Diwakili Tiga Siswa, Mumpuni Rakit Mesin Alat Berat

Kepala SMKN 1 Singosari Sali Rochani Spd Mpd saat memberikan penghargaan kepada Fahri Firman Yugo, M Bayu Kresna dan Rachmanda Ghifari.

SMKN 1 Singosari Juara Nasional K3TAB
PRESTASI dalam bidang alat berat acap kali diterima SMKN 1 Singosari. Jurusan Teknik Alat Berat (TAB) menjadi salah satu jurusan primadona di sekolah tersebut. Terbaru, siswa dari sekolah yang terkenal dengan perakitan mobil itu, meraih Juara Nasional Kompetisi Kompetensi Keahlian Teknik Alat Berat (K3TAB).

Juara Nasional dalam bidang alat berat, tidak sekali ini saja diraih SMKN 1 Singosari. Melainkan tahun lalu juga meraih Silver Award Heavy Equipment Engineering. Namun, pada tahun ini generasinya beda. Satu tim yang dibentuk, merupakan kelas XII jurusan TAB. Mereka terdiri dari Fahri Firman Yugo, M Bayu Kresna dan Rachmanda Ghifari.
Tiga pelajar tersebut, merupakan bibit-bibit muda andalan dalam bidang perakitan alat berat. Pada akhir bulan Oktober 2015 yang lalu, mereka mengikuti K3TAB Nasional yang diadakan oleh produsen alat berat terkemuka, yakni Trakindo. Mereka mengikuti kejuaraan bergengsi tersebut, di Cileungsi Kabupaten Bogor.
Tidak mudah untuk menjuarai perlombaan yang diadakan rutin tiap tahun tersebut. Pasalnya, mereka harus bersaing dengan sembilan SMK terbaik se Indonesia. Apalagi pihak juri menerapkan grade penilaian yang telah ditentukan. Selain itu, penilaian berlangsung sangat selektif dan melibatkan ahli dalam bidang alat berat.
Namun, hal tersebut tidak menyurutkan langkah mereka untuk berupaya meraih juara nasional. “Kami sudah melakukan persiapan yang maksimal sebelum mengikuti kompetisi ini. Apalagi kami didampingi guru pendamping, Bapak Sugeng Pramono, selama mengikuti kompetisi ini,” ujar M Bayu Kresna kepada Malang Post.
Dalam kompetisi itu, terdapat tiga kategori penilaian. Diantaranya presentasi, uji pengetahuan dan skill. Khusus untuk skill, yakni merakit mesin salah satu alat berat, yakni ekskavator. Saat itu, mereka dituntut untuk bisa merakit berbagai jenis onderdil hingga mesin alat berat tersebut bisa dihidupkan kembali.
“Kami sudah terbiasa membongkar pasang mesin ekskavator. Namun, suasananya berbeda melalui kompetisi ini. Sempat kami tegang maupun nervous, lantaran baru kali pertama mengikuti ajang ini. Namun, alhamdulillah kami berhasil melalui tantangan ini,” ujar remaja berusia 16 tahun tersebut.
Menurutnya, mereka mempersiapkan diri untuk mengikuti ajang tersebut selama enam bulan. Mereka digembleng pengetahuan, wawancara hingga praktik perakitan mesin alat berat. Berkat latihan yang rutin dan diimbangi dengan displin, mereka sukses meraih Juara Nasional K3TAB tersebut.
Menurut Kepala SMKN 1 Singosari, Sali Rochani Spd Mpd mengatakan, pihaknya selalu berupaya untuk mencetak peserta yang andal dalam masing-masing bidang. Terlebih jurusan TAB ini, merupakan salah satu jurusan unggulan di sekolahan tersebut, selain jurusan teknik otomotif ringan dan perakitan mobil.
“Kompetisi semacam ini, slelau diadakan rutin tiap tahunnya. Tentunya, kami selalu mempersiapkan bibit-bibit yang andal untuk mengikuti ajang ini,” ujarnya di tempat yang sama.
Lanjut dia, tidak banyak peserta didik yang mahir untuk mengoperasikan bahkan hingga merakit alat berat.
Lantaran, biasanya pendidikan alat berat itu, diberikan pada jenjang lebih tinggi lagi yakni universitas maupun institut.
“Mereka bertiga adalah siswa berprestasi yang terus kami asah untuk dapat meningkatkan kemampuan maupun kualitasnya,” tegasnya.
Dia berharap apa yang diraih mereka bertiga, menjadi pemicu siswa lainnya untuk meraih berbagai macam prestasi. Baik itu prestasi akademik maupun non akademik.(Binar Gumilang/ary)