Donor Darah Hingga Bantu Keluarga Besar TNI/Polri

RIBUAN anggota GM FKPPI (Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI/Polri) se-Jatim  terlibat  aktif dalam berbagai kegiatan  memeriahkan HUT ke-67 TNI,hari Jumat 5 Oktober 2012 ini. Sebagai bagian dari keluarga besar TNI/Polri, mereka juga bertekad terus menjadi garda terdepan dalam mempertahankan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

Ketua PD XIII GM FKPPI Jatim Ir.R.Agoes Soerjanto menegaskan seluruh Pengurus Cabang (PC) GM  FKPPI se-Jatim  secara serentak menggelar berbagai kegiatan untuk memeriahkan HUT ke-67 TNI. ‘’Diantaranya  melakukan  donor darah, bakti sosial hingga memberikan bantuan kepada keluarga besar TNI/Polri se-Jatim.Selain itu,kami juga menyelenggarakan  beragam kegiatan lainnya di seluruh Jatim,’’ paparnya kepada Malang Post kemarin.
Dipaparkan pula bahwa para anggota GM FKPPI dari berbagai daerah se-Jatim juga mengikuti  upacara dan defile peringatan HUT ke-67 yang dilaksanakan di halaman Makodam V/Brawijaya di Surabaya,pagi ini.Serta di tempat-tempat lain yang tersebar di seluruh Jatim. ‘’Khusus untuk mengikuti upacara dengan Irup Pangdam V/Brawijaya Mayjen Moerdjito   di Makodam V/Brawijaya, kami mengirimkan ratusan  kader  kami,’’ lanjutnya di sela-sela kesibukan  mempersiapkan anggota GM FKPPI berangkat ke Surabaya kemarin.
Agoes Soerjanto menambahkan bahwa berbagai kegiatan tersebut sebagai bukti bahwa GM FKPPI merupakan anak sekaligus merupakan mitra strategis bagi TNI dan Polri.  Ia mengibaratkan,  jika TNI dan Polri jasad dalam tubuh,maka GM FKPPI adalah rohnya.’’Artinya adalah antara TNI dan Polri dengan  GM FKPPI  memang tak bisa dipisahkan dalam menjaga kedaulatan negeri ini.Serta dalam menjaga keutuhan NKRI,’’ tegasnya.
Lebih lanjut,  ia mengungkapkan  saat ini terdapat lebih dari lima ribu kader GM FKPPI tersebar di seluruh PC se-Jatim. Sebagian dari mereka masih berusia sangat muda.Melalui berbagai pelatihan bela negara dan sebagai, mereka telah disiapkan untuk terus menjadi garda terdepan dalam mempertahankan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).‘’Kami memang selalu mengutamakan pembinaan kepada para kader kami.Tujuannya untuk  membentuk jiwa militansi mereka.Kami terus  bertekad menjadikan GM FKPPI ini organisasi yang disegani karena kuat,solid dan mempunyai militansi tinggi,’’ tegas  pria asli Ngalam ini.
Terkait peringatan HUT ke-67 TNI hari ini, Agoes Soerjanto menyatakan  bahwa   sejak dirinya mendapat amanah menjabat Ketua PD XIII GM  FKPPI Jatim, pihaknya selalu  menunjukkan kemandirian dalam arti seluas-luasnya. ‘’GM FKPPI  harus menjadi anak sekaligus mitra strategis bagi TNI dan Polri. Jangan sampai menjadi beban bagi institusi TNI dan Polri yang tugasnya semakin berat di usia 67 tahun sekarang ini,’’ seru ayah satu putra ini.
Kemandirian seperti itu  juga selalu dilakukan PD XIII GM FKPPI Jatim dalam menggelar seluruh kegiatan dan program kerja mereka. Diantaranya memaksimalkan konsolidasi dan kaderisasi, serta membawa GM FKPPI semakin  mandiri,kreatif dan selalu peduli kepada masyarakat
Agoes Soerjanto merasa gembira karena program konsolidasi dan kaderisasi telah membuahkan hasil maksimal. Antara lain ditandai dengan penyelenggaraan Apel Siaga Empat Pilar Kebangsaan dengan Inspektur Upacara Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono   di halaman Makodam V/Brawijaya beberapa waktu lalu, dilanjutkan dengan  Apel Siaga Kader di seluruh jajaran Korem se-Jatim.‘’Kami sudah menuntaskan pelaksanaan Muscab di seluruh Pengurus Cabang (PC)  dan semua PC  sudah membentuk kepengurusan baru diisi kader-kader berusia muda yang cakap dan potensial.
Terkait dengan semangat nasionalisme untuk mempertahankan keutuhan NKRI,   Agoes Soerjanto    mengharapkan kepada seluruh kaum muda untuk menyamakan persepsi dan meningkatkan nasionalisme dengan terus mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa agar pihak luar tidak dapat menjajah kebudayaan negeri ini. “Saya mengajak kalangan muda untuk meningkatkan nasionalisme dan menjalin persahabatan lebih erat lagi guna membangun bangsa dan negeri ini. Demi masa depan bangsa dan negara yang lebih baik,” kata putra pejuang angkatan tahun 1945 Letnan R.Soenardi (almarhum) ini.
Ia  berharap  generasi muda sebagai calon pemimpin bangsa hendaknya mampu menyumbangkan pola pikir dan berkarya nyata dalam membangun bangsa dan negara.“Generasi muda harus memupuk jiwa nasionalisme dengan mencontoh para pejuang yang mempertaruhkan nyawa dan harta benda ketika berjuang melawan penjajah untuk meraih kemerdekaan demi masa depan rakyat negeri ini,” serunya.
Tokoh pemuda ini menekankan bahwa para kaum muda jangan hanya mengenang kegigihan jiwa patriotisme para pejuang dalam merebut kemerdekaan. ‘’Tetapi kita harus terus mengobarkan semangat nasionalisme para pejuang yang telah menganugerahi kemerdekaan untuk bangsa ini. Lihatlah perjuangan Bung Karno dan rekan rekannya dalam merebut kemerdekaan patut dicontoh, karena nasionalismenya tinggi,”  tandasnya.
Ia mengakui, di era modern seperti sekarang, memang tidak dapat dipungkiri sulitnya mencari figur ”pahlawan tanpa pamrih”. Mengapa? Sebab segala hal yang berkembang ditengah masyarakat saat kini sudah diukur dengan materi. Pahlawan masa kini adalah sosok pribadi yang mau berkorban untuk orang atau lingkungannya tanpa pamrih. Seorang tukang becak, nelayan, guru, bidan, aparat keamanan dan masih banyak lagi lainnya, adalah sosok manusia yang mau berkorban untuk kepentingan orang lain.
’’NKRI sangat  membutuhkan banyak figur atau pemimpin yang mau berkorban tanpa pamrih dengan kemajuan bangsa. Banyak kader kita dari Sabang-Merauke, Miangas-Rote, yang belum terungkap jati dirinya. Namun mereka telah melakukan banyak hal positif yang perlu diteladani bagi masyarakat lainnya,’’ pungkas Agoes Soerjanto.  (nugroho)