Dibalik Training Center Arema di Pantai Balekambang

Training Center  (TC)Arema Cronus kali ini memang istimewa  bagi trio pemain Arema asal  Bali. I Made Pasek Wijaya, I Made “Kadek” Wardana dan I Gede Sukadana, menyempatkan diri berdoa dan bersyukur di Pura Luhur Amerta Jati yang menjadi sentral Pantai Balekambang Kabupaten Malang. Menariknya, untuk kali pertama, trio Bali melangkah ke dalam pelataran pura ‘’ Uluwatu’’-nya  Ngalam ini.
 
Langit sore Pantai Balekambang masih belum reda. Angin pantai semilir menjejak buih yang berlarian ke samudra. Ombak meredup dengan sisa percikan sinar matahari yang memerah di batas ujung lautan. Air laut surut, langit biru pun tergores darah. Gelap mengintip, naik menanti kedatangan bulan.
Trio Bali Arema Cronus, menyambut senja di atas batu karang pulau Ismoyo. Kali pertama menapakkan tumit di pasir putih Balekambang, I Made Pasek Wijaya, I Made Wardana dan I Gede Sukadana takjub. Pura Luhur Amerta Jati berpijak kokoh di atas bayangan pantai Balekambang.
Belum juga melepas lelah perjalanan Malang-Balekambang, trio Bali mendekat ke bibir pantai untuk melihat dari dekat tempat peribadatan Hindu sekaligus ikon wisata pantai Kabupaten Malang tersebut. Begitu latihan sesi sore hari Jumat selesai, Made Pasek dkk buru-buru mandi, dan mempersiapkan diri.
Trio Bali, bersama-sama menghaturkan sembah kepada Pencipta di pura suci bagi umat Hindu ini. “Sembahyang dulu, baru kali ini datang ke pura di Malang. Biasanya selalu sembahyang di Bali,” papar asisten pelatih Arema tersebut, kepada Malang Post, usai sesi pertama Training Center, hari Jumat lalu.
Sarung dan selendang yang jadi aksesoris wajib, dikenakan oleh Made Pasek. Begitu juga, Kadek Wardana dan Gede Sukadana yang sama takjubnya melihat tempat pemujaan yang sangat mirip dengan Pura Luhur Uluwatu, Kuta Selatan, Bali. Dengan penuh hormat, trio Bali menghaturkan syukur sebelum masuk ke pura suci.
Canang berisi bunga, dibawa dan dipersembahkan di pelataran tempat peribadatan. Bau harum dupa terbakar semerbak dari tangan Made Wardana yang tampak tenang menaikkan doa kepada Sang Hyang Widhi. I Gede Sukadana yang biasanya paling ramai dan penuh tawa pun, tampak begitu khusyuk, meresapi kesunyian pura ketika malam hampir tiba.
Seusai bersembahyang, Made Pasek pun mengakui bahwa Pura Luhur Amerta Jati adalah pura yang spesial. “Soalnya, kita jarang melihat pura di Malang. Beda dengan Bali yang memang tempatnya peribadatan Hindu. Ini kali pertama saya beribadah di pura yang ada di Malang. Biasanya sembahyang di rumah saja,” kata Made Pasek.
Pelatih yang juga eks pemain timnas era  tahun 1990-an ini mengakui, TC terasa spesial karena bisa melihat tempat peribadatan di tengah pantai. Made Pasek menyebut, kehadiran Pura Luhur Amerta Jati di Balekambang, melengkapi keindahan pantai Kabupaten Malang. Made Pasek menyebut bahwa Pemkab Malang tidak salah, menjadikan Pura Luhur Amerta Jati sebagai ikon wisata pantai.
Sebab, menurut Made Pasek, Bali juga memiliki banyak pura di tengah laut yang menjadi daya tarik tersendiri buat wisatawan. “Kalau buat wisata, memang pura punya daya tarik. Arsitektur dan bentuk luarnya pas untuk wisata. Karena itu, Bali sudah lama mempromosikan keindahan wisata pantainya dengan pura sebagai ikonnya,” papar Made Pasek.
Menurut mantan pemain Persikaba Badung ini, trio Bali mengirim doa buat keluarga dan Arema yang saat ini sedang mengarungi 8 besar Jenderal Sudirman Cup 2015. Trio Bali juga mengirim doa agar perjalanan Arema selama Training Center di pantai Balekambang selalu aman dan tanpa hambatan berarti.
“Kita berdoa supaya diberi kelancaran selama Training Center. Selain itu, kita juga mendoakan keluarga di Bali supaya selalu mendapat kedamaian serta keselarasan dalam hidup. Selain itu, kita juga mengirim doa agar Arema mendapat prestasi dalam turnamen kali ini,” papar Made Pasek.
Setali tiga uang, Gede Sukadana merasa TC kali ini spesial karena dia melihat tempat peribadatan agama Hindu menjadi ikon pariwisata pantai Balekambang. Sukadana merasakan kedamaian dan kesunyian saat menjejakkan kaki di pelataran dalam Pura Luhur Amerta Jati untuk bersembahyang.
“Puranya sama dengan yang di Uluwatu serta tempat ibadah Hindu di Bali. Arsitekturnya serta model bangunannya pun mirip. Saya merasa seperti di Bali ketika masuk ke dalam pura,” kata pemain bernomor punggung 44 tersebut. Sukadana merasa TC kali ini cukup istimewa karena dia tidak menduga ada pura dan pantai yang bagus di Kabupaten Malang.
“Saya tidak menduga ada pura dan pantai sebagus ini di Malang. Menurut saya, suasana serta atmosfer Balekambang sangat menenangkan, apalagi kalau sore hari. Semoga karena kita TC di pantai yang ada pura, bisa memberi berkah ekstra buat perjuangan tim di JSC 2015,” tuturnya.(fino yudistira/nug)