Dua Pejabat Terminal BBM Hattrick Penghargaan Lingkungan

BANGGA : Kepala Divisi CSR, Oscar Adhi Wicaksono dan Operation Head, Putut Prianggono SE (memegang plakat Penghargaan) saat berfoto bersama usai menerima penghargaan.

KEPEDULIAN lingkungan yang ditunjukkan oleh dua orang pejabat teras Terminal BBM Malang ini patut diapresiasi. Mereka Operation Head, Putut Prianggono SE dan Kepala Divisi CSR, Oscar Adhi Wicaksono. Keduanya meraih penghargaan kepedulian pelestarian lingkungan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, selama tiga kali berturut-turut.


Wajah sumringah terpancar dari keduanya saat Apel Pagi Menanam Pohon di Jalibar, kepanjen, Selasa 1 Desember 2015 lalu. Pasalnya, keduanya bersama beberapa tokoh lainnya menerima penghargaan dalam bidang lingkungan. Penghargaan tersebut, diserahkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Dr H Abdul Malik SE MSI kepada para penerimanya.
Rasa bangga terpancar, ketika keduanya menerima penghargaan tersebut dari Sekda. Usai menerima penghargaan, mereka langsung menuju area taman Perumahan PNS Bhumi Kanjuruhan, untuk melakukan penanaman pohon. Kegiatan itu, rutin mereka lakukan saat hari lingkungan hidup.  Mereka juga menyumbangkan bibit pohon untuk ditanam kembali. Hal ini merupakan langkah konservasi maupun pelestarian lingkungan.
"Alhamdulillah, penghargaan ini kami terima sebanyak tiga kali dalam tiga tahun secara berturut-turut," ujar Putut Prianggono mengawali pembicaraan.
Putut dan Oscar bersama perusahaan Terminal BBM Malang menggalakkan penanaman pohon bambu. Ketika disinggung mengapa memilih bambu, dikatakan bambu mempunyai banyak manfaat. Diantaranya menghasilkan oksigen dan dapat menyimpan air dengan baik. Sehingga, keberadaan air dalam tanah dapat dijaga dengan baik.
"Penanaman pohon bambu itu, kami prioritaskan di Desa Dalisodo, Kecamatan Wagir," imbuhnya.
Menurutnya, di tempat tersebut terdapat usaha biting dupo dan tusuk sate. Masyarakat banyak memanfaatkan bambu untuk diolah menjadi biting dupo dan tusuk sate. Secara otomatis, banyak pohon bambu yang ditebang. Sehingga, jumlah pohon bambu semakin berkurang.
"Fungsi kami adalah pelestarian lingkungan, dengan menanam pohon bambu kembali," tuturnya. Selain menanam pohon bambu, keduanya juga melakukan pembinaan kepada masyarakat pemanfaat bambu dalam hal ini para perajin bambu. Bentuknya, memberikan bantuan permodalan, bantuan peralatan, pelatihan dan melakukan sosialisasi konservasi penanaman kembali pohon bambu.
"Jadi, kami membina usaha kerajinan bambu di Desa Dalisodo, supaya berkembang lebih baik lagi. Supaya mereka ini, menjadi lebih mandiri dan kesejahteraanya semakin meningkat," kata Oscar menimpali pembicaraan.
Sebagai pemimpin perusahaan besar, pihaknya berkewajiban peduli terhadap lingkungan dan sosial. Bentuknya melalui CSR yang ada di perusahaan tersebut. Hasilnya, mereka dapat membina para perajin bambu hingga sukses. Ada sebagian perajin, yang tusuk sate dan biting dupanya merambah pasar nasional. Bahkan pernah mengirim keluar negeri, seperi Singapura dan Malaysia.
"Apalagi jelang menghadapi MEA seperti ini, pelaku usaha termasuk biting dupo dan tusuk sate, wajib meningkatkan kualitasnya," kata dia.
Apa yang dilakukan keduanya, diapresiasi oleh Sekda Kabupaten Malang, Dr H Abdul Malik SE MSI.
"Diharapkan apa yang dilakukan keduanya dapat konsisten ke depannya," terangnya. Selanjutnya, dengan apa yang diraih oleh perusahaan Terminal BBM Malang dan dua pejabat terasnya itu dapat ditiru oleh perusahaan lainnya. Sehingga, keberlangsungan lingkungan di Kabupaten Malang dapat terjaga dengan baik.(Binar Gumilang/ary)