Susan Soewono Pemilik Istana Boneka yang Dipercaya Disney

Siapa yang tidak kenal dengan Susan Soewono, pemilik Istana Boneka Kota Malang. Sosok perempuan berbakat yang berhasil merajut benang kesuksesan hingga ke kancah internasional. Sempat dianggap sebagai penjiplak, kini karyanya banyak dipercaya oleh masyarakat secara luas. Tidak tanggung-tanggung, pujian berdatangan dari banyak pihak. Tidak hanya Disney, Pixar dan Lucas Film pun menaruh kagum terhadap garapan perempuan berambut pendek ini.
Baru-baru ini ia kembali mendapat kepercayaan dari Disney dengan memegang lisensi dalam penggarapan karakter Star Wars. Hal ini tentu membuat masyarakat Indonesia lebih berbangga lagi. Setelah sebelumnya aktor dan animator Indonesia terjun dalam laga bergengsi ini. Kini bonekanya pun dibuat oleh orang Indonesia.
“Tahun lalu usaha saya ini sempat hendak disomasi oleh pihak Disney, tapi sekarang berbuah manis,” bebernya pada Malang Post, kemarin
Perjalanannya menjalin kerjasama dengan perusahaan kenamaan ini bukan tanpa halangan. Merogoh kocek yang cukup dalam untuk memperoleh lisensi baginya bukanlah sebuah masalah. Dengan kejadian tersebut ia justru merasa rasa syukur yang luar biasa. Ia dapat secara langsung bertemu dan menjalin kerja sama.
Menurutnya sangat tidak mudah menyesuaikan standar yang telah ditetapkan oleh pihak Disney. Sebelum ia melakukan produksi dalam jumlah besar, ia terlebih dahulu harus mengirimkan contohnya. Namun ia tetap yakin dengan kualitas yang dimilikinya. Sehingga ia juga berani mengeluarkan sebuah garansi istimewa, yaitu garansi seumur hidup.
“Jika kualitasnya jelek, mana mungkin saya berani menerapkan peraturan seperti ini. Hanya akan membuang waktu dan tenaga saja,” jelasnya.
Kini, boneka yang diproduksinya berjejer di beberapa pusat perbelanjaan berskala nasional maupun internasional.
Sebagai seorang seniman, ia merasa bahwa setiap karya yang dibuat oleh orang lain patut dihargai dan dinikmati. Ini jugalah yang mendorongnya untuk terus mengejar hak dan izin dari yang lebih berwenang. Langkah yang diambilnya ini juga sebagai bentuk edukasi bagi masyarakat, sebab masyarakat cenderung memilih produk berbau bajakan.
Pola pikir masyarakat yang seperti ini akan lebih baik dilawan dengan sebuah tindakan yang sifatnya lebih membangun. Dengan begitu masyarakat akan lebih menikmati, tidak hanya sekedar menggugurkan kewajiban sebagai seorang penikmat.
Di sisi lain, ia mengungkapkan bahwa sebuah persaingan adalah hal penting yang yang bisa dihindari. Siapapun yang hendak meraih kesuksesan, ia harus terlebih dahulu bertemu dengan rintangan, termasuk pesaing yang andal.
Jika kebanyakan orang mulai meresahkan adanya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), maka tidak dengan dirinya. Ia justru merasa senang dengan ekonomi global ini. Baginya kualitas yang ditawarkan anak bangsa tidak kalah dengan produk yang ditawarkan oleh negara tetangga.
Dia beranggapan bahwa masyarakat Indonesia memiliki nilai lebih dalam hal ini. Kreativitas yang dimiliki sangat luar biasa. Sehingga sangat disayangkan jika tidak dimanfaatkan dengan baik. Yang harus kembali ditanam adalah rasa percaya diri
Arti sukses baginya adalah sebuah perjalanan yang hanya bisa dicapai dengan keseriusan. Rasa percaya diri harus tetap ditumbuhkan untuk meraih arti dari sebuah kesuksesan itu. Tidak ada yang mudah dalam hidup ini. Itu sebabnya ia selalu menghimbau masyarakat, terutama anak-anak muda untuk terus berjuang dalam berusaha.
“Baca kisah-kisah orang sukses, kemudian implementasikan dalam hidup kita,” pungkasnya. (Pipit Anggraeni/ary)