Sangat Curam, Petaka Bagi Pengemudi Tak Kenal Medan

Jurang Klemuk kawasan Songgoriti Kelurahan Songgokerto selama ini menjadi neraka bagi pengemudi awam. Sudah beberapa kali, kecelakaan serius terjadi di jalur curam sebagai alternatif Pujon-Kota Batu tersebut. Pemerintah Kota Batu dan Kabupaten Malang harus memikirkan cara terbaik untuk mencegah kecelakaan serupa terjadi.

Kejadian terakhir, curamnya medan Jurang Klemuk membuat Danramil Pujon, Kapten Inf Hup Tobing sekeluarga, harus dilarikan ke rumah sakit. Bahkan sekitar 15 penumpang Elf yang menabrak mobil sang Danramil, juga dirawat di RS Hastabrata. Beruntung, hingga sejauh ini, tidak ada korban jiwa akibat kecelakaan di jalur Jurang Klemuk.
Petaka di jurang curam menimpa penumpang Isuzu Elf nopol L 2002 ES yang asyik lelap dengan tidurnya. Beberapa lainnya asyik menikmati musik dangdut Sagita yang diputar sopir untuk mengusir kejenuhan perjalanan. Tak satupun penumpang menyangka bahwa mereka harus keluar dari mobil dengan cara merangkak.
Seperti Putri Widianti, siswa SMPN 3 Lamongan, yang duduk dibelakang sopir. Selepas dari makam Gus Dur, gadis itu kemudian menyempatkan membaca novel Nurahman Effendi berjudul Persembahan Cinta dari Surga. Baru satu halaman pertama, dia mengantuk kemudian tertidur ditengah perjalanan Jombang – Kota Batu.
Putri adalah salah satu remaja yang ikut dalam rombongan remaja Masjid Babussalam Dusun Tuyu Desa Pangkatrejo Kecamatan Lamongan. Setelah ziarah ke makam mantan Presiden Indonesia, mereka hendak melanjutkan perjalanan ke Masjid Bihaaru Bahri Asali Fadlaailir Rahmah (Bi Ba’a Fadlrah) di Turen.
Dalam perjalanan itu, sesekali Putri terbangun untuk melihat keindahan alam di sepanjang jalan Kasembon-Pujon-Kota Batu. Sebelum Elf masuk ke jalur alternatif jurang Klemuk, gadis ini benar-benar tertidur. Namun, dia tiba-tiba terbangun ketika sopir dan teman-temannya menjerit saat laju Elf tak terkendali.
Hampir saja jalur Klemuk mengubur cita-cita gadis ini. Beruntung sebuah pohon pinus masih menahan laju Elf. Meski mobil terbalik, Putri dan teman-temannya masih selamat, sedangkan novel pinjaman dari perpustakaan sekolah telah tercerai entah dimana. Sesaat setelah evakuasi, novel itu rupanya teronggok di dekat bangkai Elf.
Peristiwa yang dialami rombongan Putri ini bukan kali pertama terjadi di Jurang Klemuk. Bulan Maret lalu, Isuzu ELF, S 7119 W yang dikemudikan Ardian, 26 tahun warga Peterongan, Kabupaten Jombang juga terjerembab. Saat itu, Ardian berdalih menghindari lubang di jalan alternatif tersebut.
Tak menunggu lama, Pemkot Batu kemudian memperbaiki jalan yang kerap dipilih agar lebih cepat sampai di Kota Batu itu. Lewat jalur Klemuk memang menghemat waktu ketimbang harus berputar dan meliuk di jalur asli Pujon-Payung-Kota Batu. Bagi warga Pujon dan Batu, jalur itu sudah familiar bagi mereka.
Yang paling unik adalah kecelakaan bulan Juni Bus Hino nopol EA 7324 A milik PO The Samurai, nyaris masuk jurang. Saat itu sopir mengaku nekat potong kompas untuk memperpendek waktu.
Tak dinyana, saat berada di jalan curam, laju bus tak terkendali lagi.
Posisi perseneling tiga membuat bus besar itu meluncur bebas ke arah bawah. Malang masih bisa dilawan, seketika sopir menabrakkan ke gundukan jurang. Gundukan itu menyelamatkan puluhan mahasiswa Universitas Negeri Malang yang baru pulang dari study tour.
Mayoritas, kendaraan yang celaka di jalur itu karena mereka awam dan tidak mengenal Klemuk. Termasuk sopir Elf dari Lamongan juga tak kenal medan. Saat diteliti polisi, ternyata persneling masuk gigi tiga. Sedangkan, pintu masuk di Klemuk tidak dilengkapi dengan rambu-rambu peringatan.
Kapolres Batu AKBP Sumartono mengaku, jurang Klemuk kerap menimbulkan kecelakaan akibat kendaraan buta pengalaman nekat menerobos. Dia juga mengimbau kepada warga agar berhati-hati melewati jalur alternatif ini. Jalan dalam kondisi bagus setelah dibangun Pemkot Batu. Akan tetapi posisi jalan yang curam sangat membahayakan pengemudi yang belum kenal medan.
‘’Pakai gigi rendah yakni gigi dua atau satu, perhatikan rem jangan sampai blong, ini lokasi curam,’’ akunya.
Seiring banyaknya kecelakaan, Sumartono akan segera berkoordinasi dengan Dishubkominfo Pemkot Batu. Baik itu untuk membuat sistem lalu lintas, agar Klemuk tidak dilalui kendaraan besar. Bahkan juga bisa dibuat semacam pita kejut dan rambu-rambu supaya pengemudi kian waspada.
‘’Kita akan koordinasi dengan dinas untuk membuat pita kejut. Selama ini jalur Klemuk hanya dilewati kendaraan dibawah 2000 kg, bus tidak boleh lewat sini,’’ tegas Kapolres
Adapun, Kepala Dishub dan Informatika Abdillah Al Kaff mengaku baru akan berkoordinasi dengan Pemkab Malang. Sebab, sejumlah ruas jalan di kawasan itu berada di wilayah Kabupaten Malang.
‘’Ada yang masuk wilayah Kabupaten Malang, keinginan saya dilakukan terpadu, dalam bentuk rambu-rambu dan kelengkapan lainnya bisa dibicara bersama,’’ akunya.
Tapi sebaiknya koordinasi maupun pembicaraan segera direalisasikan untuk penanganan Klemuk. Jangan sampai langkah penanganan baru dilakukan setelah ada korban jiwa di jurang tersebut. Bagaimanapun, Pemerintah memiliki kewajiban untuk mengarahkan pengguna jalan ke jalur yang lebih aman. (Bagus Ary Wicaksono)