Empat Bersaudara Atlet Wushu Andalan Kota Malang

Wushu, bagi empat bersaudara Ahmad Ghifari Fuaiz, Ahmad Ghozali Fuaiz, Aqila Ghaida Fuaizah dan Asma Ghaitsani Fuaizah adalah denyut nadi. Kehidupan mereka tak lepas dari beladiri ini. Bahkan tiga putra-putri pasangan Ahmad Faizin dan Ersty, prestasinya telah maju ke tingkat nasional.

Mereka adalah Ahmad Ghifari Fuaiz, Ahmad Ghozali Fuaiz, dan Aqila Ghaida Fuaizah. Prestasi mereka kian melonjak sejak Porprov 2015 lalu. Kini, mereka sedang berusaha merintis keberhasilan di tingkat internasional.
Awalnya, pasangan suami istri ini hanya iseng untuk mengikutsertakan keempat  anaknya pada cabang olahraga wushu. Ersty mengaku  ingin menyalurkan bakat anaknya.
"Kalau saya lihat anak-anak punya energi lebih. Daripada tingkahnya nggak tersalurkan ya saya ikutkan wushu saja," ujarnya.
Saat itu, ketiga anaknya masih duduk di bangku SD. Kebetulan waktu itu pelatih wushu Kota Malang adalah teman Ersty. Ia menawarkan kepada anaknya kalau tidak cocok dengan cabor ini, dicoba dulu satu bulan. Namun, jika diperhatikan, anak-anaknya mulai tertarik berlatih. Selain itu, tujuan mereka menyalurkan energi putra-putrinya juga sudah tercapai. Terlebih putra-putri mereka juga jadi semakin rajin di sekolah.
Putra kedua mereka, Ghozali bahkan bisa jadi peraih nilai Ujian SD tertinggi pada tahun 2014. Menurut keterangan sang ibu, menjelas ujian nasional, Ghozali masih aktif berlatih wushu.
"Saat itu ia akan menghadapi Porprov 2015, jadi latihannya lebih padat," ujar Ersty kepada Malang Post.
Namun, orang tua mereka mendukung penuh seluruh kegiatan yang mereka ikuti. Mereka dituntut untuk tetap menjalani kewajiban mereka sebagai pelajar, di samping aktivitas mereka di gelanggang wushu.
Prestasi yang didapat kakak beradik ini semakin meningkat setelah mereka mampu memborong medali di Kejuaraan Nasional terbuka Wushu di Magelang, pertengahan Juni lalu. Kehadiran mereka mulai diperhitungkan sejak saat itu. Lawan mulai gentar ketika mendengar nama ketiga bersaudara ini. Pasalnya, mereka mempunyai jurus-jurus yang membuat lawan mulai goyah.
Ahmad Ghifari Fuaiz yang masih tercatat sebagai siswa SMPN 8, meraih dua medali emas, satu perak dan satu perunggu di Magelang. Ghozali bisa mendapat satu medali emas. Aqila yang masih sekolah di SD Plus Al Kautsar Kota Malang, mendapat dua medali emas, satu perak dan satu perunggu dalam Kejuaraan yang sama. Ketika mereka sedang bersantai di rumah, Ersty mengaku bahwa mereka saling memberikan motivasi satu sama lain.
Prestasi berurutan itu semakin menunjukkan jika kakak-beradik yang masih anak-anak ini mulai diperhitungkan di kancah wushu tingkat provinsi maupun nasional. Ketika di rumah, mereka mengaku sering berlatih bersama. "Biasanya kita latihan bareng kalau di rumah, pemantapan jurus," ungkap si sulung, Ghifar.
Bahkan, si bungsu Asma Ghaitsani Fuaizah yang masih kelas 3 SD sudah bergabung di wushu. Dia telah memulai prestasinya dan mendapatkan medali di kejuaraan kota dan tingkat provinsi. Pada Kejuaraan Wushu tingkat Kota Malang kemarin, Ghaitsa berhasil memborong lima medali emas.
Sementara kejuaraan di Surabaya ia mendapatkan satu emas dan dua perunggu. Siswi SD Al Kautsar ini kini mulai menyelami dunia wushu dan berusaha untuk menjejak di tingkat nasional, layaknya sang kakak. Faizin, sang ayah mengaku sangat bangga kepada keempat anaknya. Dia tidak pernah melarang anaknya untuk tetap aktif di bidangnya.
Kini, keempat anaknya telah aktif di cabang olahraga wushu. Harapannya, mereka dapat terus berprestasi di bidangnya. Lebih lanjut, Faizin juga ingin anaknya berlaga di tingkat internasional. Untuk menuju ke tingkat internasional harus memperoleh dua medali emas sekaligus di kejuaraan nasional. Akan tetapi, keinginan Ersty tidak sejauh itu, ia tetap mengharuskan anaknya memperhatikan pendidikan, karena menurutnya pendidikan adalah hal yang paling utama.(Lailil Hidayah/ary)