya.
Istimewanya, ITN kemarin juga mendapatkan 125 software licence gratis dari PT SGS karena resmi ditunjuk sebagai AAP.
”Tidak hanya itu, kami juga memberikan software berlisensi gratis kepada semua dosen dan mahasiswa di ITN, tapi ini hanya bisa dipakai untuk pembelajaran, tidak bisa untuk proyek,” ungkap Direktur SSG Yusup Hendra Perkasa.
Pemberian dari SSG ini tentu saja nilainya tidak sedikit, sebab, menurut Yusup, satu software berlisensi harganya bisa mencapai Rp 100 juta. Sementara ITN Malang setiap tahunnya mengalokasikan dana Rp 50 juta hanya untuk keperluan membayar lisensi ini. Tak hanya memberikan software berlisensi saja, melalui kerja sama ini, mahasiswa ITN bisa mendapatkan sertifikat Autodesk tanpa harus pergi ke luar kampus. Hal ini tentu amat menguntungkan dalam hal biaya, kalau training di luar kampus mencapai Rp 7-12 juta.
”Kalau semuanya bisa dihandle ITN maka bisa saja kampus hanya mematok Rp 1 juta,” tuturnya.
Selain menggandeng SGS, ITN Malang kemarin juga menyepakati kerja sama dengan ISI. Sehingga, lulusan ITN khususnya Teknik Geodesi akan dibekali dengan sertifikat profesi sebagai bekal terjun ke dunia kerja.
”Karena ISI ada MoU dengan ITN, maka untuk para lulusannya nanti sertifikasi akan diberikan gratis tanpa biaya,” janji Virgo.
Virgo menuturkan, up grade mutu anggota ini menjadi salah satu program rutin ISI. Sebab, menurutnya perkembangan teknologi terus terjadi dan harus dikuasai pula oleh seorang surveyor.
Hal senada diungkapkan Rektor ITN Malang Dr. Ir. Lalu Mulyadi MT. Menurutnya bantuan yang diberikan kepada ITN dalam bentuk software berlisensi ini diharapkan bisa mendukung pembelajaran di kampus.
”ITN berkomitmen untuk selalu memberikan yang terbaik di seluruh prodi yang ada,” tegasnya.
Sementara itu, hari ini, ISI menggelar forum ilmiah tahunan dimana ITN Malang menjadi tuan rumahnya. Acara yang akan dihadiri anggota ISI ini rencananya akan dibuka Menteri Agraria dan Tata Ruang dan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Drs Ferry Mursyidan Baldan. Hadir pula Kepala Badan Informasi Geospasial Dr Priyadi Kardono M.Sc.
Menurut Ketua Jurusan Teknik Geodesi ITN Malang Martinus Edwin Tjahjadi PhD, pertemuan ini diharapkan bisa menjadi masukan penting dari asosiasi yang ada dalam mengatasi permasalahan pertanahan.
”Tema yang kami usung dalam kegiatan ini adalah isu one map policy, bagaimana pertanahan juga bisa mewujudkan satu peta untuk semua,” bebernya.
Dalam acara ini ada sesi presentasi makalah dari 24 presenter. Sebenarnya ada lebih dari 100 makalah yang diterima panitia, namun karena keterbatasan waktu hanya dipilih 24 presenter saja. Terutama makalah yang berkaitan dengan isu yang diangkat dalam seminar tersebut. Menurut Edwin, selain seminar, acara juga akan diramaikan dengan pameran industri yang menampilkan 16 perusahaan dengan produk survey pemetaan. Seminar bertema Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan Melalui Pengelolaan Administrasi Pertanahan yang Baik ini akan digelar sehari penuh di Klub Bunga Butik Resort, Batu. Para pimpinan daerah Malang raya juga diundang dalam acara tersebut. (lailatul rosida/red)