Melihat Tempat Pemungutan Suara Pilbup yang Tak Lazim

Pesta Demokrasi di Kabupaten Malang tersentral di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar hingga pelosok. Namun ada beberapa yang tak lazim, seperti TPS di penjara Polres Malang Kabupaten. Di Kepanjen, ada juga TPS berada di dalam kafe, jadi sambil menunggu antrean, pemilih bisa bersantai menikmati makanan.
Tahanan Polres Malang mendapat kesempatan untuk menyalurkan hak pilihnya dalam Pilkada Kabupaten Malang. Sebanyak 64 pelaku tindak kriminalitas ini, kemarin melakukan pencoblosan di TPS khusus. Mereka melakukan pencoblosan di dalam ruang tahanan.
TPS khusus ini, dari TPS 02 Desa Ardirejo, Kecamatan Kepanjen yang merupakan TPS terdekat dengan Polres Malang. Dari 64 pemilih di ruang tahanan Polres Malang, sebanyak 60 pemilih adalah laki-laki dan 4 pemilih adalah perempuan.
Sutrisno, Ketua KPPS 02 Ardirejo, Kepanjen, mengatakan sebelum melakukan pemilihan di ruang tahanan, terlebih dahulu dilakukan pendataan. Setelah itu, mereka dibelikan formulir C5 sebagai syarat pindah pilih.
"Sebelum pencoblosan, mereka terlebih dahulu sudah diberikan sosialisasi. Perhitungan surat suara yang dicoblos di ruang tahanan ini, akan kami gabung dengan surat suara di TPS 02. Daftar pemilih tahanan ini masuk dalam DPTb-1," terang Sutrisno.
Jumlah DPT di TPS 02 Ardirejo Kepanjen sendiri, sebanyak 564 pemilih, terdiri dari warga RT3, 4 dan 5. Proses pencoblosan di ruang tahanan, diawasi petugas Linmas Kelurahan, saksi ketiga Paslon, Panwascam dan petugas PPK.
"Untuk tingkat kehadiran pemilih, di TPS 02 sampai pukul 12.00 belum mencapai 50 persen, hanya sekitar 200 lebih pemilih yang hadir," katanya.
Baret, salah satu tahanan yang dipilih sebagai RT di ruang tahanan, mengatakan bahwa dari tiga Paslon hanya pasangan calon nomor urut 3 (Nurcholis - Muhammad Mufidz) yang lebih dikenal oleh para tahanan. Sedangkan Paslon nomor urut 1 dan 2, justru tidak dikenalnya.
"Saya tahunya hanya Nurcholis saja, yang lainnya tidak tahu. Yang terpenting ayas kadit hodob, iso idrek karo metu sam," katanya yang dibenarkan tehanan lainnya.
Sementara itu, Tempat pemungutan suara (TPS) 08 di Jalan Ketanen, Kelurahan Penarukan, Kecamatan Kepanjen menjadi salah satu TPS unik dari 3672 TPS di Kabupaten Malang. TPS ini, dikemas dengan suasana Tempoe Doeloe. Setiap pemilihan, TPS ini selalu menampilkan yang unik dari yang lain.
Ketua KPPS TPS 08, H Ahmad Muhammad Humala, mengatakan TPS 08 ini ditempatkan di Cafe Kampoeng Brick. Desainnya dikemas seperti suasana jaman dahulu. Selain pintu masuk TPS dari kayu ukiran, di ruang tunggu juga ada beberapa barang kuno dan antik, seperti sepeda ontel, lukisan lama serta radio dan televisi lama.
Tidak hanya itu saja, petugas KPPS juga mengenakan pakaian adat jawa lengkap dengan menggunakan blangkon. Woro-woro pada warga pun, juga menggunakan bahasa jawa dan guyonan. Termasuk musik penghibur pun juga dengan gending jawa.
"Ini semua untuk menarik minat masyarakat. Sehingga orang yang datang ke TPS ini akan senang, dan seolah-olah melihat pertunjukan seni zaman dulu," terang H Ahmad Muhammad Humala.
Jumlah pemilih di TPS 08 Jalan Ketanen ini, sebanyak 574 pemilih. Semoga dengan keunikan TPS, pemilih bisa datang semuanya dan tidak ada warga memilih Golput.
"Target kami adalah suara pemilih yang datang ke TPS ini sebanyak 80 persen. Semoga saja upaya kami untuk mengurangi angka golput bisa terwujud," tuturnya.(Agung Priyo/ary)