Membedah Desain Juara Sayembara Sempadan Saluran Induk Molek

HARI ini pada hari jadi ke 1255 Kabupaten Malang. Dua orang pemuda hebat memberikan kado istimewa. Mereka mempersembahkan desain Saluran Induk Molek yang mengusung konsep Molek River Fornt Park (MORIFA). Konsepnya jadi pemenang dalam Sayembara Sempadan Saluran Induk Molek.

Dua mahasiswa Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik UB ini Agus Sulistio dan Faizah Tri Rakhmawati. Mereka bersaing melawan peserta lain, untuk menjadi yang terbaik dalam sayembara yang diadakan Dinas Pengairan Kabupaten Malang bersama dengan Malang Post. Sayembara ini bertujuan menata Sempadan Saluran Molek sesuai dengan kaidah lingkungan.

Keduanya menyisihkan dua finalis lainnya dan meraih poin tertinggi 585 pada tes wawancara di Kantor Dinas Pengairan Kabupaten Malang. Wajah grogi ditunjukan mereka bedua pada awal-awal presentasi. Namun, mereka cepat menguasai keadaan dan menghilangkan nervousnya tersebut. Faizah yang kali pertama melakukan presentasi.
Menggunakan program Microsoft Power Point, dia menjelaskan konsep desain yang diusung di hadapan dewan juri. “Desain ini, saya namakan MORIFA atau kepanjangan dari Molek River Fornt Park,” ujar Faizah.
MORIFA, merupakan identik dengan Saluran Molek dan Kota Kepanjen.
“Ketika mendengar nama MORIFA langsung tertuju pada Saluran Molek yang ada di Talangagung, Kepanjen,” tuturnya.
Sedangkan konsep desain yang mereka usung lebih modern. Meski demikian, tidak meninggalkan estetika kaidah lingkungan. Termasuk tujuan utamanya adalah konservasi lingkungan dan terhindar dari pencemaran.
Implementasinya, yakni dengan semakin memperbanyak tumbuhan hijau. Selain itu, juga terdapat drainase untuk mencegah luapan air ketika banjir. “Seperti yang dilihat dalam desain ini, juga banyak sekali gambar tumbuhan. Sehingga, tumbuhan yang ada tetap dipertahankan, bahkan ditambah jumlahnya,” kata Agus menambahkan.
Sedangkan yang menjadi andalan dari desain itu adalah, terdapat tempat atau taman selfie. Pengunjung bisa melakukan foto selfie di tempat tersebut. Mengingat selfie saat ini sangat digandrungi oleh masyarakat, uatamanya para remaja. Taman maupun sekitar Saluran Molek dinilai tempat yang cocok untuk foto selfie tersebut.
Selain taman selfie, juga ada jembatan yang berdiri di atas Saluran Molek. Masyarakat, pengunjung, maupun wisatawan bisa menikmati keindahan Saluran Molek beserta tetumbuhannya di atas jembatan tersebut. Fasilitas bagi penyandang cacat, juga menjadi perhatian dari mereka dalam mendesain tempat tersebut.
“Ada jalur khusus yang aman bagi penyandang difabel,” imbuhnya.
Selain itu, bisa juga nantinya ditambahkan tempat penangkaran satwa, salah satunya burung. Karena untuk membangun penangkaran burung, tidak memerlukan lahan yang luas. Tidak hanya itu, para pengunjung juga bisa menikmati fasilitas perahu dayung yang disediakan.
Nuansa modern semakin kental terasa, ketika taman tersebut dilengkapi dengan Wifi yang mempermudah untuk mengakses internet. Perpaduan konsep modern serta ramah lingkungan ini, membuat keduanya memenangkan sayembara tersebut. Sedangkan untuk mendesain itu, mereka membutuhkan waktu kurang dari dua minggu.
Meski waktunya terbilang singkat, namun karya yang mereka ciptakan sangat luar biasa. “Yang membutuhkan waktu lama itu menentukan namanya. Karena yang menjadi ciri khas suatu tempat itu, bermula dari namanya. Sehingga, kami memutuskan untuk memakai nama MORIFA ini,” terang Agus.
Menurutnya, soal desain bangunan serta tata ruang kota, merupakan keahlian mereka. Mengingat mereka saat ini berada pada semester akhir jurusan Arsitek FT UB. Keduanya memang selalu bekejasama mendesain suatu proyek pembangunan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pengairan Kabupaten Malang, Ir Wahyu Hidayat MM mengapresiasi apa yang dilakukan keduanya. “Mereka berdua adalah pemuda hebat yang telah mempersembahkan desain ini saat hari jadi ke 1255 Kabupaten Malang,” urainya.
Selanjutnya, desain yang mereka tawarkan tersebut, akan diimplementasikan dalam pembangunan yang sesungguhnya. Sedangkan atas prestasi yang diraih tersebut, mereka diganjar hadiah dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang berupa piagam. Rencananya penghargaan itu akan diserahkan malam ini saat resepsi hari jadi.
“Melalui sayembara ini, terdapat peran serta masyarakat dalam melakukan pembangunan. Sehingga, terdapat rasa memiliki,” cetusnya.
Selanjutnya, dia berharap melalui sayembara ini akan mendorong pemuda-pemuda lainnya untuk berinovasi dan berkreasi untuk kemajuan Kabupaten Malang. (Binar Gumilang/ary)