Simpan Sound Efek dalam iPhone, Masuk Daftar Guitar Hall of Fame

Teknologi kini sudah menjadi kebutuhan primer manusia dan masuk dalam segala bidang, termasuk seni musik. Berbagai penemuan alat musik baru pun muncul dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi. Salah satunya seperti temuan anak bangsa, Doddy Hernanto yang memadukan aplikasi iPhone menjadi efek gitar listrik.

Lobi kantor Malang Post kemarin (5/10) sore tampak lengang seperti biasanya. Namun begitu kedatangan dua orang tamu dari Surabaya, tiba-tiba saja suasana berubah. Keriuhan ini semakin menjadi-jadi ketika dari speaker kecil yang dibawa oleh tamu tersebut memperdengarkan petikan gitar ala Slash dengan teknik satu jari.
Salah satu dari tamu yang datang ke kantor Malang Post adalah Doddy Hernanto. Nama pria asal Surabaya ini mungkin terdengar asing bagi masyarakat umum. Namun bagi mereka yang hobi bermusik, khususnya gitar, Doddy bukan orang baru. Pria berambut gondrong ini sudah belasan tahun malang melintang di dunia musik. Ia bahkan sempat menjadi additional guitarist Boomerang selama dua tahun, yakni tahun 2000 hingga 2002.
Kedatangan Doddy ke kantor Korane Arek Malang ini bukan hanya memamerkan skill bermain gitar dengan teknik satu jari yang selama beberapa tahun belakangan ini dikembangkannya. Ia juga menunjukkan sebuah maha karya milik anak bangsa yang tak lain merupakan senjatanya. Sebuah gitar merk Rick Hanes, Mr D Series.
Pada pandangan pertama, gitar Mr D Series terlihat seperti gitar biasa hanya memiliki ukuran lebih kecil. Namun jika diperhatikan lebih dalam, ada sesuatu yang membuat gitar ini menjadi alat musik istimewa. Di bagian bodi-nya, terdapat iPhone 4 yang disematkan dan dihubungkan ke gitar dengan sebuah kabel.
‘’Gitar Mr D Series ini diciptakan untuk mendukung teknik bermain gitar satu jari yang saya kembangkan sekaligus untuk memudahkan saya menggunakan sound efek. Selama ini, untuk memainkan sound efek gitaris lain, saya harus menenteng stompbox ke sana-sini. Kalau satu atau dua buah mungkin masih memungkinkan. Tapi kalau sudah belasan, tentu bukan hal yang mudah,” ungkap Doddy membuka interview.
Mengetahui banyaknya aplikasi musik yang tersedia di toko aplikasi milik Apple, Doody kemudian menyampaikan idenya untuk membuat gitar ini kepada salah seorang kawannya, Dr Tommy Kaihatu, seorang dosen yang juga tinggal di Surabaya. Oleh kawannya tersebut, ide ini kemudian diwujudkan dan diberi nama dengan inisial namanya, Mr D.
”Untuk memainkan beragam efek, saya tidak perlu lagi membawa stompbox kemana-mana. Cukup mencari efek gitaris mana yang saya inginkan, lalu simpan di iPhone. Sebelum dimainkan, sematkan iPhone ke bodi gitar, pilih efek yang saya inginkan, lalu tinggal bermain,” ujar Doddy sembari menyebutkan jika sound efek yang bisa disimpan dalam iPhone-nya dan dimainkan dengan gitar Mr D Series tersebut jumlahnya tidak terbatas.
Dengan memadukan teknologi yang terdapat dalam iPhone, gitar Mr D Series tentu tidak dibuat dengan asal. Doddy mengaku, pembuatan gitar ini dilakukan dengan menggunakan teknologi tinggi.
Mulai dari pembuatan bodi dengan mesin Computer Numeric Control (CNC) hingga proses penyeteman menggunakan mesin bernama PLEK, yakni mesin yang bertugas mengatur proses penyeteman dengan lebih presisi karena memanfaatkan komputer.
Pria 52 tahun ini melanjutkan, saat ini gitar Mr D Series sudah mendapatkan Hak Paten. Gitar ini juga sudah dipasarkan, hanya harganya tergolong tinggi untuk ukuran Indonesia, yakni USD 1.200-1.500. Saat ini tercatat sebanyak 212 gitar terjual di luar negeri, sedangkan di Indonesia hanya 12 unit. Menariknya, gitar idenya ini juga sudah diakui oleh majalah gitar ternama, Guitar Planet, sebagai salah satu Guitar Hall of Fame.
”Gitar Rick Hanes ini adalah merk asli tanah air yang sudah merambah luar negeri. Sebuah kebanggaan karya anak bangsa bisa diakui dunia,” pungkasnya. (noer adinda zaeni)