Diusir Kota Blitar karena Gatal-Gatal, Malah Juara Asia Youth Qatar

Ogsa Agfreansa, Atlet Atletik Andalan Kota Malang

Atletik sudah menjadi urat nadi atlet Kota Malang, Ogsa Agfreansa. Pada usianya yang masih belia, prestasinya semakin meroket. Ia telah beberapa kali menyabet medali emas di tingkat nasional. Bahkan, juga pernah meraih perunggu di ajang ajang Asia Youth Qatar.


Pada akhir bulan November 2015, ia mengikuti Asean School Games (ASG) di Brunei Darussalam. Event besar ini diikuti oleh atlet dari beberapa negara Asean. Indonesia, sebagai salah satu negara di Asia juga turut serta dalam event ini. Bahkan, sebelum mengikuti ajang tersebut ia harus berlatih keras dan mengikuti latihan di Jakarta.
Siswa SMAN 9 Malang ini mengaku sering ijin tidak masuk kelas karena ada turnamen. Ia mengaku sedikit susah membagi waktu, terutama pada saat jadwal ujian di sekolah dengan jadwal pertandingan berlangsung bersamaan.
“Harus pandai membagi waktu meskipun sering kecapekan karena sepulang sekolah harus langsung latihan,” ungkapnya.
Baginya, prestasi yang membanggakan adalah ketika dia bisa membawa medali perunggu pada ajang Asia Youth Qatar. Ogsa telah menekuni bidang atletik sejak ia kecil. Sejak kelas 5 SD, ia sudah mulai berkarir di cabang olahraga ini.
Tentunya bukan hal yang mudah untuk menjadi atlet yang profesional. Tapi atas semangat yang tertanam pada dirinya dan dukungan dari orang tua, sampai saat ini ia bisa menjadi wakil dari kota ini.
Putra pasangan Agung Widodo dan Siti Aminah ini mengaku bercita-cita ingin menjadi TNI kelak. Sejak kecil ia ingin menjadi pemain sepak bola. Sampai pada suatu saat, guru olahraganya, Mashudi memintanya masuk atletik untuk mewakili sekolahnya seleksi Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN).
”Menurut beliau saya bisa berlari dengan cepat, akhirnya diminta mewakili sekolah jadi atlet atletik dadakan,” terang alumni SDN Karangsari 2 Kota Blitar tersebut.
Sejak saat itu, ia mulai menunjukkan prestasinya di bidang atletik. Saat itu, medali perunggu menjadi modal utamanya di bidang atletik. Dari modal medali perunggu inilah titik awal Ogsa menekuni dunia atletik. Bahkan, ia harus memendam dalam-dalam keinginannya menjadi atlet bola.
Sejak saat itu, ia mulai memacu semangatnya untuk terus meraih juara di bidangnya. Selain itu, ia juga ingin mengumandangkan lagu Indonesia Raya di kancah internasional. Ogsa juga memiliki pengalaman pahit saat menjadi atlet daerahnya beberapa tahun silam. Tiba-tiba tubuhnya gatal-gatal dan berulang kali berobat ke rumah sakit namun tak kunjung sembuh. “Waktu itu saya mendapat surat dari PASI Kota Blitar yang berisi bahwa saya dikeluarkan,” terang cowok yang pernah meraih 11 medali emas di berbagai kompetisi tingkat nasional tersebut.
Padahal, saat itu ia telah mengirimkan surat keterangan sakit dan tidak dapat mengikuti latihan saat itu. Orang tuanya juga telah mengusahakan untuk menjelaskan ke pihak PASI untuk tetap mencantumkan nama anaknya sebagai atlet di Kota Blitar. Akan tetapi, hal tersebut sudah tidak diperhatikan oleh mereka. Setelah itu, ia sempat vakum dari atletik dan tidak mengikuti kejuaraan beberapa bulan.
Setelah lama tidak muncul dalam beberapa kejuaraan, ada beberapa pelatih yang mencarinya. Salah satunya pelatih atletik Kota Malang. PASI Kota Malang ingin memberikan kesempatan kepadanya untuk mengembangkan potensinya di bidang atletik. Akhirnya, ia memilih untuk berpindah ke Kota Malang. Di kota inilah ia mulai menunjukkan performa terbaiknya ketika di lapangan.
Rupanya hal ini menjadi salah satu pelajaran baginya untuk terus berlatih. Ia mampu meningkatkan prestasinya di dunia atletik. Kehadirannya di lapangan mulai diperhatikan sejak saat itu. Bahkan, ia mengaku selalu berhasil membawa pulang medali dalam setiap kejuaraan yang ia ikuti. Namun, ia mengaku cukup kecewa ketika tidak mendapatkan satu medali pun pada Asean School Games 2015 baru-baru ini.
“Biasanya saya bisa mendapatkan medali di setiap kejuaraan, tapi ini hanya mendapatkan lima terbaik,” ujarnya kepada Malang Post. Hal ini tak lantas menyurutkan semangatnya untuk terus berprestasi. Ogsa mengaku akan terus berlatih demi mendapatkan hasil yang terbaik.(Lailil Hidayah/ary)