Mie Setan, Makanan ‘Horor” yang Sudah Merambah Berbagai Daerah

Makanan dengan menjual pedasnya cabai, semakin mudah ditemui. Diantara yang banyak itu, olahan dengan hidangan utama mie, masih menjadi favorit. Salah satunya adalah Mie Setan. Apa yang membuat mie yang lezat nan menggoda selera ini dinamakan Mie Setan?

Bermula dari kecintaanya pada olahan mie dan masakan pedas, membuat Gemmie, Manajer Operasional Mie Setan, tertarik untuk membuat suatu usaha kuliner, sesuai dengan menu makanan favoritnya tersebut.
Bersama beberapa temannya yang tergabung dalam Kelompok Bermain (Kober), Gemmie mulai memikirkan untuk mengolah menu makanan, yang juga menjadi salah satu makanan khas Malang, yaitu Cwie Mie. Hanya saja, cwie mie itu dibuat menjadi suatu masakan yang berbeda.
Hingga pada pertengahan tahun 2011 lalu, terpikirlah dibenak mereka menciptakan mie setan.
‘’Saat itu, orang sedang gandrung makanan pedas. Lalu kita coba mengeluarkan menu ini dan menarik minat banyak orang,’’ ujar laki-laki yang akrab disapa Gendut ini.
Kemudian dalam benak masyarakat timbul pertanyaan mengapa mie yang lezat tersebut dinamakan mie setan? Mengenai hal tersebut, Gemmie memberi alasan. Karena rasanya yang pedas. Ketika orang merasa kepedesan, maka kata-kata yang keluar adalah kata : ‘setan’.
‘’Tapi tidak perlu takut. Bagi yang tidak suka dengan pedas masih bisa berkunjung ke tempat kami. Karena kami menyediakan mie angle yang tidak berasa pedas,’’ jelasnya sambil tertawa.
Ide membuat mie ini juga tidak serta merta karena pada masa itu selera pedas sedang naik daun. Gemmie dan Kober juga memiliki alasan lain, yaitu ingin mengambil menu makanan pedas yang menyehatkan dan menyenangkan. Bagaimana masakan pedas bisa dikatakan menyehatkan?
Menurut Gemmie, nilai kesehatan tersebut bisa dilihat dari kandungan yang ada didalam cabai, seperti vitamin C yang cukup tinggi, collagen yang bermanfaat untuk kesehatan dan kecantikan, serta makanan pedas terbukti bisa membangkitkan mood seseorang. ‘’Selain itu kita juga bisa berkeringat tanpa berolahraga, cukup berolah rasa saja,’’ ucap laki-laki asli Jakarta ini dengan mantap.
Perlu diketahui juga, untuk setiap harinya, warung mie yang terletak di Jl. Bromo ini mengolah 20 kg cabai rawit merah untuk menciptakan rasa pedas sesuai dengan selera pengunjung.
Tak hanya dari segi makanan saja yang memiliki nama horror. Untuk minumannya pun Gemmie menciptakan nama-nama setan seperti Es Genderuwo, Es Kuntilanak, Es Tuyul, Es Pocong, serta Es Sundel Bolong.
Lagi-lagi orang tidak takut dengan nama-nama tersebut, justru mereka sangat menyukainya. ‘’Mereka sangat menyukai minuman-minuman ini. Selain rasanya yang pas, minuman ini juga cocok sebagai penawar rasa pedas usai menyantap mie,’’ lanjut mantan bartender ini.
Tak hanya kalangan warga Malang dan anak muda saja yang menggemari menu mie ini. Bahkan beberapa turis mancanegara juga sering mengunjungi warung yang buka mulai pukul 15.00 hingga 23.00 ini.
‘’Ada bule Belanda yang beberapa waktu lalu memposting tulisan tentang mie setan. Dan komentarnya membanggakan mie setan serta minumannya. Mereka sangat berani dengan mencoba mie setan level lima,’’ ucapnya bangga.
Dengan mencoba level tertinggi tersebut, tak ada keluhan dari para wisatawan maupun pengunjung domestik lainnya. Gemmie menuturkan, ia membuat sajian mie sesuai selera pedasnya.
Selama ia masih bisa mentolerir rasa pedas tersebut, berarti orang lain pun masih mampu untuk menyantap sajian tersebut. ‘’Karena sebelum menjual mie ini, saya riset dulu dan melihat efek yang ditimbulkan. Hasilnya sudah sesuai dengan standar kesehatan,’’ tuturnya.
Kini Mie Setan telah melebarkan sayapnya ke beberapa Kota di Jawa Timur, seperti di Gresik dan Surabaya. ‘’Kita ingin menyebarkan virus mie setan ke kota-kota lain. Malang sebagai pusatnya supaya orang juga tahu asal mie setan,’’ kata Gemmie.
Selain di luar kota, untuk wilayah Malang sendiri, dalam waktu dekat, Mie Setan juga akan membuka cabang terbarunya. Untuk cabang tersebut, Gemmie menjelaskan konsepnya menekankan kepada konsep coffee shop dan akan buka sejak pagi hingga malam hari.
‘’Untuk yang di Bromo juga akan ada penambahan beberapa item untuk lebih menarik minat masyarakat,’’ papar laki-laki kelahiran 27 Agustus 1980 ini.
Dengan hal itu, upaya mie setan untuk menjadi ikon Malang diharapkan bisa menjadi kenyataan. ‘’Tunggu saja inovasi-inovasi selanjutnya. Yang pasti kita sudah memiliki menu-menu tambahan untuk memanjakan lidah warga Malang” pungkasnya sambil tersenyum. (titah mranani)