Kisah Para Pengawal Calon Bupati Malang

HARI ini, Kabupaten Malang akan memilih pemimpin baru untuk lima tahun ke depan. Dari tiga pasangan calon, salah satunya akan terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Malang. Selama proses tahapan Pilkada berlangsung, semua calon Bupati dan wakil Bupati Malang didampingi oleh pengawal khusus dari Polres Malang. Lantas, seperti apa suka duka pengawal Cabup dan Cawabup Malang.
 
Untuk menjadi pengawal khusus Cabup dan Cawabup Malang, tidak hanya sekadar asal tunjuk. Polisi lelaki dan Polwan yang mendapat amanah untuk mendampingi Cabup dan Cawabup, adalah anggota pilihan di Polres Malang. Mereka terlebih dahulu harus menjalani tes akademis, psikologi dan kepribadian terlebih dahulu.
Siapa yang mendapatkan nilai terbaik, dia yang akan mendapat surat tugas untuk mengawal Cabup dan Cawabup Malang. Salah satu Polisi Wanita (Polwan) yang beruntung mendapat tugas penting ini, adalah Bripda Lakshita Chandra Dewi, anggota Polsek Kepanjen.
Sejak Cabup dan Cawabup ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umu (KPU) Kabupaten Malang, Lakshita didapuk untuk mendampingi dan mengawal Cabup Dewanti Rumpoko. Kemanapun Paslon nomor urut 2 ini bepergian melakukan kampanye blusukan, Lakshita selalu ada mendampinginya.
“Saya mendampingi Cabup Dewanti Rumpoko, mulai bulan Agustus lalu. Saya mendapat tugas mengawal Cabup karena dipilih dan ditunjuk langsung,” ujar Lakshita Chandra Dewi.
Ada suka dan duka yang dirasakan oleh Lakshita selama mengawal calon bupati. Dukanya, ia harus bisa mengatur waktu untuk istirahat. Pasalnya, tidak banyak waktu yang digunakannya untuk istirahat. Karena untuk mengawal Cabup melakukan kampanye blusukan, ia harus bangun pagi-pagi dan pulang menjelang pagi.
“Saya biasanya berangkat subuh, dan pulang lagi sudah tengah malam. Jadi waktu tidur tidak banyak. Paling hanya lima jam saja,” tutur Polwan asal Kecamatan Sukun Kota Malang, yang tinggal di Pakisaji ini.
Bahkan, ia mengatakan pernah hanya tidur dua jam atau tidak pernah tidur sama sakali. Karena itu, untuk menjaga stamina  tubuhnya, ia kadang mencuri-curi waktu untuk istirahat. “Mencurinya tidak saat melakukan kegiatan. Tetapi ketika di dalam mobil perjalanan menuju lokasi yang akan dituju untuk kampanye,” ucapnya.
Namun ada sisi suka yang dirasakan oleh Lakshita selama mengawal Dewanti Rumpoko. Karena ia banyak mengenal banyak orang. Termasuk bisa mengetahui kondisi seluruh wilayah Kabupaten Malang. Begitu juga ia bisa mengetahui potensi alam, wisata dan kesenian yang ada di Kabupaten Malang.
“Meskipun saya orang Malang, tetapi sebelumnya tidak tahu bagaimana Kabupaten Malang. Ternyata banyak wisata dan kesenian daerahnya. Itulah yang membuat saya senang ketika mengawal blusukan kampanye,” paparnya.
Meski bisa mengetahui kondisi wilayah Kabupaten Malang, namun selama mengawal dan mendampingi Dewanti Rumpoko, ia tidak jauh dan lengah sedikitpun. Bahkan, untuk sekadar memegang handphone, kalau kondisinya tidak urgent pun tidak bisa.
Sementara itu, tiga orang anggota Polres Malang yang mengawal Cabup Malang Dr H. Rendra Kresna juga ekstra padat aktifitasnya. Tiga orang berbadan tegap itu sebutanya pengawal pribadi (walpri). Mereka berjaga di gazebo area rumah Rendra Kresna di Dusun Genitri, Desa Tirtomoyo, Kecamatan Pakis, kemarin. Mereka adalah tiga orang Walpri yang melekat pada Rendra selama kampanye hingga penetapan. Tiga orang itu ialah, Brigadir Sandi, Briptu Singgih Anugrah dan Bripka Erik.
Meski tampang sangat terpancar dari ketiganya, namun sebenarnya ramah. Sesekali mereka juga usil dan bercanda, disela-sela bertugas. Saat itu, mereka tampak tengah asyik bercengkrama. Maklum, masa kampanye sudah berakhir. Sehingga, aktivitas mereka mengawal Ketua DPD Golkar Kabupaten Malang ini, tidak sepadat saat kampanye.
Namun, berbagai kisah dialami ketiganya selama empat bulan menjadi pengawal Bung Rendra sapaan akrab Rendra.
“Saya bertugas pertama kali, pada 11 Agustus 2015 yang lalu. Saat itu, Bapak Rendra masih menjadi Bupati Malang. Aktivitas saat itu, sangat padat,” ujar Bripka Erik kepada Malang Post, kemarin.
Setelah itu, dua walpri tambahan kemudian ditugaskan untuk mempermudah mengawal Rendra. Mereka Brigadir Sandi dan Briptu Singgih. Karena intesitas Rendra sangat padat, maka mereka harus pintar-pintar membagi waktu. Terutama membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga yang sedang menunggu di rumah.
“Kalau kesehariannya, pergi pagi pulang pagi. Pernah tiga hari tiga malam berturut-turut tidak pulang ke rumah sama sekali,” kata Brigadir Sandi menimpali.
Lain halnya dengan Briptu Singgih. “Anak saya yang masih kecil, sampai tidak mengenali saya dan memanggil mas. Saking jarang pulang karena tugas,” kata Briptu Singgih menambahi.
Namun mereka sangat bangga menjalankan tugas tersebut. Karena mengawal sosok yang penting dan pernah menjadi simbol Kabupaten Malang. Apalagi mereka baru kali pertama menjadi walpri dan mengawal paslon dalam Pilkada ini. Sebelumnya, mereka hanya menjalankan tugas keseharian di Polres Malang.
“Tugas ini, menjadi pengalaman baru bagi kami. Selain itu, kami mempunyai banyak kenalan dan saudara baru,” tutur Singgih. Selama menjadi Walpri, ketiganya mengikuti Rendra ke mana pergi maupun kampanye. Mereka menjalankan tugasnya dengan baik. Terbukti tidak ada kejadian menonjol selama mengawal Rendra.
Selain itu, keselamatan dari Bung Rendra, tetap terjaga.
“Kami menjalankan tugas sesuai dengan peraturan dan prosedur yang berlaku. Sedangkan keamanan Bapak Rendra. Adalah merupakan yang terpenting bagi kami. Bila perlu, kami siap mengorbankan nyawa sekalipun saat bertugas di lapangan,” papar Erik.
Kebanggaan itulah yang menjadi andalan mereka dalam menjalankan tugasnya. Terlebih keselamatan Rendra juga tergantung pada merek. Sedangkan tiga Walpri itu, selama ini menjalankan tugasnya dengan baik.(Agung Priyo/Binar Gumilang/ary)