Sleepyhead, Cover Girl Grup yang Anggotanya Mahasiswa UB

Di saat banyak remaja putri berteriak histeris, menyambut kedatangan artis Korea Selatan ke Indonesia, empat remaja ini justru mendatangi negara yang dikenal dengan julukan Negeri Gingseng tersebut. Mereka tergabung dalam grup Sleepyhead yang mulai dikenal lantaran beberapa kali mengcover lagu dan video milik artis ternama. Siapa sangka kalau salah satu cover tersebut mengantar mereka ke tempat di mana sang idola berasal.

Menjalin hubungan pertemanan yang akrab dan sama-sama menyukai musik Korea (K-Pop). Hal tersebut yang membuat Riski Amalia, Roro Ajeng Sekar Arum, Lydia Natalia, dan Rismala Chandra membentuk sebuah grup bernama Sleepyhead. Dengan lantang mereka menyuarakan bahwa Sleepyhead bukanlah girl band. Mereka lebih suka dikenal sebagai cover-girls grup.
Julukan itu layak ditujukan untuk keempat perempuan yang masih tercatat sebagai mahasiswi Universitas Brawijaya ini. Sejauh ini, ada tiga lagu yang mereka cover dan disebarkan melalui dunia maya yakni Lonely (2ne1), Take a Bow (Rihanna), dan Bubble Pop (Hyuna). Tiap cover tersebut memiliki cerita yang unik dan berbeda.
‘’Jadi, awalnya kita ini kan sering kumpul. Terus sama-sama tahu kalau suka K-Pop. Pas baca di internet ada kompetisi buat cover lagunya 2ne1. Akhirnya kita bikin, deh. Walaupun saat itu kami nggak ngikuti siapa yang akhirnya lolos dan jadi pemenang. Sleepyhead sendiri saat mengunggah videonya terlalu mepet dengan deadline dari panitia. Alhasil jumlah voter kami masih sangat sedikit,’’ jelas Lia, sapaan akrab Riski Amalia.
Berawal dari keisengan tersebut, mereka merasakan ada kebahagiaan tersendiri. Akhirnya mereka memutuskan untuk terus membuat cover lagu dari artis lain. Berbeda dari konsep sebelumnya, mereka memilih lagu Take a Bow yang dipopulerkan oleh Rihanna. Konsep yang disajikan bisa dibilang simpel.
‘’Setelah dua cover sebelumnya, kami ingin serius. Bikin konsep yang lebih keren dari kemarin. Berhubung kita memang suka online, kita tahu ada video competition dari salah satu produk kecantikkan. Dari sana kami belajar membuat konsep yang memang sesuai dengan pakem yang telah ditentukan,’’ seru Roro Ajeng Sekar Arum.
Perempuan yang biasa dipanggil Ajeng ini menceritakan bahwa Sleepyhead harus berkompetisi dengan tiga ratusan peserta lain yang telah mengunggah video di Youtube.
‘’Pemenang dipilih berdasarkan jumlah penonton memberikan vote pada video cover kami yang bejudul Bubble Pop milik Hyuna,’’ terang Ajeng kepada Malang Post.
Selain mereka berempat, ada orang lain yang berjasa membesarkan Sleepyhead. Mereka adalah Leo Resha yang berperan sebagai Manager serta Reando Dika Pratama selaku Promotion Manager. Tugas mereka tak kalah berat. Yang ada di pikiran mereka saat itu ialah bagaimana bisa mendapatkan voter dengan jumlah yang banyak.
‘’Kami mengandalkan teman dekat yang tentu saja mau membantu memberikan vote secara suka rela. Selain itu kita juga sempat beberapa hari menyalakan laptop di kampus. Kita menawarkan tiap mahasiswa yang lewat untuk memberikan vote saat itu juga. Banyak sindiran yang kurang enak didenger juga sih. Tapi peduli amat, yang penting kita sudah menghasilkan karya,’’ ujar Reando.
Leo mengimbuhkan, perjuangan tersebut tak sia-sia. Sleepyhead berhasil menyisihkan ratusan peserta lain dan masuk babak lima belas besar. Di sana sistem penilaiannya tak lagi berdasarkan jumlah voter, tapi melalui penilaian dewan juri.
‘’Voter yang menyukai video cover kami totalnya 1.440. Akhirnya kami lolos ke babak 15 besar. Dari penilaian juri, Sleepyhead berhasil masuk lima besar,’’ pungkasnya.
Beberapa waktu kemudian, mereka membaca pengumuman resmi dari panitia bahwa Sleepyhead berhasil menjadi juara pertama dan berhak mengikuti tur selama lima hari ke Korea.
‘’Saat itu kami lagi magang kuliah. Jadi posisinya aku, Leo, dan Reando ada di Bali. Sedangkan Lia, Lydia dan Risma berada di Malang. Ternyata aku orang pertama yang baca pengumuman itu. Langsung aku capture dan aku kirim ke mereka,’’ ujar Ajeng.
Pengumuman yang dipublikasikan tanggal 30 Agustus kemarin tampaknya menjadi kado terindah bagi Ajeng. Pasalnya saat itu usianya genap menginjak 21 tahun.
Ia sangat tak menyangka bisa pergi ke negara tempat para idolanya tersebut berasal. Pernyataan yang sama dikemukakan oleh Lia. Kontan saja Lia dkk yang saat itu sedang sibuk karaoke di salah satu Mall menghentikan aktivitas mereka dan berteriak:  ‘’Korea!’’
Selama berada di Korea Selatan, para personil Sleepyhead mendapatkan banyak pengalaman berharga. Mereka diajak mengitari negeri yang terkenal dengan boy dan girl bandnya tersebut.
Selain kota dan bangunan bersejarah, mereka diberi kesempatan untuk mengunjungi Management Artis yang sangat terkenal di Korea Selatan bahkan tak asing lagi di telinga penikmat musik K-Pop.
‘’Kami mampir ke SM, JYP, YG Entertainment. Beberapa tempat lain juga kami kunjungi seperti Namson Tower, Teddy Bear Museum, City Hall, Hallyu Steam Park, Hwaseong Fortress, KBS, dan sebagainya,’’ tandas Lia.
Perempuan kelahiran 7 Mei 1991 ini menuturkan, keinginannya untuk tetap berkarya. Menurutnya, keberhasilan ini adalah salah satu bentuk apresiasi dan justru mendongkrak semangat untuk kembali eksis dengan karya baru. ‘’Sejauh ini kami memang lebih enjoy membuat cover dari lagu orang. Keinginan untuk punya lagu sendiri tentu ada. Tapi tidak dalam waktu dekat ini. Saat ini kami sedang menyiapkan cover lagu berikutnya. Lagunya sangat hits belakangan ini, ditunggu saja ya,’’ tutupnya. (Kurniatul Hidayah)